Pada tanggal 21 Juni kemarin, kita merayakan Hari Musik Sedunia. Musik dikatakan membawa pengaruh positif bagi tubuh kita. Sebenarnya, apa saja yang terjadi pada tubuh kita saat mendengarkan musik?

Ilustrasi Hari Musik Sedunia. Sumber: google.com

Ilustrasi Hari Musik Sedunia. Sumber: google.com

Musik merupakan rangsangan suara yang diterima oleh telinga. Di dalam telinga, ada koklea yang berperan sebagai penerima rangsang suara. Suara ini kemudian diubah menjadi sinyal listrik yang akan dibawa ke otak melalui batang otak. Sesampainya di otak, sinyal ini akan masuk ke talamus untuk dibawa ke korteks auditori otak atau ke pusat emosi.

Korteks auditori otak terdiri atas korteks primer dan sekunder. Korteks primer bertugas untuk mempersepsikan melodi pada musik. Sementara itu, korteks sekunder mempersepsikan aspek musik lainnya: warna suara, ritme, intensitas, dan halus-kasarnya suara.

Pembawaan musik dapat mempengaruhi pusat emosi pada otak. Pengaruh ini sangat kompleks, misalnya, musik yang sedih dapat membawa kesenangan bagi pendengarnya. Hal ini berbeda dari seni lainnya, misalnya lukisan yang sedih akan membawa perasaan yang sedih pula.

Selain itu, musik dapat mempengaruhi detak jantung dan laju pernapasan. Studi menunjukkan bahwa pada kondisi nyeri, orang yang diperdengarkan musik akan lebih rileks, sehingga detak jantung dan laju pernapasannya turun. Musik dengan tempo yang mengalun akan menghasilkan efek yang sama, sementara musik dengan tempo yang cepat meningkatkan detak jantung dan laju pernapasan.

Musik dapat pula meningkatkan kerja saraf, sehingga berbagai kemampuan kognitif akan meningkat. Kemampuan kognitif yang dipengaruhi oleh musik antara lain kemampuan spasial, abstraksi, dan verbal. Peningkatan kerja saraf ini terjadi pula pada orang yang berlatih alat musik. Orang yang berlatih alat musik akan mengalami peningkatan kemampuan motorik halus, kemampuan mengingat dan pemusatan perhatian, kemampuan visualisasi spasial, serta kemampuan membaca. Selain itu, musik dapat merangsang gerak tubuh berupa menari.

Selanjutnya, musik dapat mempengaruhi kerja otak. Selama ini, kita mengetahui bahwa musik hanya diproses oleh otak kanan. Pada kenyataannya, musik diproses oleh kedua sisi otak. Melodi dan intonasi diproses oleh otak kanan, sementara ritme diproses oleh otak kiri. Sementara itu, emosi diproses oleh kedua sisi otak.

Terakhir, musik diketahui dapat mempengaruhi kadar hormon dalam tubuh kita. Musik dapat meningkatkan kadar dopamin, endorfin, dan nitrit oksida. Selanjutnya, hormon-hormon tersebut meningkatkan rasa gembira, serta menurunkan tekanan darah.

Nah, setelah mengetahui manfaat musik bagi tubuh kita, mari kita mendengarkan musik favorit kita hari ini!

REFERENSI

Nizamie SH, Tikka SK. Psychiatry and music. Indian J Psychiatry. 2014; 56(2): 128–40. Tersedia di: PubMed

Teresia Putri Widia Nugraheni
Student of Faculty of Medicine University Indonesia 2015
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr