“The most precious jewels you’ll ever have around your neck are the arms of your children.” – Unknown

Anak adalah anugerah terindah yang pernah dimiliki oleh setiap orangtua. Ketidakmampuan untuk mengandung setelah melakukan hubungan seksual teratur selama lebih dari 1 tahun dikenal juga dengan infertilitas pada pasangan usia reproduktif. Menurut Konsensus Penanganan Infertilitas tahun 2013, infertilitas dapat diartikan sebagai kegagalan pasangan suami-istri untuk mendapatkan kehamilan sekurang-kurangnya dalam 12 bulan berhubungan seks teratur tanpa kontrasepsi, atau disebut juga infertilias primer. Sedangkan infertilitas sekunder adalah ketidakmampuan pasangan untuk memiliki anak atau mempertahankan kehamilannya. Infertilitas dapat disebabkan oleh faktor istri/perempuan, suami/laki-laki, maupun keduanya.

Keluarga dengan anak

Sumber gambar: http://www.newkidscenter.com/values-of-parents.html

Gaya Hidup yang Mempengaruhi Fertilitas

Alkohol dapat menyebabkan pengurangan sintesis testosteron dan kerusakan membran basalis, dan konsumsi alkohol yang berlebihan menyebabkan gangguan pada fungsi hipotalamus dan hipofisis. Perempuan yang ingin hamil disarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 1 atau 2 unit alkohol sekali atau dua kali seminggu, sedangkan untuk perempuan yang sedang hamil disarankan untuk tidak mengonsumsi alkohol sama sekali agar tidak membahayakan fetus yang sedang berkembang. Pasangan laki-laki juga perlu diberitahu bahwa konsumsi alkohol berlebih akan mengurangi kualitas semen.

Pasangan suami-istri yang ingin segera memiliki anak harus berhenti merokok. Kebiasaan merokok pada perempuan dapat menurunkan tingkat fertilitas, sedangkan pada laki-laki dapat mempengaruhi kualitas semen. Perempuan yang ingin hamil sebaiknya dirujuk ke klinik berhenti merokok. Jika seorang laki-laki berhenti merokok akan meningkatkan kesehatan pada umumnya. Konsumsi minuman yang mengandung kafein seperti teh, kopi, dan soda ternyata tidak mempengaruhi masalah infertilitas.

Perempuan yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas (IMT > 29) cenderung memerlukan waktu yang lebih lama untuk mendapatkan kehamilan. Jika seorang perempuan dengan obesitas (IMT > 30) dan mengalami anovulasi dan gangguan haid, disarankan untuk segera menurunkan berat badannya agar meningkatkan kemungkinannya untuk hamil. Akan tetapi, wanita yang memiliki berat badan kurang (IMT < 19) disertai gangguan menstruasi (siklus menstruasi ireguler atau tidak menstruasi) disarankan untuk meningkatkan berat badannya untuk meningkatkan kemungkinan konsepsi. Laki-laki dengan IMT > 29 akan mengalami gangguan fertilitas. Olahraga untuk menurunkan berat badan maupun untuk menjaga kesehatan juga harus tetap hati-hati. Olahraga ringan-sedang dapat meningkatkan fertilitas karena meningkatkan aliran darah dan status antioksidan, namun olahraga berat malah dapat menurunkan fertilitas.

Konsumsi obat-obatan seperti spironolakton dapat mengurangi produksi testosteron dan sperma. Sulfasalazin dapat mempengaruhi perkembangan sperma normal, sehingga dapat digantikan dengan mesalamin. Beberapa antibiotik seperti tetrasiklin, gentamisin, neomisin, eritromisin, dan nitrofurantoin jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dapat mengurangi pergerakan dan jumlah sperma.

Infertilitas berhubungan dengan rasa cemas, rasa bersalah, dan depresi pada pasangan suami-istri, walaupun belum terdapat penelitian yang kuat. Perempuan yang gagal hamil dapat mengalami kenaikan tekanan darah dan denyut nadi karena terjadi penyempitan aliran darah ke panggul. Pada laki-laki, perlu diberitahu bahwa pemakaian celana dalam yang terlalu ketat dapat mempengaruhi kualitas semen karena peningkatan temperatur skrotum, namun belum terdapat penelitian yang adekuat apakah pemakaian celana dalam yang longgar meningkatkan fertilitas.

Pekerjaan yang Mempengaruhi Fertilitas

Beberapa pekerjaan berisiko menyebabkan infertilitas baik pada laki-laki maupun perempuan. Bagi laki-laki, panas atau peningkatan suhu pada skrotum dapat menyebabkan parameter sperma menjadi tidak normal. Pekerjaan seperti tukang las serta pengendara mobil dan motor berisiko besar mengalami infertilitas yang disebabkan oleh paparan panas yang berlebihan. Laki-laki yang bekerja di bidang radioterapi dan terpapar sinar x-ray berisiko mengalami azoospermia dan penurunan jumlah sperma, namun jumlahnya dapat kembali normal dalam beberapa waktu. Pekerja mesin dan penggali yang terpapar getaran setiap harinya berisiko mengalami oligozoospermia dan asthenozoospermia, begitu pula dengan petani yang terpapar pestisida. Pekerja di pabrik baterai, pelebur, dan pekerja metal berisiko mengalami pengurangan kesuburan karena paparan cadmium dan magnesium. Laboran, pekerja di percetakan, dan pekerja kimia berisiko mengalami oligospermia karena paparan zat-zat kimia seperti aseton, glikol eter, dan karbon disulfida.

Sedangkan beberapa pekerjaan perempuan yang berisiko menyebabkan infertilitas antara lain kerja paruh waktu atau waktu kerja yang lama serta pekerjaan yang terpapar zat-zat seperti pestisida, cadmium, magnesium, obat kemoterapi, antibiotik, dan gas anastetik. Petugas layanan kesehatan yang memiliki waktu kerja yang sibuk dapat menurunkan fekunditas serta memperpanjang waktu terjadinya kehamilan. Pekerja kantoran yang kesehariannya menatap layar komputer meningkatkan risiko infertilitas. Petani yang terpapar pestisida menyebabkan inkonsistensi waktu kehamilan. Perawat dan apoteker yang terpapar cadmium, magnesium, obat kemoterapi, dan antibiotik berisiko mengalami pemanjangan waktu kehamilan serta peningkatan risiko infertilitas. Penurunan angka fekunditas juga dialami oleh dokter gigi, dokter anastesi, dan perawat yang terpapar gas analgetik berlebihan.

Meningkatkan Fertilitas

Untuk meningkatkan fertilitas, pasangan suami-istri disarankan untuk menambah ataupun mengurangi konsumsi makanan tertentu. Laki-laki yang mengalami infertilitas dianjurkan untuk mengonsumsi asam lemak seperti EPA dan DHA pada minyak ikan karena dapat menekan aktivasi nuclear factor kappa B. Vitamin C dapat meningkatkan kualitas semen, ubiquinone Q10 dapat meningkatkan kualitas sperma, sedangkan selenium dan glutation meningkatkan motilitas sperma. Kombinasi asam folat dan seng dapat meningkatkan konsentrasi dan morfologi sperma, dan kobalamin (vitamin B12) berperan penting dalam spermatogenesis. Akan tetapi, suplementasi yang berlebihan justru dapat mengganggu fertilitas. Konsumsi vitamin A yang berlebihan pada laki-laki dapat menyebabkan kelainan kongenital seperti kraniofasial, jantung, timus, dan susunan saraf pusat. Perempuan yang sedang merencanakan kehamilan disarankan untuk mengonsumsi suplementasi asam folat sebelum konsepsi hingga 12 minggu masa gestasi untuk mengurangi kemungkinan bayi mengalami neural tube defect (NTB). Rekomendasi dosis adalah 0,4 mg per hari. Perempuan yang pada kehamilan sebelumnya melahirkan anak dengan NTB atau sedang mengonsumsi obat-obatan antiepilepsi atau menderita diabetes disarankan untuk mengonsumsi asam folat lebih banyak 5 mg per hari.

Referensi:

  1. Alvero R. Infertility. In: Ferri FF. Ferri’s clinical advisor 2017. Philadelphia: Elsevier; 2017. p.674-5.
  2. Himpunan Endokrinologi Reproduksi dan Fertilitas Indonesia, Perhimpunan Fertilisasi In Vitro Indonesia, Ikatan Ahli Urologi Indonesia, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. Konsensus penanganan infertilitas. Indonesia: Himpunan Endokrinologi Reproduksi dan Fertilitas Indonesia, Perhimpunan Fertilisasi In Vitro Indonesia; 2013 [cited 2016 Oct 28].
  3. Silverthorn DU. Human physiology: an integrated approach. 5th California: Pearson; 2010. p.852-3.
  4. Hall JE. Guyton and Hall textbook of medical physiology. 13rd ed. Philadelphia: Elsevier; 2016. 1021-35, 1037-54.
  5. Stanford JB, White Jr GL, Hatasaka H. Timing intercourse to achieve pregnancy: current evidence. American College of Obstetricians and Gynecologists. 2002 Dec 6;100(6):1333-41.
  6. National Institute for Health and Clinical Excellence. Fertility problems: assessment and treatment. Manchester: National Institute for Health and Clinical Excellence; 2013 [cited 2016 Oct 29].
Mahasiswa Tingkat 3 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Redaktur Media Aesculapius.
Koor Web beranisehat.com 2016-2017.
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr