Pada 23 Juli mendatang, kita akan kembali merayakan bersama Hari Anak Nasional dengan tema Anak Indonesia Genius. Hari tersebut tidak hanya menjadi peringatan akan pentingnya anak sebagai generasi penerus, namun juga sebagai penyadar bagi kita semua untuk kembali menyadari pentingnya hak anak dan kewajiban orang tua, pemerintah, dan pihak lain yang berwenang. Satu sisi yang harus kita lirik tentu adalah kesehatan. Bagaimana potret kesehatan anak di Indonesia selama ini?

Peringatan Hari Anak Nasional 2018 (Sumber: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak)

Peringatan Hari Anak Nasional 2018 (Sumber: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak)

Hari Anak Nasional (HAN) adalah peringatan terhadap hak-hak anak sebagai generasi penerus bangsa. HAN ditetapkan pada tanggal 23 Juli oleh Presiden Soeharto pada tahun 1984. Pada tahun ini, HAN kembali dirayakan dengan temanya, yaitu Anak Indonesia Genius. HAN bertujuan sebagai hari peringatan untuk bersama-sama menjaga hak-hak anak agar tetap terpenuhi sesuai Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Salah satu hak yang tertera pada undang-undang tersebut adalah hak anak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan jaminan sosial. Persoalan kesehatan anak di Indonesia masih menjadi hambatan dalam menjamin kesejahteraan anak. Menurut data sensus kependudukan pada tahun 2014, Indonesia memiliki sekitar 82,85 juta anak berumur 0-17 tahun. Jumlah yang tidak sedikit menjadi hambatan tersendiri dalam menjamin kesehatan anak.

Menurut laporan United Nations Children’s Fund (UNICEF), Indonesia masih cukup banyak tertinggal dari target Sustainable Development Goals (SDG) yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). UNICEF menyebutkan beberapa poin penting, antara lain tingkat kematian untuk anak dibawah usia 5 tahun pada tahun 2012 masih mencapai angka 40 per 1000 kelahiran. Angka ini sendiri sudah sangat menurun dibandingkan 97 per 1000 kelahiran pada tahun 1991. Angka ini tentu tidak terlepas dari usaha pemerintah dalam menggalakkan program prevensi mulai dari imunisasi ibu hamil, program pelayanan terhadap ibu hamil hingga balita, dan program lainnya.

Di sisi lain, program kesehatan lainnya masih menunjukkan hasil yang belum sepenuhnya tercapai. Lebih dari setengah anak (53%) di Indonesia masih belum terlindungi oleh program jaminan kesehatan apapun pada tahun 2015 dan diharapkan situasi akan membaik pada tahun 2019 dengan hadirnya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Selain itu, masih rendahnya tingkat imunisasi lengkap pada anak umur 1-4 tahun (sekitar 55%) secara nasional menjadi hal yang harus ditilik sebagai masalah yang harus diselesaikan. Masalah gizi yang dihadapi oleh anak-anak juga masih cukup membahayakan. Pada tahun 2016, diketahui sekitar 55,7% balita masih menerima asupan gizi kurang, sementara 17% anak mengalami gizi berlebih. Hal serupa juga ditemukan pada kalangan remaja (13-17 tahun) dimana sekitar 53,5% anak mengalami gizi kurang. ASI ekslusif yang dianjurkan dari 0-2 tahun pun tidak memberikan hasil yang baik. Hanya sekitar 48,38% balita yang mendapatkan ASI ekslusif di tahun 2016. Hal ini tentu berdampak besar, misalnya pada kondisi balita gizi buruk dan balita pendek masih diderita oleh 37% anak di Indonesia dan masalah ini tidak kunjung membaik sejak dilaporkan pada tahun 2007. Selain itu, fasilitas kesehatan bagi anak dan ibu hamil yang tak merata juga menjadi penyebab masalah kesehatan anak sulit diselesaikan.

Kondisi kesehatan anak di Indonesia masih menjadi masalah yang harus dibenahi. Kerja sama dari berbagai pihak mulai dari pemerintah, Lembaga-lembaga non-pemerintahan, hingga masyarakat umum sangat dibutuhkan dalam memberantas masalah ini. Peningkatan usaha atau program mulai dari edukasi publik mengenai kesehatan anak, edukasi pada ibu hamil dan keluarga, serta pengadaan fasilitas dan tenaga kesehatan yang merata di seluruh wilayah harus menjadi prioritas dalam menjamin kesejahteraan dan kesehatan anak. Peran dari berbagai organisasi kesehatan juga sangat penting dalam melaksanakan penanganan serta usaha-usaha preventif maupun promotif yang dapat mengatasi masalah-masalah diatas. Penanganan akan masalah ini tidak hanya memiliki dampak langsung, tapi juga dampak positif lainnya, mulai dari peningkatan kemampuan belajar, kecerdasan, serta kemampuan intrapersonal maupun interpersonal lainnya sebagai anak yang sehat.

Program IProgram imunisasi pada anak usia sekolah sebagai langkah dalam meningkatkan kesehatan anak (Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie)

Program IProgram imunisasi pada anak usia sekolah sebagai langkah dalam meningkatkan kesehatan anak (Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie)

Momen Hari Anak Nasional tidak hanya diperingati sebagia suatu perayaan tahunan semata. Momen ini harus dimanfaatkan untuk kembali meningatkan berbagai isu dan masalah kesehatan bagi anak yang dapat membahayakan generasi emas Indonesia, terlebih dengan harapan dapat menciptakan bonus demografi di tahun-tahun selanjutnya. Masyarakat dapat memulai dari hal kecil, mulai dari menyadari pentingnya asupan gizi lengkap, imunisasi, dan program kesehatan lainnya untuk meningkatkan taraf kesejahteraan dan kesehatan anak. Peningkatan kesejahteraan anak tentu pada akhirnya mampu meningkatkan kualitas anak Indonesia, seperti yang kita harapkan dan sadarkan di perayaan tahun ini, bahwa anak Indonesia adalah anak yang jenius!

Referensi

Indonesian Ministry of National Development Planning and United Nations Children’s Fund. SDG baseline report on children in Indonesia. Jakarta: BAPPENAS and UNICEF. 2017

Badan Pusat Statistik. Profil anak Indonesia 2015. Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. 2015

Kurniawan R, Hardana B, Yudianto (ed). Data dan informasi profil kesehatan Indonesia 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2018

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Situasi gizi di Indonesia. InfoDATIN: Pusat Data dan Informasi. 2016

Baan, MR. Peringatan hari anak, ini sejarahnya [Internet]. Netral News; 2016 [cited 18 July 2018]. Available from: http://www.netralnews.com/news/singkapsejarah/read/15930/peringatan.hari.anak..ini.sejarahnya

FKUI Student Batch 2016
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr