Kesehatan ibu dan anak merupakan hal yang penting bagi bangsa Indonesia karena anak merupakan penerus generasi bangsa yang akan melanjutkan pembangunan bangsa. Negara kita saat ini sedang terus berupaya untuk mewujudkan kesehatan ibu dan anak melalui program-program kesehatan. Namun, saat ini masih banyak terdapat kasus angka kematian ibu dan anak yang terjadi di Indonesia. Salah satunya disebabkan oleh infeksi virus.

Infeksi virus dapat menyebabkan penyakit yang mematikan. Infeksi disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat untuk menjaga kebersihan serta sanitasi yang menyebabkan virus dapat menyebar. Salah satunya adalah virus hepatitis B yang menjangkit ibu serta anaknya.

Menurut data Kementrian Kesehatan RI tahun 2014, Indonesia merupakan negara endemik tinggi Hepatitis B terbesar kedua di negara South East Asian Region. Berdasarkan hasil uji saring darah donor PMI didapati 28 juta penduduk Indonesia menderita hepatitis B dan C dan anak-anak sampai remaja merupakan kelompok umur terbanyak yang menderita penyakit ini.1

Virus hepatitis B menular melalui persalinan (perinatal) dan transfusi darah serta peralatan cukur, alat tattoo, serta jarum suntik yang terkontaminasi. Gejala penyakit ini seperti lesu, demam, berkurangnya nafsu makan, nyeri perut bagian kanan, serta air kencing yang keruh dan berwarna kemerahan.1

Virus ini dapat dideteksi dengan tes fungsi hati serologi. Pengobatan virus ini dilakukan dengan menggunakan terapi antivirus. Pencegahan untuk virus Hepatitis B yaitu dengan deteksi dini untuk mencegah penularan virus, mencegah faktor-faktor risiko seperti menjaga kesehatan dan kebersihan baik ibu dan anaknya serta peralatan medis  selama masa persalinan, serta imunisasi yang diberikan kepada bayi.1

Jadi, jangan sampai menganggap sepele virus ini dan terlambat untuk memerangi virus Hepatitis B karena ibu dan anak adalah harapan bangsa untuk generasi masa depan.

Daftar pustaka :

  1. Kementrian Kesehatan RI. Situasi dan Analisis Hepatitis Pekan Hepatitis B. Jakarta Selatan: Kemenkes RI: 2014

 

My name is Dewa Ayu Sri Agung. Age 19 years old. I live at Gianyar, Bali. I am a public health student of medical faculty, Udayana University, Bali.
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr