Meski terdengar sepele, tersedak dapat menyebabkan kematian, terutama pada bayi dan anak-anak

Sumber gambar: http://www.kidzaid.com.au/choking/

Sumber gambar: http://www.kidzaid.com.au/choking/

Tersedak merupakan hal yang umum terjadi pada semua kalangan usia, termasuk pada bayi dan anak-anak. Pada kelompok usia ini, tersedak dapat menjadi fatal apabila tidak ditangani dengan tepat. Ya, tersedak merupakan salah satu faktor yang menyebabkan cedera bahkan kematian pada bayi dan anak. Lantas, apa yang menyebabkan tersedak, yang seringkali dianggap sepele, dapat berakibat fatal pada bayi dan anak-anak?

Bayi dan anak-anak memiliki saluran pernapasan yang lebih kecil dari orang dewasa. Hal ini menyebabkan saluran pernapasan pada bayi dan anak lebih mudah tersumbat. Selain itu, kemampuan mengunyah dan menelan bayi dan anak-anak juga masih dalam tahap perkembangan sehingga makanan seringkali ditelan sebelum melewati proses pengunyahan yang sempurna. Makanan ini dapat masuk ke saluran pernapasan dan menyebabkan terjadinya tersedak. Hal lain yang menyebabkan kasus ini sering terjadi pada bayi dan anak-anak adalah mereka masih belajar mengeksplorasi lingkungannya. Salah satu caranya adalah dengan memasukan objek-objek ke dalam mulut mereka. Jika tidak diawasi, bayi dan anak-anak dapat menelan objek tersebut dan menyebabkan tersedak. Kondisi-kondisi kesehatan tertentu pada anak, seperti trauma pada otak, menambah resiko terjadinya tersedak pada anak.

Menangani Tersedak pada Bayi dan Anak-Anak

Sebagai kasus yang umum terjadi pada bayi dan anak-anak, orang tua atau pengasuh hendaknya mengetahui langkah-langkah pertolongan pertama tersedak pada bayi dan anak-anak. Berikut adalah hal-hal yang perlu dilakukan dalam menangani bayi dan anak yang tersedak.

Pertama-tama, Anda harus mengetahui ciri-ciri anak yang mengalami tersedak. Apabila tiba-tiba anak batuk secara terus menerus , tidak dalam keadaan sakit, dan memiliki kebiasaan memasukan objek ke dalam mulutnya, kemungkinan besar anak sedang mengalami tersedak. Jika objek yang membuat anak tersedak memungkinkan untuk diambil, cobalah untuk mengambilnya. Apabila tidak memungkinkan, mintalah anak untuk terus batuk agar objek terdorong ke luar. Kesadaran anak juga harus diperhatikan. Apabila anak tidak sadar, baringkan tubuh anak pada permukaan yang keras dan datar, lalu mintalah bantuan atau hubungi rumah sakit terdekat (dapat menghubungi 118 atau 119 untuk wilayah DKI Jakarta) dengan tetap mengawasi anak. Apabila anak masih dalam keadaan sadar, lakukanlah langkah berikut:

  • Back blows

Tindakan ini dapat dilakukan pada bayi dan anak-anak. Pertama-tama, letakkan bayi pada posisi telungkup di pangkuan Anda atau posisikan anak dengan posisi membungkuk ke depan. Setelah itu, berikan pukulan pada bagian tengah atas punggung anak menggunakan tumit dari telapak tangan sebanyak lima kali. Apabila belum berhasil, lakukan tindakan chest thrust atau abdominal thrust.

  • Chest thrust

Tindakan chest thrust dilakukan pada bayi yang berusia di bawah satu tahun. Pertama-tama, letakan bayi pada pangkuan dengan posisi telentang. Selanjutnya, tekan bagian tengah dada bayi menggunakan dua jari dengan kedalaman sepertiga dada. Ulangi tindakan ini sebanyak lima kali.

  • Abdominal thrust

Tindakan ini dilakukan pada anak berusia satu tahun ke atas. Pertama-tama, berdiri atau berlututlah di belakang anak (anak dalam posisi berdiri). Selanjutnya, letakkan lengan Anda di bawah lengan anak dan lingkarkan kedua lengan Anda dengan posisi tergenggam pada perut bagian atas anak (di antara pusar dan tulang rusuk anak). Lalu, tarik tubuh Anak sekuat-kuatnya ke belakang. Ulangi tindakan ini sebanyak lima kali dan pastikan Anda tidak melakukan tindakan ini pada bagian bawah tulang rusuk anak karena dapat menyebabkan cedera.

Pertolongan pertama pada tersedak. Sumber : https://www.amazon.com/Choking-First-Aid-Poster-Instructions/dp/B07BYGXB5M

Pertolongan pertama pada tersedak. Sumber : https://www.amazon.com/Choking-First-Aid-Poster-Instructions/dp/B07BYGXB5M

Mencegah  Tersedak pada Bayi dan Anak-Anak

Dengan pengawasan yang baik, kasus tersedak pada anak dan bayi dapat dicegah. Untuk mencegah tersedak pada bayi dan anak-anak, pengasuh hendaknya memperkenalkan makanan padat sesuai dengan usia bayi. Hal ini berkaitan dengan kemampuan motorik bayi dalam mengunyah dan menelan. Sebaiknya, bayi diperkenalkan pada makanan pada pada usia empat bulan atau lebih. Selanjutnya, awasi bayi dan anak pada waktu makan dan hindari makanan yang berisiko menyebabkan anak tersedak, seperi permen karet. Memerhatikan mainan anak juga dapat mencegah terjadinya tersedak pada anak. Berikan mainan pada anak sesuai dengan petunjuk umur yang tertera pada mainan. Terakhir, letakan objek-objek berbahaya, seperti baterai, di luar jangkauan anak-anak.

Sumber :

  1. Infant choking: how to keep your baby safe [internet]. Mayo Clinic. 2019 May 23 [cited 2019 Jul 3]. Available from: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/infant-choking/art-20044661
  2. How to help a choking child. NHS. [updated 2018 Sep 17, cited 2019 Jul 3. Available from : https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/helping-choking-baby/
Hello! I’m Amanda, 18yo and a medical student.
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr