sumber: Pojok Satu

Pemberian vaksin polio. Sumber: Pojok Satu

Beberapa waktu ini, semakin banyak berita simpang siur mengenai vaksin yang beredar di dunia maya. Berita yang simpang siur dan tidak jelas sumbernya ini semakin membuat bingung orang tua yang anaknya belum divaksinasi. Agar tidak semakin bingung, yuk simak ulasan frequenty asked question (FAQ) mengenai vaksin dari sumber terpercaya berikut ini!

Tanya: Sebenarnya, apa itu vaksin?

Vaksin adalah zat biologis yang dimasukkan ke dalam tubuh dan merangsang sistem pertahanan (imun) tubuh sehingga pertahanan tubuh terhadap penyakit tertentu meningkat. Peningkatan pertahanan tubuh ini akan membuat tubuh tidak mudah terserang penyakit tersebut. Vaksin ini disebut juga sebagai imunisasi secara aktif. Kelebihan imunisasi secara aktif adalah, pertahanan tubuh yang didapatkan dapat bertahan lama, bahkan hingga seumur hidup.

Tanya: Mengapa vaksin bisa menyebabkan hal tersebut?

Pertahanan tubuh kita dapat terangsang jika terdapat kuman penyebab penyakit yang masuk ke dalam tubuh kita. Zat biologis yang digunakan dalam membuat vaksin berasal dari kuman penyebab penyakit yang ingin kita lawan tersebut. Namun tidak perlu khawatir, karena vaksin hanya menggunakan sebagian kecil tubuh kuman mati atau menggunakan kuman hidup yang telah dilemahkan. Oleh karena itu, vaksinasi tidak akan membuat anak sakit dan tetap bisa meningkatkan pertahanan tubuh.

Tanya: Kalau begitu, apakah vaksin ini penting?

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Vaksinasi sangat penting karena dapat meningkatkan pertahanan tubuh terhadap suatu penyakit, sehingga anak tidak gampang sakit. Telah banyak penyakit yang kejadiannya berkurang jauh setelah adanya vaksinasi seperti yang tertera pada tabel dari penelitian berikut:

vaksin

Penyakit-penyakit tersebut adalah penyakit berbahaya yang dapat mengancam jiwa. Vaksinasi juga dapat mengurangi terjadinya penyakit yang parah, seperti vaksin BCG untuk tuberkulosis pada anak.

Tanya: Tapi apakah vaksin aman? Apakah ada efek sampingnya?

Keamanan vaksinasi telah diuji melalui berbagai penelitian ilmiah yang terstandardisasi, dan peredarannya pun diawasi oleh pemerintah dan juga Organisasi Kesehatan Dunia World Health Organization (WHO). Selayaknya tiap prosedur kesehatan, efek samping pada pemberian vaksin dapat terjadi. Efek samping yang terjadi berbeda-beda sesuai dengan vaksin yang diberikan, dan kebanyakan merupakan efek samping ringan dan sebentar seperti demam, nyeri serta bengkak di tempat suntikan, dan ruam kulit. Rumor efek samping pada vaksinasi yang sering disebarkan, seperti autisme, telah terbukti tidak benar (dapat dibaca pada artikel beranisehat.com berjudul Vaksin MMR dan Autisme: Kebohongan Sistematis). Oleh karena itu, keuntungan vaksinasi jauh melebihi kemungkinan efek sampingnya.

Tanya: Apakah dengan menjaga kesehatan anak dengan baik melalui gizi yang bagus, banyak olahraga, dan menjaga kebersihan, anak tidak perlu divaksin?

Penyakit cacar atau smallpox. Sumber: Researchgate

Penyakit cacar atau smallpox yang telah tereradikasi. Sumber: Researchgate

Menjaga kesehatan anak tentu sangat diperlukan, namun hal tersebut tidak cukup untuk mencegah penyakit infeksi. Vaksinasi tetap diperlukan untuk mencegah penyakit akibat kuman-kuman yang beredar. Saat ini, penyakit-penyakit yang dapat dicegah melalui vaksin berkurang jauh kejadiannya karena semua orang diberikan vaksin, sehingga terjadi pertahanan yang luas di masyarakat terhadap penyakit tersebut – atau yang disebut sebagai herd immunity. Vaksinasi perlu diberikan seluas mungkin untuk mempertahankan herd immunity ini, sehingga penyakit-penyakit yang sudah berkurang jauh kejadiannya dapat semakin berkurang kejadiannya, atau bahkan tidak terjadi lagi sebagaimana penyakit cacar (small pox) tidak lagi ditemukan sekarang ini.

Referensi:

  1. Soedjatmiko, Gunardi H, Sekartini R, Medise BE. Intisari Imunisasi Untuk Mahasiswa Kedokteran. Jakarta; Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: 2013.
  2. World Health Organization. Questions and answer on immunization and vaccine safety [internet]. WHO; March 2017 [cited June 18th 2017].
  3. Roush SW, Murphy TV, Vaccine-Preventable Disease Table Working Group AT. Historical Comparisons of Morbidity and Mortality for Vaccine-Preventable Diseases in the United States. JAMA. 2007;298(18):2155-2163. doi:10.1001/jama.298.18.2155
Aisyah Aminy Maulidina
Anggota Direksi
Media Aesculapius 2018
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr