Sebab tumor yang hilang bisa datang kembali.

Kanker payudara merupakan suatu penyakit yang tidak menular dan paling sering didiagnosis pada wanita. Bahkan, penyakit ini menjadi penyebab kematian kedua setelah kanker serviks di kalangan wanita. Penyebabnya dapat berasal dari faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup.

Selama beberapa tahun terakhir, penanganan untuk kanker payudara berupa teknik yang dinamakan External Beam Radiotherapy (EBRT). EBRT dan BCS (Breast-Conserving Surgery) merupakan pengobatan standar untuk tumor payudara stadium awal.

Keduanya berlawanan karena operasi pengangkatan payudara biasa yaitu BCS bersifat mastectomy (operasi pengangkatan seluruh payudara termasuk puting), sedangkan EBRT dapat dilakukan dengan lumpectomy (operasi hanya pengangkatan tumor). Namun, EBRT menggunakan radioterapi yang dapat menyisakan radiasi pada seluruh payudara.

EBRT diaplikasikan dari radiasi elektron yang langsung mengenai jaringan yang masih sehat di sekitar tumor. Biasanya, EBRT diberikan beberapa minggu setelah operasi. Selain itu, pasien harus mengikuti EBRT selama 5 hari dalam seminggu untuk 3-5 minggu berturut-turut.

Saat ini, pasien kanker payudara tidak perlu khawatir lagi. Pasalnya, sebuah perusahaan di Jerman telah menciptakan sebuah teknik pengobatan baru untuk mengatasi kanker payudara. Teknik tersebut dinamakan Intraoperative Radiotherapy (IORT). Pengobatan ini merupakan teknik baru yang menggunakan penyinaran pada sebagian payudara dan dirancang untuk menggantikan metode sebelumnya, yaitu EBRT. Teknik ini dapat dilakukan setelah pengangkatan tumor, diberikan ke daerah yang dibedah pada saat pasien masih di bawah pengaruh obat bius.

Sejumlah teknik yang berbeda dapat digunakan untuk penyinaran payudara sebagian seperti Linear Accelator (LINAC), Brachytherapy Interstisial, MammoSite, dan IORT. Meskipun memiliki prinsip yang hampir sama, tetapi teknik IORT ini memiliki perbedaan yang besar dalam kecepatan dan penyebaran dosis.

Teknik IORT aman untuk digunakan karena perkembangan sistem perangkat radioterapinya menyediakan tenaga ahli dengan kemampuan yang siap memberikan pengobatan selama operasi berlangsung. Selain itu, IORT merupakan teknik yang sederhana dan mudah. Semua bergantung pada ketelitian dan kolaborasi antartim ahli bedah.

Selanjutnya, teknik IORT tidak lagi menyinari jaringan yang masih sehat di sekitar tumor. IORT ini juga dapat digunakan karena teknik ini menghindari adanya penyinaran pada jaringan normal seperti kulit, jantung, paru-paru, dan tulang belakang, serta telah menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan EBRT. Paparan pada jaringan yang normal berkurang dengan adanya IORT.

Perkiraan risiko terjadinya kanker kembali di kemudian hari jauh lebih rendah menggunakan IORT dibandingkan dengan EBRT. Hal ini didasari pengamatan bahwa sekitar lebih dari 90% dari kekambuhan setelah operasi konversi payudara terjadi pada/dekat dengan lokasi operasi sebelumnya. Hal lainnya yaitu teknik ini dapat menghemat waktu dibandingkan EBRT. Pengobatan lebih cepat, yaitu dari rata-rata 5-6 minggu menjadi sekali saja setelah operasi.

Alat yang digunakan adalah sistem Intrabeam, berupa miniatur generator sinar X yang mempunyai keseimbangan penuh dan dapat bergerak dan berdiri. Di dalam sistem ini terdapat elektron yang menyerang target anoda emas di sebuah ujung alat tersebut dengan ketebalan diameter di atas tabung 3 mm dan menghasilkan emisi dengan energi rendah yaitu 50kV.

IORT merupakan pilihan yang sangat menarik untuk dijadikan radioterapi karena telah terbukti memberikan manfaat yang lebih besar daripada EBRT. Namun, teknik ini juga diketahui memiliki beberapa kelemahan yaitu membutuhkan waktu operasi yang cukup lama dan membutuhkan biaya peralatan, biaya layanan, serta biaya staf tambahan.

 

 

 

Referensi

  1. Williams N, Pigott K, Keshtgar M. Intraoperative radiotherapy for breast cancer. Gland Surg. 2014; 3: 109-19.
  2. Esposito E, Anninga B, Harris S, Capasso I, D’Aiuto M, Rinaldo M, et al. Intraoperative radiotherapy in early breast cancer. Br J Surg. 2015; 102: 599-610.
  3. Esposito E, Aninnga B, Douek M. Is IORT ready for roll-out?. Ecancermedicalscience. 2015; 9: 516
  4. Zhang L, Zhou Z, Mei X, Yang Z, Ma J, Chen X, et al. Intraoperative radiotherapy versus whole-breast external beam radiotherapy in early-stage breast cancer. Medicine (Baltimore). 2015; 94: 1143.
  5. National Breast Cancer Foundation. What is Cancer? [Internet]. 2015 [cited on 2016 July 24th]. Available from: http://www.nationalbreastcancer.org/what-is-cancer
  6. National Breast Cancer Foundation. Risk Factors [Internet]. 2015 [cited on 2016 July 24th]. Available from: http://www.nationalbreastcancer.org/breast-cancer-risk-factors
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr