Akupunktur efektif dalam mengatasi nyeri pada kanker

Nyeri merupakan suatu bentuk ketidaknyamanan secara sensorik dan juga merupakan suatu pengalaman emosional yang diakibatkan oleh kerusakan jaringan aktual ataupun potensial. Secara durasi, nyeri dapat terbagi menjadi nyeri akut dan nyeri kronik. Selain itu, secara etiologi, nyeri dapat terbagi menjadi nyeri nosiseptik, neuropatik, dan idiopatik. Nyeri dapat diakibatkan oleh kanker pada tulang (cancer-induced bone pain) atau disingkat sebagai CIBP. Salah satu seminar dari topik Nyeri pada Kanker, yang berjudul Manfaat Akupunktur pada CIBP ini dibawakan oleh dr. Kemas Abdurrohim, MARS, M.Kes, Sp.Ak.

CIBP ini merupakan bentuk hiperaktivasi sel-sel pada tulang belakang yang melibatkan inflamasi serta terjadi nyeri neuropatik. CIBP dapat berupa bentuk nyeri berkelanjutan atau nyeri breakthrough. CIBP disebabkan oleh berbagai macam mekanisme pada tubuh yang secara singkat mengakibatkan gangguan keseimbangan pada proses pembentukan dan resorpsi tulang. CIBP dapat diterapi secara farmakologi maupun secara non-farmakologi. Farmakologi yang sering digunakan dalam pengobatan nyeri ini adalah analgesik. Akan tetapi, penggunaan farmakologi juga memiliki efek samping bagi pasien. Oleh karena itu, alternatif pengobatan CIBP dapat menggunakan metode non-farmakologi, salah satunya akupunktur.

”Walaupun pasien diketahui memiliki angka harapan hidup yang rendah, penanganan nyeri tetap harus diberikan,” ucap dr. Kemas Abdurrohim, MARS, M.Kes, Sp.Ak.  

Akupunktur pada kanker diketahui memiliki beragam manfaat selain menurunkan nyeri, seperti meningkatkan kualitas tidur, menurunkan mual dan muntah, meningkatkan nafsu makan, dan  menurunkan inflamasi. Bukti terkait manfaat akupuntur pada pengobatan kanker sudah dicoba untuk dibuktikan melalui beberapa studi. Secara umum, semua studi mendukung manfaat akupunktur sebagai salah satu alternatif pengobatan bagi nyeri kanker melalui beberapa mekanisme seperti meningkatkan beta endorfin.

Akupunktur pada CIBP dapat memberikan efek analgesik jangka pendek dan juga jangka panjang. Salah satu kasus yang ditangani oleh pembicara adalah pasien wanita berusia 42 tahun dengan diagnosis CIBP akibat metastasis tulang kanker payudara stadium 4. Pada pasien tersebut diberikan akupunktur pada beberapa titik dan dilakukan selama beberapa sesi. Dari hasil pengamatan, didapatkan bahwa setiap sesi nyeri yang dialami pasien terasa lebih ringan dari sebelumnya. Akupunktur dapat dipergunakan pada pasien dengan nyeri sebagai tujuan untuk menghilangkan nyeri dan meningkatkan kualitas hidup.

LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr