Ada hal menarik dari kejadian mati listrik massal yang terjadi pada 4 Agustus 2019 tempo hari. Hal menarik itu datang dari kaum hawa khususnya para ibu yang sedang menyusui anak mereka dengan ASI. Mereka khawatir bagaimana dengan kondisi ASI yang mereka simpan di dalam kulkas. Seperti yang kita tahu, jika listrik padam salah satu hal yang cukup menimbulkan keresahan adalah padamnya aliran lsitrik kulkas sehingga sistem pendingin yang tidak bekerja akan berpengaruh pada kondisi bahan makanan yang disimpan di dalamnya. Terlebih lagi pemadaman listrik selama berjam-jam. Namun, seberapa besarkah dampak mati kulkas terhadap ASI simpanan?

Selayang pandang ASI

Seperti yang kita tahu, pemberian ASI memiliki segudang manfaat baik bagi bayi ataupun si ibu. Kandungan bukan hanya nutrisi makro dan mikro, melainkan juga bahan-bahan biologis termasuk di dalamnya antibodi untuk kekebalan tubuh bayi membuat ASI tidak dapat tergantikan oleh susu sapi atau susu formula apapun. Pemberian ASI dapat menjadi salah satu metode kontrasepsi mengingat secara fisiologis kehamilan dapat ditekan saat ibu sedang menyusui. Bahkan, penelitian menunjukkan manfaat ASI bagi ibu tidak hanya sebatas menunda kehamilan, ASI dapat mencegah terjadinya kanker payudara. Sebegitu pentingnya hingga WHO menjadikan tanggal 1-7 Agustus ai pekan ASI internasional demi meningkatkan kesadaran betapa pentingnya peran ASI bagi bayi, ibu, dan hubungan keduanya.

Bagaimana menyimpan ASI?

Menyimpan ASI sudah menjadi praktik yang umum di masyarakat. Tentu, tersedianya metode menyimpan (mengawetkan) ASI membuat orang-orang lebih memilih cara ini dibandingkan menggunakan susu formula. Akan tetapi, penyimpanan ASI harus dilakukan dengan benar dimulai dari persiapan pengambilan ASI hingga penyimpanan dengan mempertimbangkan volume ASI, temperatur saat pemerasan, perubahan temperatur di dalam kulkas dan freezer, dan kebersihan. Selama penyimpanan dilakukan sesuai dengan panduan, kualitas ASI akan tetap terjaga meskipun perubahan komposisi akan tetap terjadi. Perlu dipahami, penyimpanan di rumah Anda akan sangat berbeda dengan di rumah sakit (neonatal intensive care unit/NICU) mengingat Anda tidak mungkin memiliki freezer -80oC yang berdasarkan penelitian adalah metode penyimpanan terbaik. Bahkan sangat sedikit NICU dengan freezer -80oC. Penyimpanan ASI di rumah Anda dapat dilakukan pada suhu ruang (25oC), kulkas (4oC) maupun freezer (-20oC) dengan efek berbeda-beda dari segi lama penyimpanan hingga kualitas. Tabel di bawah ini menujukkan bagaimana panduan penyimpanan ASI.

Tabel Panduan Penyimpanan ASI

Lokasi dan suhu penyimpanan

Jenis ASI

Suhu ruang (25oC)

Kulkas (4oC) Freezer (-20oC)

Segar

>4 jam >4 hari

6 bulan (terbaik) – 12 bulan

Dicairkan 1-2 jam 24 jam

JANGAN MEMBEKUKAN ASI CAIR

Sisa menyusui

Harus digunakan dalam 2 jam, jika tidak harus dibuang

Sebelum Anda menyiapkan ASI, pastikan Anda mencuci tangan dengan benar hingga bersih dan membersihkan peralatan (kit pompa dan container). Container dapat berupa botol minum dengan tutup rapat jika Anda tidak memiliki kantung ASI. Namun, hindari bahan plastik dengan tanda recycle 7 karena mengandung BPA yang tidak aman untuk bayi. Pastikan Anda mengekstrak ASI secukupnya (2-4 ons) agar tidak mubazir dan sisakan sedikit ruang dalam container untuk ASI yang disimpan di freezer. Jangan lupa untuk memberikan label tanggal ASI disiapkan. Jika Anda ingin menggunakan, gunakan dari yang paling lama disimpan.

Image result for freezed breast milk

ASI yang disimpan di dalam kulkas;
sumber: https://www.verywellfamily.com/layering-frozen-breast-milk-431754

Bagaimana kandungan ASI simpanan?

Banyak penelitian menunjukkan beberapa kandungan ASI akan menurun saat disimpan. Garcia-Lara dkk. menuturkan bahwa makronutrien seperti kandungan lemak dan energi (kalori) secara signifikan menurun dalam percobaannya selama 90 hari menyimpan ASI dalam suhu -20oC. penurunan paling besar terjadi pada 7 hari pertama dan semakin kecil ketika sudah memasuki hari ke-30 hingga ke-90. Kandungan laktosa dan nitrogen tidak berubah signifikan. Kandungan antioksidan ASI menjadi hal yang cukup menarik. Penelitian Hanna dkk. Membandingkan susu formula dan ASI simpanan pada suhu freezer dan kulkas. Hasilnya menunjukkan penyimpanan pada suhu freezer selama 7 hari memberikan hasil antioksidan paling rendah. Bahkan kandungan antioksidan ditemukan sama besar pada penyimpanan suhu freezer selama 48 jam dan suhu kulkas selama 7 hari. Penurunan kandungan antioksidan ASI jauh lebih besar daripada susu formula. Walaupun, tetap saja kandungan antioksidan ASI jauh lebih tinggi.

Idealnya, ASI memang diberikan secara langsung (segar). Namun, banyak kondisi yang membuat hal ini sulit untuk dilakukan baik itu kesibukan ibu ataupun kondisi kesehatan dan produksi ASi yang tidak teratur. Preservasi memang mengurangi kandungan gizi dari ASI. Akan tetapi, penurunan itu tidaklah massif – meskipun secara statistic signifikan – jika  kita membandingkan dengan pemberian susu formula yang kandungan nutrisinya tidak akan mengalahkan ASI dengan segala kehebatannya. Lalu bagaimana jika mati lampu? Sejauh ini belum ada penelitian mengenai hal tersebut, tetapi mungkin Anda perlu memperhatikan beberapa hal.

Saat listrik mati, kulkas dan freezer akan mati. Suhu akan meningkat. Namun, peningkatan suhu tidak akan melebihi suhu ruang dan sangat bergantung pada berapa lamanya mati listrik. Anda dapat mencairkan ASI beku seharian pada suhu kulkas atau menggunakan air hangat. Hal yang perlu diingat adalah dalam 24 jam ASI yang dicairkan pada suhu kulkas harus digunakan, sedangkan hanya da waktu 2 jam untuk menggunakan ASI yang dicairkan pada suhu ruang. Maka satu-satunya solusi jika Anda tetap ingin menggunakan ASI simpanan di tengah mati listrik, lakukan pengecekan suhu dan kondisi ASI secara berkala. Beruntunglah jika Anda memiliki cooler bag, karena setidaknya ada 24 jam hingga Anda harus menggunakannya. Ya, berharaplah tidak ada mati lampu hingga 24 jam lebih.

Referensi:

  1. Proper storage and preparation of breast milk [Internet]. Georgia: CDC; 2019 Jun [cited 2019 Aug 5]. Available from: https://www.cdc.gov/breastfeeding/recommendations/handling_breastmilk.htm
  2. Garcia-Lara NR, Escuder-Vieco D, Garcia-Algar O, De a Cruz J, Lora D, Pallas-Alonso C. Effect of freezing time on macronutrients and energy content of breastmilk. Breastfeed Med. 2012 Aug; 7(4): 295-301.
  3. Hanna N, Ahmed K, Anwar M, Petrova A, Hiatt M, Hegyi T. effect of storage on breast milk antioxidant activity. ADC Fetal & Neonatal. 2004; 89: F518-20.
  4. Jobe AH. Storing human milk. The Journal of Pediatrics. 2010 Jan; 156(1): A2.
Use No Limitation As Limitation
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr