Pasien perawatan paliatif merupakan kelompok pasien yang mendapatkan perawatan dengan menghilangkan rasa sakit atau ketidaknyamanan sebagai target utama dari pengobatan dibandingkan mengobati penyakitnya. Untuk mencapai hal tersebut, terapi yang diberikan berfokus untuk mengurangi keluhan pasien. Namun, seringkali terapi paliatif dengan pemberian medikamentosa tidaklah cukup untuk mengurangi keluhan atau bahkan menimbulkan berbagai efek samping lainnya bagi pasien. Sebagai bagian dari PIT PDAI-InaSMAC 2019, dr. Kemas Abdurrohim, MARS, M.Kes, Sp. Ak memperkenalkan laserpunktur sebagai salah satu modalitas terapi non-farmakologis terbaru bagi pasien yang menerima perawatan paliatif.

Penyampaian materi workshop oleh dr. Kemas Abdurrohim, MARS, M.Kes, Sp.Ak

Laserpunktur merupakan sebuah pendekatan terapeutik baru menggunakan sinar laser dalam pengobatan kedokteran. Laserpunktur dalam pengobatan pasien paliatif tidak dapat menggunakan sembarang jenis sinar laser. Sinar laser yang digunakan dalam laserpunktur merupakan sinar laser merah atau infrared dengan panjang gelombang 700 – 1000 nm. “Laser yang digunakan adalah sinar merah atau inframerah karena memiliki panjang gelombang besar, sehingga cenderung tidak diresorpsi oleh kulit.” tutur dr. Kemas. Selain itu, laser yang digunakan harus laser dengan kisaran 5 – 500 mW.

Demo tindakan laserpunktur

Laserpunktur merupakan modalitas yang berbeda dengan laser terapi biasa. Diketahui bahwa laserpunktur memiliki efek biostimulatorik, meliputi peningkatan sintesis ATP, potensiasi elektrokimia elektron, dan meningkatkan konsumsi oksigen oleh sel. Selain itu, laserpunktur memiliki presisi yang lebih baik dibandingkan dengan laser terapi umum dan memiliki efek biomodulasi refleks. Perbedaan utama lainnya yang dapat ditemukan adalah laserpunktur bekerja hanya pada lokasi akupunktur, sedangkan laser terapi biasa bekerja pada semua bagian tubuh yang terpapar sinar. Dalam penerapannya, laserpunktur mengikuti penerapan dari hukum Arndt Schulz, dan dosis laser yang diberikan berkisar pada 1-8 Joule bergantung pada lokasi terapi.

LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr