Tak diketahui orang banyak, blue light menyerang tubuh manusia tanpa disadari

Sumber: Pamper.my

Perhatikan sekitar Anda. Berapa banyak orang yang terfokus pada layar gawai mereka. Sekarang pun Anda sekarang sedang membaca ini melalui perangkat elektronik. Tanpa diketahui, Anda dan banyak orang lainnya terpapar blue light yang dapat menimbulkan efek serius bagi kesehatan manusia.

Apa itu blue light? Blue light adalah cahaya dengan panjang gelombang 415 nm hingga 455 nm. Pada rentang tersebut, blue light memiliki energi yang tinggi dan dapat merusak mata. Penetrasi secara langsung terhadap retina dapat menyebabkan kerusakan fotokimia yang berperan dalam proses penglihatan permanen.

Paparan blue light terhadap lensa mata dalam intensitas yang tinggi juga dapat menyebabkan katarak. Lensa mata terdiri atas protein yang memproduksi pigmen kuning yang berfungsi untuk menyerap cahaya yang masuk. Bila terdapat paparan blue light dengan intensitas yang melebihi kapasitas penyerapan lensa mata, maka akan terjadi pengurangan transparansi dan perubahan warna pada lensa mata yang kemudian akan berkembang menjadi katarak. Blue light juga dapat menyebabkan katarak dengan cara lain, yakni menginduksi produksi spesi oksigen reaktif pada mitokondria sel epitel lensa mata yang dapat menyebabkan katarak.

Selain itu, paparan blue light dalam intensitas berlebihan dikenal dapat mengganggu ritme sirkadian. Ritme sirkadian merupakan suatu “jam biologis” pada manusia yang berfungsi untuk mempertahankan homeostasis (keseimbangan) tubuh manusia. Blue light dapat menstimulasi sekresi hormon melatonin pada kelenjar pineal.

Dalam intensitas tertentu, blue light yang masuk ke mata dapat meregulasi ritme sirkadian. Namun bila jumlahnya berlebihan, khususnya saat malam hari dimana melatonin diproduksi secara maksimal, blue light dapat menstimulasi otak untuk menghentikan pembuatan melatonin. Sebaliknya, justru otak distimulasi untuk menghasilkan kortikosteroid yang menyebabkan penurunan kualitas tidur.

Lantas bagaimanakah kita menghindarkan diri dari bahaya blue light? Tentunya adalah dengan menjauhi sumber blue light itu sendiri, yakni lampu LED, layar televisi, telepon pintar, dan juga alat elektronik lainnya. Namun sekarang ini beberapa produsen alat elektronik membekali produknya dengan fitur night light, yang berfungsi untuk mengubah monitor untuk mengurangi pancaran blue light dan diganti dengan warna yang lebih “hangat” yang lebih aman bagi mata kita.

Sumber:

Zhao Z, Zhou Y, Tan G, Li J. Research progress about the effect and prevention of blue light on eyes. Int J Ophthalmol. 2018 Dec;11(12):1999-2003

Hatori M, Gronfier C, Van Gelder RN, Bernstein PS, Carreras J, et al. Global rise of potential health hazards caused by blue light-induced circadian disruption in modern aging societies. NPJ Aging Mech Dis. 2017;3:9

Alhola P, Polo-Kantola P. Sleep deprivation: impact on cognitive performance. Neuropsychiatr Dis Treat. 2007 Oct;3(5):553-67

LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr