IMG_2794

Metode pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang saat ini dianjurkan oleh dokter merujuk pada pedoman Guiding Principles for Complementary Feeding of The Breastfed Child oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 20011,2,3. Namun, beberapa tahun terakhir ini popularitas metode baby-led weaning (BLW) terus meningkat4. Berikut ikhtisar perbedaan antara kedua metode MPASI tersebut:

Pedoman WHO1

Metode BLW4

Awal memulai

MPASI dimulai dari usia 6 bulan.

MPASI diberikan ketika bayi sudah bisa duduk tanpa bantuan dan mulai memasukan objek ke dalam mulutnya.

Prinsip pemberian

Responsive feeding: memberikan makanan dengan perlahan, mengurangi distraksi, peka terhadap isyarat lapar/kenyang anak, serta memberikan bantuan (bisa berupa menyendok) dan memberi semangat kepada anak untuk makan. Tidak memaksakan anak untuk makan.

Bayi didorong untuk menjelajahi makanan yang menarik perhatiannya. Bayi makan sendiri menggunakan tangan.

Jenis makanan

Bayi ditawarkan bubur dan makanan halus pada usia 6 bulan, makanan cincang dan finger food pada usia 8 atau 9 bulan dan makanan keluarga pada usia 12 bulan.

Berbagai makanan dihidangkan dalam potongan yang mudah untuk dipegang (finger food). Bayi memilih jenis makanan yang ia inginkan.

Jumlah dan waktu pemberian makanan

Jumlah dan waktu pemberian makanan ditingkatkan secara bertahap sesuai kapasitas lambung.

Bayi ikut serta di dalam jadwal makan bersama keluarga. Bayi menentukan seberapa banyak makanan yang ia inginkan.

Penganjur BLW percaya bahwa metode ini mendukung proses perkembangan anak secara alami.4,5 Namun, masih banyak perdebatan para pakar nutrisi anak terkait metode BLW ini, diantaranya kekhawatiran akan kurangnya asupan zat gizi hingga risiko tersedak pada bayi.6 Oleh karena itu, para pakar merumuskan suatu modifikasi dari BLW yaitu metode BLISS (Baby-Led Introduction to Solid), dimana pilihan makanan diarahkan ke makanan kaya zat gizi dan menghindari jenis makanan yang berisiko menimbulkan tersedak.7

Penelitian uji klinis yang dikakukan oleh Taylor (2017) menemukan bahwa tidak didapatkan perbedaan bermakna pada indikator pertumbuhan, antara bayi yang diberikan MPASI menggunakan metode BLISS dibandingkan dengan pemberian MPASI menggunakan sendok.8 Sehingga, dapat disimpulkan bahwa hingga saat ini metode BLW dan modifikasinya belum memiliki bukti ilmiah yang kuat untuk dapat direkomendasikan menggantikan pedoman MPASI sesuai anjuran WHO.

 

Referensi:

  1. Guiding Principles for Complementary Feeding of The Breastfed Child 1st Washington D.C: World Health Organization; 2001.
  2. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) [Internet]. Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2018 Oct 10 [cited 2018 Nov 10]. Available from: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pemberian-makanan-pendamping-air-susu-ibu-mpasi
  3. Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI dan JICA; 1997.
  4. Rapley G, Murkett T. Baby-led weaning: The Essential Guide to Introducing Solid Foods – and Helping Your Baby to Grow Up a Happy and Confident Eater. UK: Ebury Publishing; 2008.
  5. Brown A, Jones SW, Rowan H. Baby-Led Weaning: The Evidence to Date. Curr Nutr Rep. 2017;6(2):148-156.
  6. D’Auria E, Bergamini M, Staiano A, et al. Baby-led weaning: what a systematic review of the literature adds on. Ital J Pediatr. 2018 May 3;44(1):49.
  7. Daniels L, Heath AL, Williams SM, et al. Baby-Led Introduction to SolidS (BLISS) study: a randomised controlled trial of a baby-led approach to complementary feeding. BMC Pediatr. 2015 Nov 12;15:179.
  8. Taylor RW, Williams SM, Fangupo LJ, Wheeler BJ, Taylor BJ, Daniels L, et al. Effect of a baby led approach to complementary feeding on Infant Growth and overweight: a randomized clinical trial. JAMA Pediatr. 2017;171:838–46.
Faisal Muda
Medical Doctor, based in Jakarta
Student of Nutrition Master Program, University of Indonesia
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr