hoax

“Memangnya Vaksin Itu Berguna Ya? Alah, Anak Saya yang Tidak Pernah Divaksin Terlihat Sehat-sehat Saja!!”. Pernahkah Anda mendengar kalimat seperti itu? Jika ya, artikel ini akan mencoba membantu anda untuk menemukan jawaban yang tepat.Imunisasi pada dasarnya merupakan upaya untuk mencegah berbagai penyakit menggunakan vaksin. Vaksin berasal dari kata bahasa Inggris vaccine. Istilah ini pertama kali digunakan oleh Edward Jenner, sang penemu vaksin smallpox dengan sebutan Variolae vaccinae.1 Masyarakat Indonesia menyebut smallpox dengan sebutan cacar (bedakan dengan penyakit cacat air yang disebabkan oleh virus Varicella zoster). Gambaran penyakit yang dapat ditemukan pada cacar ialah berupa perubahan pada kulit dalam berbagai bentuk, mulai dari perubahan warna (makula), papul (tonjolan berisi zat padat dengan diameter <0,5 cm), vesikel (tonjolan berisi zat cair dengan diameter <0,5 cm), pustul (vesikel yang berisi nanah), hingga krusta (darah atau nanah yang mengering pada permukaan kulit). Gambaran tersebut dapat ditemukan pada hampir seluruh bagian tubuh. Penyakit ini sendiri sudah tereradikasi pada tahun 1980.2

 

Vaksin merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kekebalan ini disebut kekebalan aktif karena orang yang divaksin akan diberikan bagian tertentu dari mikroorganisme penyebab penyakit, seperti mikroorganisme yang telah dilemahkan (rabies, influenza, polio, dan hepatitis A), racun suatu mikroorganisme (tetanus dan difteri), ataupun hanya protein tertentu dari mikroorganisme yang bersangkutan (hepatitis B, vaksin kanker serviks, meningitis, influenza tipe B, pertusis, dan pneumonia).2 Organisasi kesehatan dunia memperkirakan bahwa vaksin yang tersedia dapat mencegah 25% penyakit infeksi.3

 

Anak yang tidak diimunisasi dapat mengalami berbagai penyakit. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengikuti jadwal imunisasi sesuai panduan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2017. Imunisasi ini berlaku bagi anak berusia 0-18 tahun. Misalnya, hepatitis B dijadwalkan pada saat lahir, bulan II, III, dan IV pertama kehidupan bayi. Polio dijadwalkan pada saat 12 jam pertama bayi lahir, bulan II, III, IV, dan saat berusia 18 tahun. Semua jenis vaksin telah lengkap tersedia di fasilitas kesehatan terdekat. Perlu diperhatikan bahwa vaksin booster diperlukan untuk meningkatkan kembali sistem kekebalan tubuh apabila sewaktu-waktu tubuh terpapar mikroorganisme yang sama.4

 

Lantas, mengapa terkadang ada beberapa anak yang tidak sakit meskipun tidak diberikan imunisasi atau hanya mengikuti sebagian jadwal imunisasi? Jawabannya ialah terbentuknya herd immunity atau kekebalan komunitas pada suatu populasi. Hal ini cenderung terjadi pada daerah dengan populasi vaksinasi yang tinggi. Artinya, anak-anak yang telah divaksin akan mencegah penularan penyakit kepada anak-anak yang tidak diberi vaksin. Jika hampir semua anak divaksin, maka sebagian kecil anak yang tidak diimunisasi tidak akan sakit karena tidak ada penularan. Namun, kekebalan komunitas ini hanya dapat terjadi jika populasi anak yang divaksin tinggi. Misalnya, untuk penyakit campak (measles), perlu 95% populasi yang diberi vaksin untuk menciptakan kekebalan komunitas.5 Angka ini akan berbeda-beda pada tiap penyakit.
Di negara maju seperti Britania Raya, hampir seluruh daerah terpapar vaksin secara merata sehingga angka kejadian penyakit infeksi rendah.5 Namun, di Indonesia, vaksinasi belum dilakukan secara merata. Hal ini dapat dilihat, misalnya pada Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri yang terjadi pada tahun 2017. Hal ini disebabkan oleh tidak meratanya vaksinasi di Indonesia. Secara nasional, memang angka vaksinasi cukup tinggi. Akan tetapi, jika dilihat berdasarkan kabupaten dan kota, ada beberapa daerah yang angka vaksinasi difterinya cukup rendah sehingga mengakibatkan KLB tersebut.

 

Bukti lain yang mendukung pentingnya vaksin selain KLB difteri ialah angka kejadian polio di seluruh dunia. Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia, angka kejadian polio telah menurun sebanyak 90% dibandingkan pada tahun 1988. Sekarang, hanya ada 3 negara endemik polio di dunia, yakni Afghanistan, Nigeria, dan Pakistan. Padahal pada tahun 1988, negara endemik polio berjumlah 125 negara.6

 

Untuk melihat keberhasilan vaksin dengan lebih komprehensif, kita dapat menggunakan pendekatan angka harapan hidup. Berdasarkan data dari Perserikatan Bangsa-bangsa pada tahun 2008, angka harapan hidup telah meningkat tajam. Pada tahun 1950, angka harapan hidup masyarakat Asia ialah 40 tahun. Namun, pada tahun 2015, angka harapan hidup mencapai 70 tahun. Diperkirakan pada tahun 2050, angka harapan hidup masyarakat Asia mencapai 75 tahun. Masyarakat Eropa, Afrika, dan Amerika juga mengalami hal yang serupa meskipun dengan angka kenaikan harapan hidup yang berbeda-beda.7 Hal ini menjadi bukti kuat efektivitas vaksin dalam melawan penyakit infeksi. Kembali ke penyakit cacar pada paparan di atas. Dahulu, ketika terkena cacar, anak-anak memiliki kemungkinan meninggal sangat tinggi (sekitar 20-60%). Kalaupun sembuh, cacar akan mengalami kebutaan dan meninggalkan bekas luka di seluruh badan.1 Namun sekarang, penyakit ini sudah tereradikasi.2

 

Itulah paparan singkat mengenai pentingnya imunisasi pada anak-anak. Sebenarnya, banyak bukti lain mengenai pentingnya imunisasi pada anak-anak. Penting bagi pada orangtua untuk meningkatkan pengetahuan mendalam mengenai imunisasi. Belakangan ini, banyak sekali info yang menyesatkan masyarakat awam tentang pentingnya vaksin. Padahal, jika dilihat secara objektif, tentu vaksin telah menyelamatkan jutaan orang dari berbagai penyakit.

 

 

Daftar Pustaka :

  1. Riedel S. Edward Jenner and the history of smallpox and vaccination. J Infection. 2005. 18(1):21-5
  2. Abbas A, Licthman A, Pillai S. Basic immunology : functions and disorders of the immune system. St. Louis : Elsevier.
  3. World Health Organization. Global action plan 2011-2020 [Internet]. 1st Dec 2018. Available from : http://www.who.int/immunization/global_vaccine_action_plan/GVAP_doc_2011_2020/en/
  4. Ikatan Dokter Indonesia. Jadwal imunisasi 2017 [Internet]. 1st Dec 2018. Available from : http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017
  5. Loving S, Pollar A. Herd immunity [Internet]. 1st Dec 2018. Available from : http://vk.ovg.ox.ac.uk/herd-immunity
  6. World Health Organization. World immunization week, 24-30 April 2017 [Internet]. 1st Dec 2018. Available from : https://www.who.int/campaigns/immunization-week/2017/en/
  7. United Nation Organization. Human life expectancy at birth, measured by region, between 1950 and 2050 [Internet]. 1st Dec 2018. Avalibale from : http://data.un.org/Search.aspx?q=life+expectancy

 

by Rahmatsyah S

LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr