MPASI adalah makanan atau minuman selain ASI yang mengandung nutrien yang diberikan kepada bayi selama periode pemberian makanan peralihan yaitu pada usia 6 bulan atau berdasarkan indikasi medik hingga usia 24 bulan.1,2 Setelah usia 6 bulan, kebutuhan nutrisi khusus nya energi, protein, dan beberapa mikronutrien seperti zat besi (Fe), seng (Zn), dan vitamin A, tidak dapat terpenuhi hanya dengan ASI.

Pada Global Strategy for Infant and Young Child Feeding terdapat 4 syarat pemberian MPASI :

  1. Tepat waktu
  2. Adekuat
  3. Aman
  4. Tepat cara pemberian
Ilustrasi pemberian MPASI (foto : pinterest)

Beberapa orang tua terkadang kesulitan untuk menentukan pilihan antara MPASI instan atau homemade. Masih banyak anggapan jika memberikan MPASI instan sama seperti memberikan makanan cepat saji yang lekat dengan pengawet & perisa sintetik yang berbahaya untuk bayi.

Lantas, bagaimana kebenarannya?

Di Indonesia ditetapkan empat bentuk MPASI yaitu bubuk instan, produk siap masak, biskuit, dan produk siap santap. Indonesia telah menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan tujuan untuk melindungi kesehatan konsumen terutama bayi dan anak, menjamin perdagangan pangan yang jujur dan bertanggung jawab, serta mendukung perkembangan MPASI. 3

Teknologi pengolahan untuk menghasilkan masing-masing produk MPASI tersebut berbeda-beda. Teknologi pangan mempunyai peran penting pada proses pembuatan MPASI yaitu untuk menghasilkan produk yang aman dikonsumsi, mempertahankan zat gizi, meningkatkan daya cerna, menurunkan faktor anti nutrisi, dan memudahkan penyiapan atau konsumsi produk.

Bahan baku MPASI umumnya dibuat dari salah satu campuran bahan-bahan berikut dan atau turunannya : serealia (misal beras, jagung, gandum, sorgum, dan sejenisnya), umbi-umbian (misal ubi jalar, ubi kayu, kentang), bahan berpati (misal sagu, pati aren), kacang-kacangan (misal kacang hijau, kacang merah, kacang dara), biji-bijian yang mengandung minyak (misal kedelai, kacang tanah, wijen), susu, ikan, daging, unggas, buah, atau makanan lain yang sesuai.1,4,5 Bahan lain yang dapat ditambahkan seperti minyak, lemak, gula, madu, sirup gula, sayuran, buah, dan atau rempah yang sesuai untuk bayi usia 6-24 bulan. Penggunaan perisa dibatasi hanya berupa ekstrak buah alami, ekstrak vanilla, etil vanillin, dan vanillin. Kakao hanya dapat digunakan pada usia diatas 9 bulan. Pengawet dan pewarna tidak boleh digunakan dalam pembuatan produk MPASI.

1. Bubuk instan

Produk MPASI ini amatlah populer. Awalnya campuran bahan baku dihancurkan, kemudian dimasak menggunakan uap air panas dengan suhu diatas 100’c untuk ‘mematangkan’ campuran bahan baku, membunuh mikroba, menginaktifkan enzim, meningkatkan daya cerna serta menurunkan faktor anti nutrisi. Setelah itu dilanjutkan dengan proses pengeringan menggunakan pengering silinder (drum dryer). Bubuk kering yang telah digiling lalu ditambah vitamin dan mineral kemudian dikemas dalam kemasan kedap mikroba, gas, dan uap air.

2. Produk siap masak

Produk siap masak umumnya berupa pasta (mi,macaroni, spageti) yang harus dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Produk ini dibuat melalui tahapan penyiapan adonan, pencetakan, pemanasan, dan pengeringan. Produk ini biasanya dikemas bersama bumbu dan bahan pangan kering lainnya.

3. Biskuit

Produk MPASI ini dibuat untuk melatih bayi dalam memegang dan mengunyah makanan sehingga biskuit cocok untuk bayi berusia 9-12bulan. Biskuit dibuat melalui proses pemanggangan pada suhu 180-200’c selama 15-30 menit, namun biasanya dalam pemanggangan sebagian vitamin rusak, oleh karena itu pada proses akhir harus ditambah kadar vitamin.

4. Produk siap santap

Produk MPASI ini merupakan produk steril siap konsumsi berupa makanan basah dalam kemasan. Produk ini dibuat melalui sterilisasi pada suhu 100’c atau lebih agar produk tidak mengandung mikroba hidup yang dapat tumbuh pada suhu ruang.

MPASI instan dapat awet walaupun tanpa bahan pengawet karena teknologi freeze dry, yaitu mengeringkan semua bahan sebelum diolah dan kadar air nya pun sangat minimal sehingga bakteri tidak akan tumbuh dan hidup.6

Dengan demikian MPASI instan yang dijual di pasaran tentunya aman untuk bayi, karena sudah sesuai Codex Alimentarius dari WHO dan juga SNI mengenai standar keamanan, higienitas dan kandungan nutrisi.7 BPOM pun tidak akan mengizinkan untuk dijual di pasaran jika tidak sesuai persyaratan Codex Alimentarius.

Referensi :
  1. Badan Standarisasi Nasional. Makanan Pendamping Air Susu Ibu. (MP-ASI).2005. SNI-01-7111-2015
  2. WHO. Complementary Feeding of Young Children in developing Countries. A review of current scientific knowledge,1998; hal 3-4
  3. Institut Pertanian Bogor. Kajian kesesuaian produk makanan pendamping ASI terhadap Standar Nasional Indonesia dan kontribusi terhadap kecukupan gizi bayi/anak. (Internet) (18 September 2019). https://repository.ipb.ac.id/jspui/bitstream/pdf
  4. Codex Alimentarius Commission. Codex Standard for Processed Cereal-based Foods for infants and young vhildren. 2006. (Codex Stan 74-1981, rev 1-2006)
  5. Codex Alimentarius Commission. Guidelines on Formulated Complementary Foods for older Infants and young children. 2013. CAC/GL 8-1191.
  6. Fellows P.J. Food processing Technology, principles and Practice. 2009.
  7. Wirahmadi, Angga. Apakah Makanan Pendamping ASI Komersial Berbahaya untuk bayi?  (Internet) (19 September 2019). http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/apakah-makanan-pendamping-asi-mpasi-komersil-berbahaya-buat-bayi
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr