Teknologi pelacak diri bukti kemajuan zaman   

 

activity-tracker

 

src: invella.com

 

 

Perangkat pelacak aktivitas yang dapat digunakan (activity/fitness tracker devices) merupakan perangkat yang dapat melacak aktivitas tubuh kita ketika digunakan. Seiring majunya zaman, perangkat-perangkat ini bukanlah suatu barang yang asing lagi dan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai aktivitas dapat dideteksi menggunakan perangkat-perangkat ini, seperti jumlah langkah kaki, lama berlari, waktu tidur, dan lain-lain.

Perangkat ini menggunakan sensor-sensor yang akan mendeteksi aktivitas yang dilakukan seseorang. Dengan berbagai parameter yang sudah ditentukan, hasil pelacakan biasanya akan dianalisis dan ditampilkan dengan berbagai grafik menarik di dalam aplikasi pendampingnya.   Beberapa aplikasi menjanjikan dengan melacak aktivitas sehari-hari dapat membuat seseorang menjadi lebih sehat. Ditambah lagi beberapa perusahanan asuransi kesehatan sudah mulai menggunakan perangkat-perangkat ini dalam paket asuransi mereka.

Kalau begitu, seberapa akuratkah perangkat-perangkat tersebut?

Perangkat pelacak aktivitas dapat dipakai di berbagai tempat pada tubuh, seperti kaki, pinggang, lengan atas, dan pergelangan tangan. Biasanya, perangkat-perangkat tersebut dilengkapi oleh triaksial accelerometer yang dapat mengukur jumlah langkah kaki, kecepatan langkah, hingga jarak yang ditempuh. Dengan berbagai sensor lainnya, satu perangkat pelacak juga biasanya dapat mengukur beragam parameter, seperti kecepatan detak jantung ataupun kualitas tidur.

Dalam hal ini, ketelitian atau akurasi akan menggambarkan kesesuaian aktivitas yang dilakukan pengguna dengan hasil yang berhasil dilacak. Berbagai penelitian sudah pernah dilakukan untuk mengukur ketelitian perangkat-perangkat tersebut berdasarkan standar ketelitian yang dikeluarkan oleh Consumer Technology Association (CTA). Banyak merek perangkat pun dianggap sudah cukup baik dalam hal ketelitian, walaupun memang belum terdapat perangkat yang memenuhi standar ketelitian hingga 100%.

Lalu, adakah manfaatnya bagi kesehatan?

Ya, perangkat-perangkat tersebut dapat bermanfaat bagi kesehatan walaupun secara tidak langsung. Pertama, perangkat-perangkat tersebut membuat kita mengetahui apakah olahraga atau aktivitas yang kita lakukan tergolong cukup atau tidak, yaitu dengan melakukan ‘self-monitoring’. Sebagai contoh, seseorang dapat mengetahui apakah dia sudah melakukan aktivitas sesuai saran dari pedoman aktivitas fisik yang ada, yakni orang dewasa harus melakukan aktivitas fisik minimal 150 menit aktivitas fisik sedang atau 75 menit aktivitas berat setiap minggunya. Dengan begitu, seseorang dapat termotivasi untuk memenuhi aktivitas fisik sesuai standar yang ada.

Selain itu, berbagai fitur di dalam aplikasi perangkat tersebut akan semakin memberikan dampak positif bagi penggunanya. Fitur tantangan-tantangan, goal setting, feedback, hingga hadiah merupakan contoh fitur-fitur yang dapat dimunculkan dalam aplikasi pelacak aktivitas. Fitur-fitur tersebut dapat mendorong seseorang semakin termotivasi untuk menyelesaikan tantangan ataupun hal lainnya dan akan mendorong seseorang semakin termotivasi untuk beraktivitas.

Dengan demikian, perangkat-perangkat pelacak aktivitas sebenarnya dapat menjadi salah satu rekomendasi dalam mendorong hidup sehat. Walaupun begitu, tetaplah diperlukan niat awal terlebih dahulu untuk menjalankan hal tersebut. Dengan ditambah dengan komitmen dan konsistensi, gaya hidup yang sehat dapat dijalankan oleh siapapun.

 

Daftar Pustaka:

  1. Stiglbauer B, Weber S, Batinic B. Does your health really benefit from using a self-tracking device? Evidence from a longitudinal randomized control trial. Elsevier. 2019 Jan: 131-139.
  2. Bunn JA, Jones C, Oliviera A, Webster MJ. Assessment of step accuracy using the Consumer Technology Association standard. J.sports Sci. 2019; 37(3): 131-139.
  3. Kingsley MIC, Nawarante R, O’Halloran PD, Montoye AHK, Alahakoon D, De Silva D, et al. Wrist-specific accelerometry methods for estimating free-living physical activity. J Sci Med Sport. 2019: 677-683.
  4. Sloan RA, Kim Y, Sahasranaman A, Riemenschneider FM, Biddle SJH, Finkelstein EA. The influence of a consumer ‑ wearable activity tracker on sedentary time and prolonged sedentary bouts : secondary analysis of a randomized controlled trial. BMC Res Notes [Internet]. 2018;1–6.
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr