Pemberian makan pada anak acap menjadi dilema para Ibu. Keinginan memberi yang terbaik bagi buah hati sering menemui beragam tantangan. Lantas, kapan masalah makan pada anak ini benar menjadi ‘masalah’?

(Sumber gambar: Picky eater picture [Image on the internet]. 2016 Oct 10 [cited 2018 Nov 11]. Available from: https://www.nytimes.com/2016/10/10/well/family/when-do-you-worry-about-a-picky-eater.html)

(Sumber gambar: Picky eater picture [Image on the internet]. 2016 Oct 10 [cited 2018 Nov 11]. Available from: https://www.nytimes.com/2016/10/10/well/family/when-do-you-worry-about-a-picky-eater.html)

Pemberian makan merupakan hal yang sangat penting bagi bayi dan anak berusia di bawah tiga tahun (batita), selain menunjang tumbuh kembang yang optimal juga menjadi momentum interaksi orang tua dan anak.1-4 Proses ini bukan tanpa tantangan, terutama di masa transisi.2,5 Sekitar 50% Ibu mengeluh setidaknya satu anaknya–setara dengan 20-30% anak—mengalami masalah makan. Namun, hanya 1—5% anak yang mengalami masalah makan yang serius dan berkelanjutan.1-5 Kejadian masalah makan lebih tinggi pada anak prematur atau dengan gangguan saraf dan perkembangan, yaitu sebesar 30% dan 80%.1,2,4  Masalah makan perlu dideteksi dan diatasi sejak dini karena dapat menyebabkan malnutrisi, gagal tumbuh, dan masalah psikologis pada anak.1,6-8

Deteksi dan Awasi

Proses pemberian makan merupakan interaksi antara pemberi makan dan anak sehingga evaluasi harus dilakukan pada keduanya.2,9 Terdapat berbagai klasifikasi masalah makan pada anak, namun Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merumuskan tiga kelompok masalah makan pada anak:1-4

  • Praktik pemberian makan tidak tepat: perilaku makan yang salah atau tidak sesuai usia.1
  • Small eaters: makan sedikit dengan feeding rules yang tepat. Anak umumnya aktif dan lebih tertarik pada lingkungannya.1,2
  • Food preference: pemilih atau menolak makanan tertentu. Harus dibedakan antara neofobia (menolak makanan yang belum dikenal dan merupakan hal normal), picky eaters (menolak makanan tertentu namun menerima setidaknya satu macam dari setiap kelompok makanan), dan selective eater (menolak semua jenis makanan dari kelompok tertentu).1,2

Deteksi harus dilakukan dengan jeli karena penatalaksanaan yang berbeda-beda; mulai dari edukasi feeding rules, pengenalan sistematis terhadap makanan baru, hingga pemberian suplemen nutrisi oral.1-4 Penilaian dan pemantauan status nutrisi harus dilakukan, serta pastikan bahwa keluhan masalah makan bukanlah mispersepsi orangtua.1,2

Tanda Bahaya? Segeralah ‘Beraksi’

Evaluasi adanya tanda bahaya pada setiap anak dengan masalah makan, antara lain: ditemukan kelainan struktural, sulit menelan (disfagia), aspirasi, muntah atau diare berulang, batuk atau demam kronik, pucat, gangguan saraf dan perkembangan, fiksasi terhadap makanan tertentu, anticipatory gagging, dan gagal tumbuh.1,2,10 Bila ditemukan tanda bahaya, segera konsultasikan kepada ahli untuk evaluasi dan penanganan secara lebih komprehensif.1

 

Daftar Referensi:

  1. UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik. Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia: Pendekatan diagnosis dan tata laksana masalah makan pada batita di Indonesia. Jakarta: IDAI; 2014.
  2. Kerzner B, MacLean WC, Berall G, Stuart S, Chatoor I. A practical approach to classifying and managing feeding difficulties. Pediatrics.2015 Feb;135(2):344-51.
  3. Bernard-Bonnin A. Feeding problems of infants and toddlers. Can Fam Physician. 2006;52:1247-51.
  4. Rybak A. Organic and nonorganic feeding disorders. Ann Nutr Metab. 2015;6(suppl 5):16-22.
  5. Zhao Ai, Gao H, Li B, Zhang J, Win NN, Wang P, et al. Inappropriate feeding behavior: one of the important causes of malnutrition in 6-to-36-month old children in Myanmar. Am J Trop Med Hyg. 2016;95(3):702-8.
  6. Carruth BR, Ziegler PJ, Gordon A, Barr SI. Prevalence of picky eaters among infants and toddlers and their caregivers’ decisions about offering a new food. J Am Diet Assoc. 2004 Jan;104(suppl 1):s57-64.
  7. Arts-Rodas D, Benoit D. Feeding problems in infancy and early childhood: identification and management. Paediatr Child Health. 1998 Feb;3(1):21.
  8. Wright CM, Parkinson KN, Shipton D, Drewett RF. How do toddler eating problems relate to their eating behavior, food preferences, and growth. Pediatrics. 2007 Oct;120(4):e1069-75.
  9. Davies WH, Satter E, Berlin KS, Sato AF, Silverman AH, Fischer EA. Reconceptualizing feeding and feeding disorders in interpersonal context: the case for a relational disorder. J Fam Psychol. 2006 Sep;20(3):409-17.
  10. Levine A, Bachar L, Tsangen Z, Mizrachi A, Levy A, Dalal I, et al. Screening criteria for diagnosis of infantile feeding disorders as a cause of poor feeding or food refusal. J Pediatc Gastroenterol Nutr. 2011 May;52(5):563-8.
Laksmi Bestari
Media Aesculapius.
Intern General Practitioner at Bendan District Hospital, Pekalongan.
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr