Obesitas bukan hanya masalah penampilan, yang lebih penting, obesitas menjadi sumber dari berbagai masalah kesehatan

Sumber : https://cdn1.medicalnewstoday.com/content/images/articles/317/317546/feet-on-scales-saying-help.jpg

Sumber : https://cdn1.medicalnewstoday.com/content/images/articles/317/317546/feet-on-scales-saying-help.jpg

Obesitas terjadi karena akumulasi lemak berlebih dalam tubuh yang mengakibatkan kelebihan berat badan. Obesitas diukur menggunakan body mass index (BMI), yaitu indeks yang membandingkan berat badan dengan (kg) dengan tinggi badan dikuadratkan (m2), namun hal ini tidak berlaku bagi sebagian orang, seperti atlet dengan massa otot yang besar. Seseorang tergolong kelebihan berat badan (overweight) jika nilai BMI-nya 25 atau lebih dan tergolong obesitas jika nilai BMI-nya 30 atau lebih.

BMI, salah satu indeks yang menentukan apakah seseorang dikategorikan obesitas atau tidak. Sumber : https://www.tehrantimes.com/news/431000/65-of-Iranian-population-overweight-obese

BMI, salah satu indeks yang menentukan apakah seseorang dikategorikan obesitas atau tidak. Sumber : https://www.tehrantimes.com/news/431000/65-of-Iranian-population-overweight-obese


Kasus Obesitas di Indonesia dan Dunia

Obesitas menjadi salah satu masalah kesehatan di dunia. Jika sebelumnya obesitas menjadi permasalahan di negara maju, kini obesitas menjadi permasalahan bagi negara berkembang dan terbelakang. Menurut WHO , pada tahun 2016, diperkirakan sebanyak 1,9 milyar atau 39% orang dewasa di atas 18 tahun mengalami overweight dan 650 juta atau 13% diantaranya mengalami obesitas. Di Indonesia, 21,8% orang dewasa mengalami obesitas dan sebanyak 31% orang dewasa mengalami obesitas sentral yang ditandai dengan perut buncit.

Faktor Penyebab
Obesitas disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor utama yang menyebabkan obesitas adalah jumlah kalori yang masuk lebih banyak daripada jumlah kalori yang digunakan. Kelebihan kalori ini disimpan oleh tubuh sebagai lemak. Penumpukan lemak yang berlebihan inilah yang dapat menyebabkan obesitas. Selain itu, terdapat beberapa jenis makanan yang cenderung meningkatkan berat badan ketimbang makanan lainnya, yaitu makanan yang memiliki kadar gula dan lemak tinggi, seperti makanan yang digoreng dan processed food.

Penyebab obesitas lainnya adalah gaya hidup yang sedenter atau kurang aktif bergerak. Hal ini menyebabkan kalori yang dibakar tubuh lebih sedikit. Tubuh yang kurang aktif bergerak menyebabkan kadar insulin tidak stabil yang dapat mengakibatkan terjadinya kenaikan berat badan.

Kekurangan tidur juga dapat menjadi penyebab obesitas. Ketika kurang tidur, tubuh lebih banyak memproduksi hormon Ghrelin, yaitu hormon yang menambah nafsu makan dan mengurangi produksi hormon Leptin, hormon yang mengurangi nafsu makan. Hal ini menyebabkan nafsu makan bertambah sehingga kalori yang masuk pun bertambah.

Gangguan hormon yang disebabkan oleh fruktosa juga dapat menyebabkan obesitas. Konsumsi frukotosa berlebih menyebabkan perubahan pada metabolisme energi lemak sehingga sindrom metabolik terjadi. Oleh karena itu, makanan dengan kadar fruktosa yang tinggi ,seperti minuman bersoda, krimer kopi, dan permen, sebaiknya dihindari.

Selain itu, obesitas juga dapat disebabkan oleh obat-obatan yang dikonsumsi individu. Beberapa obat , seperti anti-depresan, dapat memicu kenaikan berat badan. Beberapa faktor lainnya, seperti usia, kehamilan, berhenti merokok, keadaan sosial-ekonomi, dan genetik juga berperan dalam terjadinya obesitas pada individu.

Permasalahan yang Timbul Akibat Obesitas
Obesitas tak hanya mengurangi keindahan kosmetika seseorang, namun juga mengurangi kualitas hidup seseorang. Obesitas memicu berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, bahkan kanker, serta permasalahan mental dan sosial seperti depresi, perasaan malu akan bentuk tubuh sendiri, dan terisolasi dari lingkungan sekitar.

Mencegah dan Mengatasi Obesitas
Obesitas merupakan keadaan yang dapat dicegah. Untuk mencegah obesitas, seorang individu perlu menerapkan beberapa hal dalam kesehariannya. Yang pertama adalah mengatur pola makan dengan baik. Perlu diingat bahwa jumlah kalori yang masuk harus sama dengan jumlah kalori yang keluar sehingga seseorang perlu membatasi jumlah kalori yang masuk sesuai dengan aktivitasnya. Selain itu, menambah konsumsi sayur dan buah setiap hari dapat mencegah terjadinya obesitas. Selanjutnya adalah memperbanyak aktivitas fisik. Untuk mencegah obesitas, anak-anak perlu beraktivitas fisik sebanyak 60 menit per hari, sedangkan dewasa memerlukan 150 menit aktivitas fisik tingkat sedang dalam seminggu. Hal lain yang perlu dilakukan seseorang untuk mencegah obesitas adalah menimbang berat badan secara teratur, misalnya seminggu sekali. Terakhir, konsistensi dalam menjalankan gaya hidup yang sehat juga diperlukan untuk mencegah obesitas.

Tindakan WHO dan Kementrian Kesehatan
WHO ,sebagai organisasi kesehatan dunia, telah melakukan berbagai tindakan untuk menanggulangi obesitas. Salah satunya adalah menyusun “Global Action Plan for the Prevention and Control of Noncommunicable Diseases 2013-2020” yang salah satunya adalah mencegah peningkatan kasus obesitas secara global. Selain itu, World Health Assembly menyetujui 6 rekomendasi yang diberikan oleh Komisi Pencegahan Obesitas pada Anak yang menargetkan lingkungan obesitas dan periode kritis untuk mencegah obesitas pada anak. Di Indonesia, Kementrian Kesehatan menggagas Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) untuk mencegah penyakit-penyakit tidak menular yang mengajak masyarakat untuk tidak merokok,tidak mengonsumsi alkohol, beraktivitas fisik 30 menit per hari, mengkonsumsi sayur dan buah, serta memeriksa kesehatan secara rutin.

Sumber:

  1. Obesity [internet] . Mayo Clinic. [cited 2019 Jul 2]. Available from : https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/obesity/symptoms-causes/syc-2037574
  2. Obesity and overweight [internet]. World Health Organization. 2018 Feb 16 [cited 2019 Jul 2] . Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/obesity-and-overweight
  3. Obesity [internet]. World Health Organization. [cited 2019 Jul 2] . Available from: https://www.who.int/topics/obesity/en/
  4. Brazier Y. What is obesity and what causes it [internet]. Medical News Today. [updated 2018 Nov 2; cited 2019 Jul 2]. Available from : https://www.medicalnewstoday.com/articles/323551.php
  5. GERMAS wujudkan Indonesia sehat [internet]. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2016 Nov 15 [cited 2019 Jul 2]. Available from : http://www.depkes.go.id/article/view/16111500002/germas-wujudkan-indonesia-sehat.html
Hello! I’m Amanda, 18yo and a medical student.
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr