Microbeads pada Pasta Gigi

Microbeads pada Pasta Gigi. Sumber: The New York Times

Siapkah untuk mengucapkan selamat tinggal pada zat kecil ini?

Pencemaran air sudah semakin parah dan menjadi tantangan bagi global saat ini. Berita mengenai hewan yang terdampar mati akibat kontaminasi zat pencemar sudah bukan berita asing lagi. Salah satu zat pencemar yang paling sering terlihat adalah plastik, contohnya microbeads.

Microbeads adalah plastik berbahan polietilen berupa manik-manik bulat dengan ukuran kurang dari 5 mm. Materi plastik ini biasa digunakan sebagai zat aditif bagi berbagai produk sehari-hari seperti scrub wajah, pembersih wajah dan tangan, serta pasta gigi dan berfungsi untuk memberi tekstur, berperan sebagai bulking agent, membuat produk menjadi lebih tahan lama, atau sekadar menambah nilai estetika bagi produk tersebut.

Saat ini, penggunaan microbeads sudah dilarang di beberapa negara di dunia, contohnya Kanada, Perancis, Selandia Baru, Swedia, Taiwan, Inggris, Belanda, dan lain-lain. Hal ini dikarenakan efek yang ditimbulkan terhadap ekosistem laut dan air tawar.

Ketahanan plastik sebagai bahan utama microbeads membuatnya sangat resisten terhadap degradasi (non-biodegradable) sehingga dapat masuk ke badan air secara utuh. Ukurannya yang kecil menyebabkan sangat mudah tertelan biota di air (dari ikan kecil, amfibi, kura-kura, sampai hewan mamalia berukuran besar) yang berujung pada masuknya microbeads ke dalam jaring-jaring makanan ekosistem perairan. Selain itu, materi plastik ini juga dapat tertelan oleh larva serangga dan burung.

Microbeads yang masuk ke dalam jaring-jaring makanan kemudian terakumulasi di sel-sel maupun jaringan pada biota air. Hal ini dapat menyebabkan efek biologis yang buruk. Zat-zat beracun dapat terbentuk ketika berpindah dari satu organisme ke organisme lain, contohnya DDT. Ketika biota laut yang terkontaminasi ini dikonsumsi oleh manusia, efeknya pun akan sampai ke manusia. Materi plastik ini dapat menyebabkan perubahan pada susunan kromosom yang dapat berujung pada infertilitas, obesitas, dan kanker.

Maka dari itu, sebaiknya penggunaan produk yang mengandung microbeads dihindari. Selain efeknya yang beracun pada biota di air tawar maupun laut, materi plastik ini juga sangat berbahaya bagi manusia. Jika bukan kita yang memulai untuk berhenti menggunakan produk dengan “si kecil” ini, siapa lagi?

Referensi

  1. Sharma S, Chatterjee S. Microplastic pollution, a threat to marine ecosystem and human health: a short review. Environ Sci Pollut Res Int. 2017 Sep [cited 2019 Apr 8];24(27):21530-21547.
  2. Schneiderman ET. Unseen threat: how microbeads harm New York waters, wildlife, health and environment [Internet]. New York State Attorney General. 2016 Dec 1 [cited 2019 Apr 8]. Available from: https://ag.ny.gov/pdfs/Microbeads_Report_5_14_14.pdf
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr