Mencapai berat badan ideal adalah idaman banyak orang, baik karena alasan kesehatan maupun estetika. Oleh karena itu, wajar kalau kita melakukan penyesuaian pola makan dan aktivitas demi meningkatkan atau menurunkan berat badan agar mencapai berat ideal. Pada orang dengan berat badan berlebih, tentu ada rasa senang bila berhasil menurunkannya. Namun, penurunan tersebut (weight loss) yang terlalu berlebihan ternyata bisa menjadi pertanda adanya penyakit yang mungkin berbahaya.

Penurunan Berat Badan Seperti Apa yang Berbahaya?
Penurunan berat badan dapat dibagi menjadi dua, yaitu yang direncanakan dan tidak direncanakan. Penurunan berat badan yang direncanakan adalah pada orang yang memang sengaja mengatur pola makan dan aktivitas fisik. Pada kondisi ini, penurunan berat badan yang terjadi bersifat wajar dan umumnya tidak ada penyakit berbahaya yang mendasari.

Penurunan berat badan yang terjadi tanpa direncanakan dan tidak dapat dijelaskan sebabnya adalah gejala yang perlu diwaspadai dan pada kasus ini sangat disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter.

Apa Saja Penyakit yang Perlu Diwaspadai?
Pertama-tama, pastikan penurunan berat badan yang terjadi tidak terkait isolasi sosial, kemiskinan, maupun kesulitan akses makanan. Bila sudah dipastikan, berikutnya nilai apakah pada penderita terjadi peningkatan atau penurunan nafsu makan.

Pada orang dengan nafsu makan cenderung normal hingga tinggi, namun mengalami penurunan berat badan drastis, ada 3 kelainan utama yang perlu dipikirkan

1. Diabetes Mellitus (DM).
Pada kasus DM, penderita umumnya banyak makan (polifagia) dan banyak minum (polidipsia), namun berat badannya justru turun.

2. Hipertiroid.
Pada kasus ini, terjadi peningkatan pembakaran energi dalam tubuh (metabolisme) sehingga cadangan energi yang ada akan terpakai. Gejala yang menyertai biasanya berupa pembesaran gondok (tiroid) pada leher, banyak berkeringat, tidak tahan suhu panas, gemetaran (tremor), berdebar-debar, mata melotot, hingga sesak.

3. Gangguan Penyerapan Nutrisi pada Saluran Cerna (Malabsorpsi)
Zat nutrisi yang terganggu penyerapannya sangat bervariasi, bisa pada karbohidrat, lemak, maupun zat lainnya. Dampaknya, asupan makanan menjadi tidak bisa dipakai oleh tubuh.

Sementara itu, pada orang dengan penurunan berat badan drastis yang cenderung disertai penurunan nafsu makan, dapat dipikirkan 5 sebab utama

1. Infeksi
Banyak infeksi yang dapat menyebabkan penurunan berat badan. Umumnya, ini terjadi pada infeksi yang bersifat berat atau menahun (kronis). Contoh infeksi dalam konteks ini sangat bervariasi, mulai dari tuberkulosis (TB), kecacingan, hingga HIV. Gejala penyerta tentunya berbeda, tergantung dari jenis infeksi yang diderita, misalnya batuk-batuk berdahak kronis pada pasien TB.

2. Gangguan Pancaindera
Sadar atau tidak sadar, gangguan indera pengecapan atau penciuman ternyata dapat berkontribusi terhadap penurunan nafsu makan dan berujung pada penurunan berat badan.

3. Efek Samping Zat atau Obat
Pada orang yang menyalahgunakan narkoba dan banyak minum minuman beralkohol, kerap ditemui gejala penurunan berat badan. Sebagaian obat, terutama yang dikonsumsi jangka panjang, dapat berkontribusi terhadap penurunan nafsu makan dan berat badan. Hal ini dapat terjadi bila obat tersebut menganggu saluran cerna atau memiliki efek samping menurunkan nafsu makan. Apabila terbukti, disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk mencari jalan keluar terbaik, bisa berupa penyesuaian dosis, modifikasi cara pemberian obat, atau penggantian obat dengan alternatif lain.

4. Kanker
Kanker perlu dipikirkan, umumnya bila penurunan berat badan drastis namun tidak ditemukan tanda-tanda infeksi atau penyakit berat lainnya. Penurunan berat badan adalah gejala umum dapat yang terjadi pada pasien kanker apapun.

5. Kelainan Saluran Cerna
Penyakit saluran cerna, umumnya yang bersifat kronis, dapat memunculkan gejala penurunan berat badan. Umumnya, juga disertai dengan gejala seperti mual, nyeri perut, atau gangguan buang air besar. Contohnya adalah penyakit Crohn.

6. Gangguan Psikis
Tidak hanya raga, tetapi faktor jiwa seseorang juga perlu dipikirkan. Penurunan berat badan kerap ditemukan pada orang-orang yang depresi berat atau penderita gangguan cemas. Orang-orang seperti ini tentunya memerlukan pertolongan. Bentuk lain yang dapat ditemukan adalah gangguan pola makan (eating disorder), misalnya anorexia nervosa dan bulimia nervosa.

7. Penyakit Jantung atau Paru yang Berat
Penyakit berat seperti gagal jantung dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) berat diketahui dapat berkaitan dengan penurunan berat badan.

Kesimpulan
Penurunan berat badan dapat bersifat wajar maupun tidak wajar. Penurunan berat badan yang tidak wajar umumnya bersifat drastis dan tidak direncanakan, tentunya harus tidak terkait kemiskinan dan kesulitan memperoleh makanan. Banyak penyakit yang dapat menyebabkan penurunan berat badan yang tidak wajar sehingga disarankan untuk konsultasi ke dokter bila merasa mengalami hal tersebut. Apabila penurunan berat badan yang dialami termasuk kategori wajar, maka tidak perlu terlalu khawatir berlebihan.

Referensi
Henderson MC, dkk. The Patient History: an Evidence-Based Approach to Differential Diagnosis. Edisi 2. New York: McGraw-Hill; 2012.

Edwin Wijaya
Media Aesculapius
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr