Bagaimana jadinya bila salah satu bahan paling mematikan di dunia diubah menjadi vaksin?

tembakau

Belakangan ini jumlah perokok di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Tercatat menurut data Kementrian Kesehatan RI tahun 2018, persentase perokok di Indonesia mencapai 8,8%. Benda yang berasal dari tembakau ini dapat mengakibatkan berbagai penyakit seperti kanker paru-paru dan penyakit jantung koroner.1 Meskipun terlihat mematikan, tembakau ternyata juga berpotensi untuk dijadikan vaksin. Salah satunya adalah vaksin untuk penyakit influenza.

Akhir-akhir ini, para peneliti mulai meneliti pemanfaatan tanaman sebagai bahan dasar vaksin. Salah satunya adalah tembakau. Studi eksperimen yang dilakukan di Amerika di tahun 2012 berhasil menemukan virus influenza dari ekstrak tembakau. 2 Pada eksperimen lain, virus ini berhasil diambil dan dibiarkan berkembang pada media Agrobacterium sp. sebelum akhirnya dibuat menjadi vaksin untuk virus. Salah satu jenis vaksin yang bisa dihasilkan adalah strain virus penyebab flu burung (H5N1).3, 4

Ada beberapa keuntungan dari penggunaan vaksin yang berasal dari tembakau. Salah satunya adalah dari segi biaya. Karena terbuat dari bahan-bahan yang terdapat di alam, pembuatan vaksin berbahan dasar tanaman tentu akan jauh lebih murah dibandingkan vaksin yang terbuat dari teknologi rekayasa genetik yang ada saat ini. Selain itu, proses persiapan bahan dan ekstraksi tanaman juga cenderung lebih mudah untuk dilakukan jika dibandingkan dengan bioteknologi.

Vaksin dari tembakau juga mampu menepis pandangan sebagian orang yang percaya bahwa semua vaksin terbuat dari kandungan enzim babi, hewan yang dilarang untuk dikonsumsi oleh penganut agama tertentu. Vaksin yang berasal dari tanaman tentunya akan lebih mudah diterima oleh masyarakat secara luas. Ke depannya, bukan tidak mungkin jika tanaman-tanaman lain diteliti potensinya untuk dijadikan bahan pembuat vaksin.

Meskipun begitu, vaksin dari tembakau ini masih dalam tahap uji coba terhadap hewan. Oleh sebab itu, tembakau masih belum dapat diproduksi secara massal maupun dipakai di masyarakat. Saat ini, penelitian tentang vaksin tembakau difokuskan pada uji efektivitasnya serta keamanannya. Diharapkan ke depannya, vaksin tembakau ini dapat segera bermanfaat untuk kemajuan ilmu kedokteran dan peningkatan kesehatan masyarakat.

 

 

 

Referensi :

  1. Ayuwuragil K. Jumlah perokok muda masih tinggi. [internet]. [1 Desember 2012]. Diambil dari : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180905184752-255-327955/jumlah-perokok-muda-masih-tinggi
  2. Shoji Y, Farrance CE, Bautista J, Bi H, Musiychuk K, Horsey A, et al.. A plant-based system for rapid production of influenza vaccine antigens. Influ. OtherRespir Viruses. 2012; 6(3): 204–210
  3. Takeyama N, Kiyono H, Yuki Y. Plant-based vaccines for animals and humans: recent advances in technology and clinical trials. 2015; 3(5-6): 139–154.
  4. Daniell H, Singh DN, Mason H, Streatfield SJ. Plant-made vaccine antigens and biopharmaceuticals. 2009; 14(12): 669–679.
  5. WHO.

 

by Leonaldo Lukito

LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr