Beberapa drama Korea yang terkenal di Indonesia, seperti The Beauty Inside dan The Secret Life of My Secretary, memiliki tokoh utama pria yang mengidap keadaan prosopagnosia—yang umumnya sangat jarang ditemui. Prosopagnosia, atau yang umum disebut kebutaan wajah, adalah kelainan pada sistem saraf dengan gejala umum berupa ketidakmampuan seseorang untuk membedakan wajah. Kata prosopagnosia berasal dari bahasa Yunani, yang berarti “wajah” dan “tidak tahu”. Tingkat keparahan keadaan ini juga berbeda-beda—sebagian orang hanya mengalami kesulitan dalam membedakan wajah yang familiar, sebagian orang lainnya tidak dapat membedakan wajah orang, dan sebagian orang lainnya bahkan tidak dapat membedakan wajah dengan barang lainnya.

Sumber: Dramabeans

Sumber: Dramabeans

Mengapa bisa muncul?

Meskipun dianggap berhubungan dengan hilang ingatan, kerusakan pada penglihatan, maupun kesulitan dalam mempelajari hal, prosopagnosia sama sekali tidak berkaitan dengan hal-hal tersebut. Prosopagnosia, menurut studi-studi yang ada, adalah hasil dari abnormalitas dan kerusakan gyrus fusiformis—bagian dari otak yang mengoordinasi sistem saraf yang mengontrol persepsi dan memori wajah. Prosopagnosia dapat disebabkan oleh stroke, luka pada kepala, atau penyakit-penyakit neurodegeneratif lainnya. Selain itu, prosopagnosia juga dapat merupakan kondisi bawaan yang ada sejak lahir, yang biasanya diturunkan secara genetik. Prosopagnosia juga ditunjukkan oleh beberapa anak dengan sindrom Asperger dan autis.

Lantas, apa obatnya?

Tidak ada obat spesifik untuk mengobati prosopagnosia. Namun, peneliti sampai sekarang masih mencoba untuk mencari lebih lanjut mengenai kondisi ini dan mengembangkan temuan-temuan yang ada. Fokus tatalaksana yang diberikan oleh dokter adalah memberikan program-program training untuk meningkatkan kemampuan mengenal wajah dan menyusun strategi-strategi kompensasi.

Bagaimana masa depan orang dengan prosopagnosia?

Orang dengan prosopagnosia dapat mengalami kesulitan secara sosial—sulit membedakan anggota keluarga, teman, dan orang yang telah dikenal. Mereka juga cenderung memiliki social anxiety disorder dan menunjukkan gejala-gejala depresi. Mereka biasanya menggunakan strategi lain untuk membedakan orang, seperti memperhatikan suara, pakaian, dan/atau gerakan, meskipun tidak seefektif mengidentifikasi orang melalui wajah. Akan tetapi, strategi tersebut tidak dapat berhasil apabila bertemu dengan orang asing, orang yang mengubah tampilannya, maupun hal-hal yang tidak dapat terdeteksi oleh strategi lainnya. Sementara itu, anak yang terlahir dengan keadaan prosopagnosia tidak akan pernah mengetahui dan membedakan wajah.

 

Sumber:

  1. Prosopagnosia information page [Internet]. United States of America: NINDS; 2019 Mar [cited 2019 Jul]. Available from: https://www.ninds.nih.gov/Disorders/All-Disorders/Prosopagnosia-Information-Page
  2. Prosopagnosia (face blindness) [Internet]. United Kingdom: NHS; 2019 May [cited 2019 Jul]. Available from: https://www.nhs.uk/conditions/face-blindness
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr