Penggunaan merkuri di Indonesia sudah semakin meluas hingga ditemukan pada produk kosmetik. Adakah efek samping yang berbahaya akibat pemakaian produk kosmetik dengan zat tersebut?

bahaya merkuri

Di era modern ini, kecantikan sudah menjadi pusat perhatian dari kaum wanita, tak terkecuali di Indonesia. Banyak sekali dari mereka yang tergiur dengan tampang yang rupawan dan rela menghalalkan berbagai cara untuk membuat mereka tampil lebih percaya diri dalam menjalankan aktivitas dan rutinitas mereka. Tidak tanggung-tanggung, mereka bahkan rela mengeluarkan uang yang banyak untuk membuat mereka tampil lebih memukau di hadapan orang. Mulai dari perawatan kulit alami hingga produk-produk kosmetik dicoba untuk mencapai tujuan tersebut.

Merkuri, atau yang lebih dikenal dengan raksa, adalah suatu unsur kimia dengan berbagai wujud: padat, cair, dan gas.  Di era modern ini, merkuri dipercaya sebagai  zat  yang sangat sering ditemukan dalam produk kosmetik yang beredar dalam pasar. Mulai dari produk sabun cuci muka, krim pemutih wajah, produk maskara, hingga bedak padat sangat sering ditemukan kandungan merkuri di dalamnya. Dari tahun ke tahun, jumlah produk kosmetik terus meningkat dan semakin banyak pula produk ilegal yang beredar. Bahkan, sejak tahun 2016, 39 jenis produk kosmetik telah ditemukan mengandung merkuri.

Merkuri dalam Produk Kosmetik: Yes Or No?

Penggunaan zat merkuri pada kosmetik seperti krim pencerah memiliki efek yang menjanjikan karena zat tersebut dapat membuat kulit menjadi lebih putih dalam waktu yang sangat singkat dengan menekan pembentukan melanin. Penggunaan  merkuri juga memungkinkan penjualan produk kosmetik dengan harga yang sangat terjangkau. Hal ini tentunya menarik lebih banyak konsumen untuk membeli produk tersebut. Akan tetapi, merkuri merupakan zat yang bersifat toksik sehingga tubuh harus bekerja untuk menetralisir paparan toksin yang dihasilkan. Menetralisir toksin tersebut merupakan fungsi dari organ tubuh ginjal dan hati. Namun, dalam tingkat paparan yang berlebihan, fungsi kerja dari ginjal dan hati akan terganggu. Mereka harus bekerja lebih keras dalam menghilangkan toksin tersebut dari tubuh kita. Dampaknya, kedua organ tersebut dapat mengalami kerusakan.

Riset juga telah membuktikan bahwa sistem saraf manusia yang sangat sensitif terhadap paparan merkuri dapat menyebabkan gangguan pada fungsi otak normal manusia atau bahkan menyebabkan kerusakan jaringan otak manusia pada paparan yang berkelanjutan. Bahkan, wanita yang sedang hamil dapat menghantarkan merkuri secara tidak langsung kepada janin yang sedang dikandung. Paparan berlebihan yang diterima dapat berdampak pada kecacatan pada bayi yang dilahirkan, pertumbuhan janin yang tidak sempurna, atau bahkan menyebabkan keguguran pada janin yang dikandung.

Selanjutnya, paparan zat merkuri pada kulit dapat menyebabkan kulit mengalami iritasi dan terlihat pucat, atau bahkan menyebabkan peningkatan risiko kanker kulit. Efek selanjutnya dari penggunaan merkuri adalah menyebabkan gangguan psikologis seseorang sehingga mereka menjadi lebih mudah merasa gugup, gelisah, atau bahkan mengalami depresi.

Efek-efek di atas sesuai dengan kutipan langsung dari Charles Lee, dari lembaga Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat: “Penggunaan merkuri dapat merusak ginjal dan sistem saraf. Selain itu, efeknya pada janin adalah mengganggu perkembangan otak, juga pada bayi dan balita.” Hal serupa juga dikatakan oleh dr. Anestesia Tania, SpKK, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin dari ZAP, yang menyatakan, “Kandungan berbahaya dari kosmetik ilegal malah akan menyebabkan kulit iritasi, menimbulkan jerawat, atau bahkan menyebabkan kanker. Demi menekan biaya produksi, ada produsen yang menggunakan bahan-bahan yang sebenarnya berbahaya.”.

Kenali Produk Kosmetik Bermerkuri: Tips dan Trik

Setelah menilik bahaya dari paparan merkuri ini, diharapkan kita bisa lebih berhati-hati. Kita, terutama kaum wanita, diharapkan lebih bijak dan dewasa dalam membeli produk-produk kosmetik yang beredar di dalam pasar. Waspadai dan kenalilah produk-produk kosmetik yang  mengandung zat merkuri.

Cara termudah yang bisa dipraktikkan adalah dengan cara menggosok produk kecantikan yang anda gunakan pada perhiasan emas, baik kalung, cincin, maupun gelang. Dilansir dari Kompas dengan narasumber dr. Narizka Rahmadhiani, seorang dokter umum dari Universitas Trisakti, apabila terjadi perubahan warna pada produk kosmetik yang digunakan, maka kosmetik itu mengandung merkuri.

Selain itu, produk kosmetik dengan tekstur yang kasar dan lengket, warna yang mencolok, aroma yang menyengat, menimbulkan rasa gatal dan kering, serta memberikan efek pemutih dalam waktu yang sangat singkat memiliki indikasi kuat bahwa produk tersebut telah mengandung zat berbahaya seperti merkuri.

Selanjutnya, jangan lupa memeriksa label produk kecantikan, seperti pencerah kulit dan krim anti-aging. Apakah produk tersebut mengandung kata “mercurus chloride”, “calomel”, “mercuric”, “mercurio”, ataupun “mercury”.  Jangan pernah memakai produk yang mengandung salah satu dari kata-kata tersebut karena telah mengandung zat merkuri.  Jangan menggunakan produk yang tidak memiliki daftar atau label komposisi karena undang-undang yang berlaku mewajibkan daftar komposisi pada kemasan produk tersebut. Selain itu, jangan pernah tergiur dengan produk kecantikan yang dijual dengan harga yang sangat murah, terutama di internet dan jangan lupa untuk memantau apakah produk yang digunakan telah terdaftar dan memiliki nomor BPOM. Selanjutnya, apabila Anda merasa ada hal yang mencurigakan pada produk kosmetik yang Anda gunakan, segera hentikan penggunaan produk tersebut.

Setelah membaca paparan di atas, Anda dapat menilai sendiri apakah produk kosmetik dengan kandungan merkuri lebih banyak membawa dampak positif atau negatif. Oleh karena itu, marilah kita menjadi konsumen yang bijak dalam memanfaatkan produk yang ada demi kesehatan kita semua.

 

Referensi:

  1. Mercury [Internet]. U.S. National Library of Medicine. 2018 Apr 30 [cited 2018 Jun 20]. Available from: https://medlineplus.gov/mercury.html
  2. Waspada keracunan merkuri dari kosmetik [Internet]. Kompas. 2013 Feb 2 [cited 2018 Jun 20]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2013/02/02/1423212/waspada.keracunan.merkuri.dari.kosmetik.
  3. Kandungan zat dalam kosmetik ilegal bisa memicu kanker [Internet]. Kompas. 2018 Apr 6 [cited 2018 Jun 20]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2018/04/06/08040092/kandungan-zat-dalam-kosmetik-ilegal-bisa-memicu-kanker.
  4. Memilih produk kosmetik yang aman untuk kulit [Internet]. Kompas. 2017 Oct 18 [cited 2018 Jun 20]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2017/10/18/094130820/memilih-produk-kosmetik-yang-aman-untuk-kulit.
  5. Rochman F. Waspadai tanda ini demi hindari kosmetik bermerkuri [Internet]. Line Today: 2016 Aug 18 [cited 2018 Jun 20].
  6. Mercury poisoning linked to skin product [Internet]. U.S. Food & Drug Administration. 2018 Mar 27 [cited 2018 Jun 20]. Available from: https://www.fda.gov/forconsumers/consumerupdates.
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr