at6LatudRz67zcNs3BmD_romina_libster_herd_immunity2

Orang yang tidak divaksin tetap terhindar dari penyakit menular, perlindungan tidak langsung dari program imunisasi

Dewasa ini masalah imunisasi menjadi topik pembahasan nomor satu dalam bidang kesehatan. Mulai dari polemik hukum haram vaksin hingga berbagai isu hoax tentang dampak buruk vaksin dikupas habis oleh media-media massa. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia selaku pelaksana program vaksinasi di Indonesia memberikan penjelasan bahwa pemberian vaksin, terutama untuk anak-anak, sangat penting bagi kesehatan. Kementerian Kesehatan juga menambahkan bahwa vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari badan kesehatan dunia, WHO, dan dapat mencegah berbagai kecacatan atau penyakit mematikan.1 Di sisi lain, dari sudut padang hukum Islam, MUI menjelaskan bahwa vaksin MR yang baru-baru ini disosialisasikan, hukumnya mubah atau boleh digunakan. Dikutip dari laman MUI, ada tiga alasan mengapa vaksin tersebut diperbolehkan yaitu kondisi keterpaksaan dan belum ditemukannya vaksin yang halal dan suci. Alasan ketiga adalah adanya keterangan dari ahli yang terpercaya dan kompeten mengenai dampak apabila tidak divaksinasi. Namun apabila sudah ditemukan vaksin MR yang halah dan suci, vaksin yang saat ini beredar kembali pada hukum asalnya yaitu haram.2

Banyak alasan orang untuk menolak vaksin atau imunisasi, mulai dari masalah hukum haram hingga kebermanfaatannya. Ketika MUI mengeluarkan fatwa mubah untuk vaksin MR, orang mulai mencari alasan lain untuk tidak vaksinasi, salah satunya anggapan bahwa yang tidak vaksin juga tidak terkena penyakit. “Anak saya nggak diimunisasi juga sehat-sehat aja”, “Tetangga saya sampai sekaran masih sehat walafiat padahal nggak diimunisasi”, “Nenek saya dari dulu nggak pernah diimunisasi tapi masih sehat sampai sekarang”. Itu merupakan beberapa contoh tanggapan dari orang-orang yang kurang setuju dengan vaksin.

Sebenarnya fenomena tersebut disebabkan oleh imunisasi. Vaksin atau imunisasi tidak hanya mencegah individu dari serangan penyakit, namun juga individu lain yang tidak diimunisasi dalam suatu kelompok masyarakat. Fenomena tersebut dikenal sebagai imunitas kelompok atau herd immunity. Imunitas kelompok didefinisikan sebagai perlindungan tidak langsung terhadap orang yang tidak divaksinasi. Hal ini terjadi adanya orang yang telah diimunisasi mencegah penyebaran agen infeksius ke populasi yang tidak divaksin. Bagaimana imunisasi dapat menciptakan imunitas kelompok ? Pemberian imunisasi bertujuan untuk membuat tubuh kebal terhadap beberapa penyakit spesifik seperti infeksi HBV dan pertussis. Dengan pemberian imunisasi, seseorang akan menjadi sulit untuk dijangkiti penyakit. Apabila banyak orang kebal terhadap penyakit tersebut, makan kesempatan kuman untuk menularkan penyakit menjadi semakin kecil. Hal itu berarti, kemungkinan kuman penyebab penyakit untuk menjangkiti orang yang rentang juga semakin kecil. 3

Lalu apa efeknya bila banyak orang yang menolak vaksin ? Jelas bahwa efek herd immunity berkaitan erat dengan rumus probabilitas atau kemungkinan. Apabila banyak orang yang tidak divaksin, maka semakin banyak pula orang yang rentan mengalami penyakit. Efek yang lebih buruk yang dapat terjadi adalah penyakit-penyakit terebut mengenai kelompok orang yang belum bisa mendapat vaksin seperti lansia atau bayi baru lahir. Oleh karena itu, menjadi penting bagi orang-orang yang sehat dan sesuai untuk divaksin, agar berperan menjadi pelindung bagi anak, orang tua atau saudara-saudara mereka yang belum bisa divaksin dari penyakit-penyakit menular dan mengancam nyawa. “Kekebalan kelompok tidak mungkin terjadi bila cakupan imunisasi sangat rendah” tuturDirektur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI,

dr.H. M. Subuh, MPPM. 3-5

 

Referensi:

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Imunisasi MR Penting Diberikan untuk Melindungi Anak. Available from: depkes.go.id/article/view/17081400003/imunisasi-mr-penting-diberikan-untuk-melindungi-anak.html
  2. Majelis Ulama Indonesia. Kondisi Medesak, MUI Fatwakan Penggunaan Vaksin MR Mubah. Available from: mui.or.id/berita/kondisi-mendesak-mui-fatwakan-penggunaan-vaksi-mr-mubah/
  3. Kim TH. Johnstone J, Loeb M. Vaccine Herd Effect. Scand J Infect Dis. 2011; 43: 683–9
  4. Metcalf CJ, Ferrari M, Graham AL, Grenfell BT. Understanding Herd Immunity. Trends immunol. 2015; 36(12): 753-5
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Mengenal Herd Immunity dalam Imunisasi. Available from: depkes.go.id/article/view/17042600003/mengenal-herd-immunity-dalam-imunisasi.html

 

by Ilham Dhiya

LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr