Akhir-akhir ini, banyak pemberitaan di media massa maupun media sosial mengenai bahaya sinar biru terhadap kesehatan mata. Artikel ini akan mengulas mengenai temuan ilmiah mengenai hal tersebut.

Mengenai Sinar Biru

Sinar biru merupakan gelombang cahaya dengan panjang gelombang antara 415 dan 455 nm. Gelombang tersebut memiliki energi yang tinggi dan dapat menembus lapis demi lapis mata, sehingga sampai ke retina mata. Hal inilah yang dikhawatirkan oleh banyak orang karena dapat menyebabkan kerusakan yang ireversibel.

Komponen mata

Efek Sinar Biru terhadap Kornea

Kornea merupakan lapisan terdepan mata, yang sangat tipis dan jernih. Sinar biru yang menembus kornea dapat menyebabkan kesintasan sel-sel di kornea menjadi berkurang. Selain itu, sinar ini juga meningkatkan jumlah radikal bebas pada kornea, sehingga dapat menyebabkan peradangan dan xeroftalmia (mata kering). Sinar ini juga menghambat proses regenerasi sel-sel di kornea yang telah rusak.

Efek Sinar Biru terhadap Lensa

Lensa mata merupakan komponen mata yang amat penting dalam memfokuskan obyek sehingga bayangannya dapat terjatuh di retina. Adanya kekeruhan pada lensa tentu akan mengganggu proses penglihatan. Lensa ternyata tidak hanya membantu dalam fokus penglihatan tetapi mampu menyerap sinar dengan panjang gelombang pendek, sehingga mencegah kerusakan pada retina. Akan tetapi, efek ini tentu memiliki dampak terhadap lensa sendiri. Semakin banyak paparan terhadap sinar tersebut, maka transparansi lensa akan berkurang. Hal ini tentu mempercepat progresivitas kekeruhan lensa, yang dikenal dengan katarak.

Efek Sinar Biru terhadap Retina

Retina merupakan komponen mata yang berperan penting dalam menerima bayangan. Bayangan yang jatuh di retina akan diteruskan ke otak untuk dipresepsikan. Sinar biru masih dapat menembus lapisan luar mata sehingga dapat menimbulkan kerusakan retina. Meskipun demikian, masih belum jelas mengenai efek sinar biru terhadap retina.

Sinar Biru dan Efeknya terhadap Kesehatan Mata

Dari penjelasan yang telah diterangkan sebelumnya, sinar ini memang dapat menembus lapisan-lapisan mata meskipun pendapat dari setiap studi masih belum jelas. Di sisi lain, sinar biru dapat mempengaruhi ritme sirkardian.

Efek Sinar Biru terhadap Siklus Tidur

Ritme sirkardian merupakan mekanisme tubuh untuk mengatur saat tidur dan terbangun, yang dipengaruhi oleh sekresi hormon melantonin. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa paparan terhadap sinar biru dapat mempengaruhi ritme tersebut, sehingga dapat mempengaruhi kualitas tidur.

Sebagai penutup, paparan terhadap sinar biru memang memiliki dampak terhadap tubuh, terutama ritme sirkardian. Di sisi lain, pengaruhnya terhadap kesehatan mata masih diperdebatkan. Hingga ada temuan ilmiah yang dapat membuktikan pengaruhnya terhadap kesehatan mata, ada baiknya Anda tetap mengelola waktu paparan dengan layar elektronik agar tetap dapat menjaga siklus tidur yang sehat.

Referensi:

  1. Zhao ZC, Zhou Y, Tan G, Li J. Research progress about the effect and prevention of blue light on eyes. Int J Ophthalmol 2018;11(12):1999-2003. doi: 10.18240/ijo.2018.12.20
  2. Münch M, Nowozin C, Regente J, Bes F, De Zeeuw J, Hädel S, Wahnschaffe A, Kunz D. Blue-enriched morning light as a countermeasure to light at the wrong time: effects on cognition, sleepiness, sleep, and circadian phase. Neuropsychobiology 2016;74(4):207-218.
  3. Gabel V, Reichert CF, Maire M, Schmidt C, Schlangen LJM, Kolodyazhniy V, Garbazza C, Cajochen C, Viola AU. Differential impact in young and older individuals of blue-enriched white light on circadian physiology and alertness during sustained wakefulness. Sci Rep 2017;7(1):7620.
  4. Scheuermaier K, Münch M, Ronda JM, Duffy JF. Improved cognitive morning performance in healthy older adults following blue-enriched light exposure on the previous evening. Behavioural Brain Research 2018;348:267-275.
Mahasiswa FKUI 2015
Anggota Produksi Media Aesculapius
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr