Kesalahan memberikan pertolongan pertama justru dapat membahayakan nyawa. Bagaimana melakukan pertolongan pertama pada kondisi batuk darah?

Batuk Darah - Tanpa Capt

Batuk darah atau dalam dunia medis disebut hemoptisis merupakan salah satu kondisi yang cukup sering terjadi di kehidupan sehari-hari. Kondisi ini terjadi karena pecahnya pembuluh darah yang terdapat pada saluran pernapasan. Seringkali batuk darah tertukar dengan muntah darah. Muntah darah terjadi karena pecahnya pembuluh darah pada saluran saluran pencernaan. Muntah darah dapat dibedakan dari batuk darah dengan adanya makanan pada darah dan warna darah yang umumnya hitam pekat seperti bubuk kopi.

Pembuluh darah yang pecah umumnya berasal dari bagian paru akibat infeksi, seperti tuberkulosis dan bronkitis, atau bukan infeksi, seperti kanker paru dan masuknya benda asing (kacang atau mainan) yang melukai saluran pernapasan. Batuk kuat terus-menerus pun dapat menyebabkan iritasi dari saluran pernapasan sehingga terjadi batuk darah. Warna darah yang keluar pada batuk darah bervariasi, seperti merah kental, merah terang, dan merah muda. Keluarnya darah dapat disertai busa atau lendir.

Jangan panik ketika kamu atau orang sekitarmu mengalami batuk darah. Kamu dapat melakukan tindakan pertolongan pertama berikut.

Posisikan setengah duduk

Pengidap harus diposisikan setengah duduk. Posisi ini membantu pengidap bernapas. Pengidap tidak boleh diposisikan berbaring apalagi tengkurap karena justru akan menyulitkan bernapas dan menyebabkan darah tidak dapat keluar.

Jangan tahan batuk

Karena panik, terkadang pengidap justru menahan batuk. Hal ini berbahaya karena dapat menyebabkan darah terkumpul dan merendam paru sehingga pengidap semakin sulit bernapas. Batuk merupakan respon tubuh mempertahankan kondisi paru lainnya yang masih baik. Bila perlu, tampung darah yang keluar saat batuk.

Cari pertolongan

Segera bawa pengidap ke IGD bila kondisi ini terjadi terus menerus dan dalam jumlah yang banyak. Pengidap dapat kehilangan kesadaran hingga kematian akibat berkurangnya darah pada aliran tubuh dalam jumlah yang banyak. Kamu dapat menghubungi ambulans di 118 dan 119, atau kamu dapat menelepon rumah sakit terdekat. Biasanya, fasilitas umum,seperti stasiun dan kotak telepon umum, memajang nomor telepon rumah sakit terdekat.

Nah, sekarang kamu sudah tahu bagaimana pertolongan pertama yang dapat dilakukan bila menghadapi batuk darah. Terus perluas wawasanmu terkait pertolongan pertama di situasi-situasi lain karena langkah kecil yang kamu lakukan dapat menyelamatkan nyawa orang lain.

 

Referensi

Earwood JS. Hemoptysis: Evaluation and management. Am Fam Physician. 2015;91(4):243-9

 

Dewi Anggraeni
Desk Produksi
Media Aesculapius
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr