Gangguan irama jantung (aritmia) merupakan masalah kesehatan yang kerap dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Aritmia dapat dijumpai baik pada usia muda maupun tua. Hal ini dapat bersifat jinak dan tidak berbahaya, namun ada juga yang dapat menyebabkan kematian mendadak (sudden cardiac death).

Ada banyak sekali masalah irama jantung yang perlu dikenali. Untuk itu, ada beberapa metode untuk memudahkan melakukan pendekatan klinis ketika menemukan aritmia. Berikut adalah salah satu algoritma yang umum digunakan:

1. Tentukan apakah irama sinus atau bukan
2. Bila tidak, lihat heart rate. Tentukan apakah irama cenderung lambat (bradiaritmia) atau cepat (takiaritmia)
3. Pada bradiaritmia, evaluasi apakah merupakan masalah konduksi atau masalah lainnya (pacemaker, dll)
4. Pada takiaritmia, tentukan apakah termasuk gelombang QRS lebar (aritmia ventrikel) atau QRS sempit (aritmia supraventrikel).

(Catatan: masih banyak metode lain untuk mengenali gangguan irama jantung dan tidak mutlak karena pada praktik sehari-hari banyak variasi EKG yang mungkin mengecoh)

A. Bradiaritmia

Bradiaritmia adalah keadaan irama jantung dengan laju kurang dari 60 kali/menit. Bradiaritmia dapat terjadi karena masalah pada pacemaker (sinus bradikardia, sick sinus syndrome), masalah konduksi (AV block), atau bisa keduanya (misal pada escape rhythm).

Sinus bradikardia adalah irama yang terjadi akibat perlambatan pacu SA node. Gambaran yang terlihat pada EKG masih normal sesuai kriteria irama sinus, namun heart rate kurang dari 60 kali/menit. Irama ini dapat bersifat normal, misal pada saat sedang tidur atau pada atlet. Irama ini juga dapat disebabkan obat-obatan tertentu (misalnya beta-blocker) atau penyakit tertentu (misalnya hipotiroid).

B. Takiaritmia Ventrikel

Takiaritmia yang berasal dari ventrikel dikenali dengan melihat kompleks QRS yang lebar. Hal ini terjadi karena konduksi yang bersumber langsung dari ventrikel tidak melewati sistem His-Purkinje sehingga membutuhkan waktu lebih lama (sehingga durasi QRS melebar). Aritmia ventrikel jauh lebih berbahaya dibandingkan golongan lainnya karena mudah sekali menyebabkan masalah hemodinamik berat, biarpun bisa juga tidak menimbulkan gejala.

Takiaritmia ventrikel yang sering ditemukan adalah
1. Ventricular Premature Beat/Ventricular Extrasystole (VES)
2. Ventricular Tachycardia, dibagi menjadi monomorfik dan polimorfik
3. Ventricular Fibrillation

Gambaran gelombang QRS lebar juga dapat ditemukan pada aritmia supraventrikel yang mengalami masalah konduksi, misalnya bundle branch block (blok berkas cabang). Hal ini disebut konduksi aberan dan perlu diwaspadai karena dapat mengecoh penilaian.

Gambaran gelombang QRS lebar pada Ventricular Tachycardia

Gambaran gelombang QRS lebar pada Ventricular Tachycardia

C. Takiaritmia Supraventrikel

Takiaritmia supraventrikel dicirikan dengan durasi gelombang QRS normal (atau QRS sempit). Durasi QRS normal adalah sekitar 0.08-0.10 detik. Bila sudah menemukan ini, langkah berikutnya adalah melihat interval R-R maupun P-P.

Bila teratur, maka kemungkinan adalah:
1. Sinus takikardia
2. Supraventricular tachycardia (bisa dalam bentuk AVNRT atau AVRT)
3. Atrial flutter (kadang interval R-R dapat tidak teratur)

Bila tidak teratur, pikirkan:
1. Atrial fibrillation, selengkapnya baca di link ini
2. Multifocal atrial tachycardia
3. Atrial premature beat

Gambaran gelombang QRS normal (sempit) pada atrial fibrillation

Gambaran gelombang QRS normal (sempit) pada atrial fibrillation

Sama seperti sinus bradikardia, pada sinus takikardia dapat ditemukan gambaran gelombang normal yang memenuhi kriteria irama sinus, namun dengan heart rate di atas 100 kali/menit. Sinus takikardia merupakan respon normal tubuh dalam berbagai keadaan, misalnya aktivitas fisik berat. Gambaran ini juga dapat ditemukan pada kelainan seperti demam dan hipertiroid.

Referensi
1. Douglas Mann, dkk. Braundwald’s Heart Disease: a Textbook of Cardiovascular Medicine. Edisi 10.
2. Leonard S. Lilly, dkk. Pathophysiology of Heart Disease. Edisi 5.
3. Gail Walvaren. Basic Arrhythmias. Edisi 7.

Edwin Wijaya
Media Aesculapius
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr