Pengobatan stroke diibaratkan pasukan khusus yang berpacu dengan waktu untuk menjinakkan bom. Terlambat selangkah, nyawa melayang. Time is life.

Penderita stroke masih memiliki harapan untuk pulih bila segera mendapat penanganan dalam periode emas. Periode emas dihitung dari gejala stroke pertama kali muncul hingga 4,5 jam berikutnya. Pemeriksaan hingga pengobatan dapat memakan waktu 2,5 jam sehingga penderita harus segera sampai rumah sakit dalam waktu kurang 2 jam. Bila terlambat, kondisi penderita dapat bertambah parah, seperti berisiko kelumpuhan permanen hingga kematian.

Periode Emas Stroke

Di rumah sakit, penderita akan menjalani serangkaian pemeriksaan. Dokter akan menanyakan kepada pasien atau keluarga terutama terkait waktu pertama kali gejala muncul. Informasi ini diperlukan oleh dokter untuk menentukan terapi yang diperlukan penderita. Selain itu, dokter akan menanyakan gejala-gejala apa saja, apakah terjadi perburukan dari pertama kali muncul, dan aktivitas penderita ketika gejala tersebut timbul. Hal ini diperlukan oleh dokter untuk menentukan penyebab penyakit. Dokter juga akan menanyakan riwayat penyakit penderita dan keluarga sebelumnya untuk menegakkan penyakit, menentukan pemeriksaan penunjang, dan edukasi penderita. Setelah itu, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik umum dan saraf untuk mengonfirmasi cerita dan kondisi penderita.

Untuk benar-benar memastikan jenis stroke diperlukan pemeriksaan CT scan. Kesalahan diagnosis dapat berakibat fatal, bahkan merenggut nyawa penderita. Dalam kondisi ini cerita penderita atau keluarga memegang 90% peran ketepatan diagnosis.

Mitos atau fakta: Tusuk jarum dapat menyembuhkan stroke

Salah satu penyebab keterlambatan penanganan penyakit ini adalah upaya menyembuhkan penyakit dengan metode-metode alternatif sebelum berobat ke rumah sakit. Mitos yang sempat populer adalah tusuk jarum pada telinga, jari kaki, atau jari tangan dapat menyembuhkan penyakit ini. Pernyataan ini tidak sesuai dengan penyebabnya, yaitu sumbatan atau perdarahan pembuluh darah otak, bukan pada pembuluh darah anggota tubuh lain. Selain itu, tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa tusuk jarum dapat membuka sumbatan atau menghentikan perdarahan otak. Selain itu, tindakan ini dapat meningkatkan risiko infeksi yang justru menambah masalah baru.

Mitos fakta tusuk jarum pada stroke

Mitos atau fakta: Bila gejala sudah hilang, tidak perlu berobat ke rumah sakit

Terkadang, gejala-gejala yang mengarah kepada stroke dapat hilang sebelum 24 jam sehingga penderita atau keluarga menjadi lengah. Padahal, pada kasus ini perlu dicurigai kondisi Transient Ischemic Attack (TIA). Sekitar 2-17% penderita TIA mengalami serangan ulang dalam waktu 90 hari. Data lain menunjukkan satu dari lima penderita TIA mengalami stroke, serangan jantung, atau meninggal dalam waktu satu tahun. Oleh karena itu, meskipun gejala menghilang, penderita tetap perlu berobat ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan mendapat tindakan pencegahan terserang penyakit terkait di kemudian hari.

Mitos fakta TIA pada stroke

Stroke dapat diobati bila mendapat penanganan secara cepat dan tepat. Meskipun begitu, tetap yang terbaik adalah mencegah daripada mengobati.

 

Referensi:

  1. Kemenkes. Stroke [internet]. 2017 [cited 2019 Juli 16]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/informasi-p2ptm/stroke
  2. Aninditha T, Wiratman W. Buku Ajar Neurologi. 1st ed. Tangerang: Penerbit Kedokteran Indonesia; 2017.
  3. Hill MD, Coutts SB. Preventing stroke after transient ischemic attack. CMAJ. 2011;183(10):1127-8
Dewi Anggraeni
Desk Produksi
Media Aesculapius
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr