m851a6f2

Pada akhir tahun 2017 lalu, beberapa wilayah di Indonesia dinyatakan mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri. Jika pada satu wilayah terdapat satu saja kasus difteri, wilayah tersebut akan dinyatakan mengalami KLB difteri. KLB difteri sempat ditetapkan pada wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sebelumnya, Indonesia terakhir menyatakan KLB difteri pada tahun 1990, lalu dinyatakan bebas difteri. Yang menjadi pertanyaan, mengapa Indonesia tiba-tiba mengalami KLB difteri lagi?

Salah satu faktor yang diduga kuat menyebabkan munculnya difteri kembali ialah melemahnya kekebalan masyarakat terhadap bakteri difteri. Kekebalan tubuh menghadapi difteri umumnya diperoleh melalui vaksinasi. Satu-satunya cara lain untuk kebal melawan difteri ialah dengan bertahan hidup setelah terserang penyakit difteri. Maka, kekebalan masyarakat yang menurun terhadap difteri menunjukkan bahwa belum semua elemen masyarakat melakukan vaksinasi yang teratur.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) selalu mengeluarkan rekomendasi terkait jadwal imunisasi/vaksinasi bagi anak. Rekomendasi IDAI terbaru dikeluarkan tahun 2017. Vaksin difteri diberikan dalam bentuk gabungan dengan tetanus dan pertusis (vaksin DTP/Tdap/Td). Menurut rekomendasi IDAI 2017, vaksin DTP diberikan pada bayi pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Setelah tiga vaksin wajib saat bayi, selanjutnya dapat diberikan vaksin yang sifatnya memperkuat (booster) sebanyak 3 kali selama anak-anak. Vaksin booster ini dapat diberikan saat anak berusia 18 bulan, 5 tahun, dan 10 tahun. Untuk anak berusia diatas 7 tahun, diberikan vaksin Tdap/Td. Vaksin Tdap dianjurkan agar diberikan sekali pada anak berusia 10—12 tahun. Terakhir, dapat diberikan booster opsional vaksin Td setiap 10 tahun.

Sudah menjadi hak seorang anak untuk mendapatkan imunisasi sesuai dengan jadwal yang direkomendasikan oleh IDAI. Sebagai generasi penerus kita kelak, mereka harus kita rawat dan jaga proses tumbuh dan kembangnya. Tentu kita tidak ingin terjadi KLB difteri ataupun penyakit mematikan lainnya di masa mendatang karena kelalaian kita tidak memberikan vaksinasi untuk anak-anak kita, ‘kan?

 

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI. Ini makna KLB difteri [Internet]. 2017 Des 10 [cited on 2018 Nov 24]. Available on: http://www.depkes.go.id/article/view/17121200001/ini-makna-klb-difteri.html
  2. Gunardi H, Kartasasmita CB, Hadinegoro SRS, Satari HI, Soedjatmiko, Oswari H, et al. Jadwal imunisasi anak 0—18 tahun; rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia 2017. Sari Pediatri 2017;18(5):417-22.

 

by Billy Pramatirta

LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr