Kerap dianggap meresahkan masyarakat, apakah benar alkohol hanya bersifat merusak bagi tubuh manusia?

Largest Alcohol Companies in the World

Sumber: insidermonkey
Minuman alkohol adalah minuman yang mengandung etil akohol atau etanol (C2H5OH) sebagai penyusunnya yang dihasilkan melalui proses fermentasi. Sering dikaitkan dengan hal-hal negatif, peredaran dan produksi minuman alkohol diawasi dan dikendalikan oleh pemerintah. Pada tahun 2015, DPR mengusulkan RUU tentang larangan minuman beralkohol dengan maksud melindungi masyarakat dari dampak negatif yang timbul oleh minuman beralkohol dan juga menciptakan ketertiban di masyarakat dari gangguan yang ditimbulkan oleh peminum minuman beralkohol. Lantas bagaimanakah efek alkohol terhadap tubuh manusia?

Konsumsi alkohol dapat menyebabkan berbagai kondisi medis yang serius. Contohnya adalah dengan menyebabkan penyakit infeksius, kanker, serta penyakit pankreas. Selain itu, alkohol juga menyebabkan perubahan kepribadian yang dapat menyebabkan agresi berlebihan dan dalam kasus ekstrem bisa berujung pada pembunuhan.

Penyalahgunaan alkohol dapat menyebabkan gangguan fungsi sel imun seperti sel T, sel B, dan sel pembunuh. Sel-sel ini dalam kondisi normal berperan dalam mengeliminasi partikel asing. Bila terjadi gangguan fungsi pada sistem imun, maka tidak ada pertahanan tubuh terhadap agen infeksius sehingga dapat terjadi penyakit.

Konsumsi alkohol berlebihan juga dapat menyebabkan kanker melalui berbagai mekanisme. Misalnya adalah dengan mengganggu penyerapan nutrisi di usus dan juga mengganggu fungsi metabolisme. Berkurangnya asupan dan metabolisme vitamin B12 dan vitamin B6 dapat menyebabkan gangguan pada mekanisme aktivitas DNA pada sel. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya mutasi yang menyebabkan kanker.

Ethanol, susunan penyusun minuman beralkohol, dapat merusak pankreas karena ethanol bersifat racun terhadap sel pankreas. Ethanol akan diproses menjadi spesi oksigen reaktif, suatu senyawa organik yang dapat merusak sel. Selain itu, ethanol juga dapat menyebabkan gangguan pada pankreas dengan cara menyumbat saluran pankreas.

Bahaya minuman beralkohol lainnya adalah gangguan fungsi psikologis. Alkohol menyebabkan terjadinya perubahan mekanisme komunikasi antar sel saraf yang menyebabkan seseorang kehilangan rasa takut atas konsekuensi sosial dan aturan hukum yang berlaku akibat tindakannya. Selain itu alkohol juga menyebabkan gangguan fungsi kognitif yang menyebabkan seseorang mengalami emosi yang tidak stabil dan kehilangan kemampuan dalam menyelesaikan masalah.

Namun ternyata di balik kerugiannya, alkohol juga bisa menguntungkan pengonsumsinya. Konsumsi wine dalam jumlah yang moderat, yakni 1-2 gelas per hari ternyata mengurangi resiko atas stroke iskemik, kondisi dimana pasokan darah di otak terganggu akibat adanya sumbatan di pembuluh darah. Selain itu, suatu penelitian juga menyatakan konsumsi alkohol hingga 30 gram per hari dapat meningkatkan fungsi hormon insulin pada wanita, sehingga dapat menghalau penyakit diabetes tipe 2 dan penyakit jantung dan pembuluh darah. Berbanding terbalik dengan bila dikonsumsi secara berlebihan, konsumsi alkohol dalam jumlah rendah juga ternyata dapat menstimulasi kerja sistem imun, sehingga tubuh lebih aman terhadap infeksi.

Ternyata walaupun minuman beralkohol sering mendapat cap negatif, masih terdapat keuntungan dari mengonsumsi alkohol. Garis tipis yang membedakan apakah minuman alkohol akan memberikan keuntungan atau kerugian bagi tubuh kita adalah bagaimana kita mengonsumsinya. Selama kita bijaksana dalam mengonsumsi alkohol tentunya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Sumber:

DPR RI. Rancangan undang-undang republik indonesia tentang larangan minuman beralkohol [Internet]. Jakarta: DPR RI; 2015 Jun 1 [cited 2019 Jul 30]. Available from: http://www.dpr.go.id/doksileg/proses2/RJ2-20150626-022127-5059.pdf

Presiden Republik Indonesia. Peraturan presiden republik indonesia nomor 74 tahun 2013 tentang pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol. Jakarta: Presiden Republik Indonesia; 2013.

Rehm J. The risks associated with alcohol use and alcoholism. Alcohol Res Health. 2011;34(2):135-43

Romeo J, Warnberg J, Marcos A. Drinking pattern and socio-cultural aspects on immune response: an overview. Proc Nutr Soc. 2010;69(3):341-6

Irving HM, Samokhvalov AV, Rehm J. Alcohol as a risk factor for pancreatitis. A systematic review and meta-analysis. JOP. 2009 Jul 6;10(4):387-92

Rehm J, Room R, Graham K, Monteiro M, Gmel G, Sempos CT. The relationship of average volume of alcohol consumption and patterns of drinking to burden of disease: an overview. Addiction. 2003 Sep;98(9):1209-28

Boffetta P, Hashibe M. Alcohol and cancer. Lancet Oncol. 2006;7:149-56

Standridge J, Zylstra RG, Adams SM. Alcohol consumption: an overview of benefits and risks. South Med J. 2004 Jul;97(7):664-72

LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr