Proses persalinan memang berat, terutama bagi ibu. Seorang ibu harus banyak berkorban jiwa dan raga demi melahirkan anaknya dengan selamat. Tapi, hal ini justru menyebabkan emosi ibu pasca bersalin menjadi tidak stabil, atau dalam dunia medis dikenal sebagai istilah “Baby Blues“.

Untuk para ibu yang belum pernah mendengar istilah tersebut, simak penjelasannya di bawah ini

1. Banyak dialami ibu-ibu pasca bersalin

Penelitian terbaru di tahun 2018 menunjukkan bahwa lebih dari setengah ibu-ibu pasca melahirkan di Indonesia didiagnosa mengalami Baby Blues. Gejala dapat muncul dalam hitungan jam hingga hari pasca persalinan. [1]

 

2. Termasuk bentuk depresi ringan

Berdasarkan klasifikasi internasional penyakit kejiwaan, penyakit ini ternyata tergolong ke dalam depresi ringan. Biasanya ibu yang mengalami fenomena ini mengaku merasakan emosi yang berubah-ubah, suka menangis tanpa sebab, lebih sensitif, cemas, tidak sabar dan kelelahan. [2, 3]

 

3. Penyebabnya belum diketahui pasti

Diduga Baby blues ini disebabkan oleh faktor biologi (seperti perubahan hormon pada ibu melahirkan) serta emosional (misalnya perasaan belum siap untuk memiliki anak). [3]

 

4. Umumnya akan hilang dengan sendirinya

Kebanyakan dari ibu yang mengalami Baby blues tidak membutuhkan pengobatan spesifik. Tapi, mereka tetapi butuh dukungan moral dari orang-orang di sekitar. [3]

 

5. Bisa berujung pada depresi hingga halusinasi

Disebutkan bahwa 1 dari 10 ibu yang mengalami Baby Blues bisa berujung pada depresi yang lebih berat. bahkan, bukan tidak mungkin depresi tersebut menimbulkan pikiran-pikiran yang tidak sehat dan mengganggu produktivitas ibu. [3]

 

Menjaga kesehatan anak memang penting, tapi kesehatan sang ibu juga penting untuk diperhatikan. Karena apabila jiwa ibu senang, anak pun tentu bisa turut merasa bahagia.

 

REFERENSI

  1. Desfanita, Misrawati, Arneliati. faktor-faktor yang mempengaruhi pospartum blues. JOM. 2015; 2(2).
  2. Manjunath NG, Venkatesh G, Rajanna. Postpartum blue is common in socially and economically insecure mothers. Indian J Community Med. 2011; 36(3): 231-233.
  3. Suryati. The baby blues and postnatal depression. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2009; 11 (2). 38-40
Lahir di Bogor pada 2 Januari 1999. Saat ini sedang menempuh perkuliahan semester 5 di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Hobi menulis dan bernyanyi.
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr