Pekerja memiliki hak untuk mendapatkan keselamatan dan kesehatan dalam bekerja. Namun, masih banyak sekali kasus kecelakaan pada pekerja berusia muda. Pertanyaannya, apakah pekerja berusia muda memiliki hak yang sama dalam bekerja?

Pekerja berusia muda memiliki andil besar dalam pemberian semangat dan ide baru pada lingkungan kerja. Namun, pekerja berusia muda sangat rentan mengalami kecelakaan pada saat bekerja. Hal ini terjadi karena pekerja berusia muda kurang dibekali dengan pembinaan-pembinaan terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta memiliki pengalaman kerja yang minim. Selain itu, pekerja berusia muda dinilai belum memiliki kedewasaan secara fisik dan psikologis sehingga kurang waspada terhadap risiko-risiko yang akan dihadapi saat bekerja. Tidak hanya itu, pekerja berusia muda kurang memiliki pengetahuan terhadap hak yang dimiliki saat bekerja dan kewajiban yang harusnya diberikan oleh pemberi lapangan kerja. Umumnya, mereka merasa tidak memiliki hak sama dengan pekerja yang lebih senior.

Hak K3 yang dimiliki oleh pekerja berusia muda sama seperti pekerja lainnya yaitu diperkenalkan kepada lingkungan kerja yang aman, diberikan peralatan K3 yang dibutuhkan, serta diberikan hak untuk berbicara dan berkata tidak. Saat awal masuk ke dalam lingkungan kerja, pekerja berusia muda harus diberikan penjelasan terkait prosedur-prosedur K3 di tempat kerja tersebut. Selain itu, pekerja berusia muda juga harus diperkenalkan kepada tim medis, teman kerja, dan tim supervisi yang bertugas di tempat tersebut. Mengenal tiga komponen tersebut akan sangat membantu dalam bekerja secara aman.

Peralatan K3 yang disediakan, seperti sarung tangan, kacamata, dan sepatu kerja juga harus dipastikan memiliki kualitas baik agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya untuk melindungi diri selama bekerja. Pekerja juga harus diedukasi mengenai bagaimana menggunakan alat-alat tersebut secara tepat.

 

Hak K3

Meskipun masih sering dianggap “anak bawang”, pekerja berusia muda juga memiliki hak untuk berbicara, khususnya bertanya terkait isu keselamatan dan kesehatan dalam pekerjaannya. Salah satu wadah bertanya yang tepat adalah pembinaan. Jika tidak terdapat pembinaan, pekerja berusia muda memiliki hak untuk berbicara kepada tim medis dan tim supervisi terkait hal-hal tersebut. Isu K3 yang sering muncul adalah peralatan yang tidak berkualitas, kurangnya peralatan perlindungan diri, atau penindasan dari orang-orang dalam lingkungan kerja. Jika mereka tidak didengarkan, ia berhak untuk berkata tidak. Artinya, mereka berhak untuk tidak bekerja pada lingkungan kerja yang tidak aman karena hal ini berefek jangka panjang.

Efek dari kecelakaan kerja dapat berakibat fatal seperti adanya korban jiwa, kerugian material, maupun gangguan kesehatan. Hal ini akan berujung pada penurunan produktivitas. Dampak yang lebih luas adalah rusaknya lingkungan sekitar lingkup pekerjaan yang akan merugikan masyarakat luas. Dengan mengetahui hak K3 yang dimiliki sebagai pekerja, kasus kecelakaan kerja, penyakit akibat pekerjaan, serta biaya-biaya tambahan dapat ditekan. Selain itu, suasana pekerjaan pun dapat menjadi lebih nyaman, aman, sehat, dan produktif.

 

 

Referensi:

  1. The National Institute for Occupational Safety and Health. Young worker safety and health [internet]. Atlanta: Centers for Disease Control and Prevention; 2017 [cited 2018 May 03]. Available from: https://www.cdc.gov/niosh/topics/youth/default.html
  2. Work Safe Victoria. Safety in your workplace [internet]. Victoria: Work Safe Victoria; [cited 2018 May 03]. Available from: https://www.worksafe.vic.gov.au/safety
  3. Canadian Centre for Occupational Health and Safety. Young workers. Canada: Canadian Centre for Occupational Health and Safety; 2016 [cited 2018 May 03]. Available from: https://www.cchst.ca/products/pdf/youngWorkers.pdf
  4. European Agency for Safety and Health at Work. Young people and safety and health at work [internet]. European Agency for Safety and Health at Work: [cited 2018 May 03]. Available from: https://osha.europa.eu/en/themes/young-workers
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Manaker hanif canangkan peringatan bulan k3 nasional 2018 [internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018 [cited 2018 May 03]. Available from: http://www.depkes.go.id/article/view/18012200004/menaker-hanif-canangkan-peringatan-bulan-k3-nasional-2018.html
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr