“Penyakit jantung bawaan adalah kelainan jantung sejak lahir yang terkadang dapat memberikan tampakan dan terkadang tidak. Sayangnya, PJB yang tidak memberikan tampakan kadang baru terlihat gejalanya ketika sudah parah. Pemeriksaan dini dan tatalaksana secepat mungkin diperlukan agar keadaan dikemudian hari menjadi lebih baik.”

Penyakit jantung bawaan (PJB) adalah kelainan struktur jantung yang sudah ada sejak lahir. PJB terjadi karena tidak sempurnanya pembentukkan jantung, baik itu bagian dinding sekat, katup, maupun pembuluh darah besar (vena dan aorta). Kelainan yang terbentuk akan memengaruhi aliran darah dalam jantung. Kategori PJB berdasarkan tampakan bayi menjadi biru (sianosis) atau tidak (asianosis) tergantung kepada oksigen yang masuk ke jaringan. PJB yang paling sering terjadi adalah Ventricular Septal Defect (VSD) dan Atrial Septal Defect (ASD) yang termasuk kategori asianosis. VSD dan ASD akan membuat aliran darah dari ruang jantung kiri (kaya akan oksigen) masuk ke ruang jantung kanan (kaya akan karbondioksida).

f28-02-9780323596480

Gambar 1. Defek Septum Ventrikel

Sumber: Conn’s Current Therapy

Ventricula Septal Defect (VSD) adalah kelainan berupa terdapatnya lubang pada dinding sekat antar ventrikel (bilik) jantung. Pada bayi baru lahir, VSD jarang terdiagnosis karena gejala yang timbul tidak langsung terlihat. Pada sebagai besar kasus, VSD baru terdiagnosis setelah beberapa bulan sejak kelahiran atau bahkan ketika beranjak dewasa bergantung dengan ukuran lubang pada dinding sekat. Semakin besar lubang, semakin dini suara jantung tidak normal dapat terdengar.

f28-01-9780323596480

Gambar 2. Defek Septum Atrium

Sumber: Conn’s Current Therapy

Atrial Septal Defect (ASD) juga merupakan kelainan berupa lubang, bedanya dengan VSD yaitu terjadi pada dinding sekat antar atrium (serambi) jantung. ASD sering tidak menunjukkan gejala-gejala pada awal kehidupan sehingga gejala baru terlihat pada usia dewasa ketika sudah menjadi parah. Tidak seperti VSD, ASD tidak memberikan suara jantung tidak normal. Meskipun begitu, tetap terdapat suara jantung tidak normal dikarenakan banyaknya aliran darah melalui katup jantung.

Keparahan dan pengobatan ASD dan VSD biasanya tergantung kepada ukuran lubang. Umumnya, ukuran lubang yang kecil (diameter <0,5 cm) memiliki prognosis yang baik. Hal ini dikarenakan lubang yang kecil dapat menutup seiring berjalannya waktu. Akan tetapi, lain halnya jika lubang berukuran besar (diameter >2 cm). Lubang besar tidak dapat menutup sepenuhnya sehingga memerlukan operasi untuk menutup lubang.

Tatalaksana penutupan lubang sebaiknya dilakukan sedini mungkin ketika bayi sudah cukup usia untuk operasi. Lubang yang tidak ditutup akan menyebabkan volume darah di ruang jantung kanan bertambah sehingga jantung kanan akan beradaptasi dengan membesarkan otot-ototnya. Jika sudah terjadi, darah yang tadinya bocor dari kiri ke kanan akan berubah arah alirannya menjadi dari kanan ke kiri. Hal ini akan membuat darah yang kaya karbondioksida tersebar ke seluruh tubuh sehingga dapat menyebabkan kerusakan berbagai organ dan gagal jantung. Oleh karena itu, penyakit jantung bawaan, terutama yang tidak menampakan bayi biru, perlu diperhatikan agar dikemudian hari tidak terjadi hal yang lebih buruk.

Referensi:

  1. Mann DL, Chakinata M. In: Loscalzo J. Harrison’s cardiovascular medicine. 2nd Philadelphia: McGraw-Hill Education; 2013
  2. Lange RA, Cigarroa JE. In: Kellerman RD, Rakel DP, editors. Conn’s current therapy. Philadelphia: Elsevier; 2019
  3. Basman CL, Lebrun S. In: Ferri FF, editor. Ferri’s clinical advisor 2019. Philadelphia: Elsevier; 2019
FKUI 2017
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr