Lensa silinder berbeda ya dengan lensa biasa?

Terkadang bagi para pengguna kacamata ditambahkan lensa silinder untuk membantu memperoleh penglihatan yang lebih tajam. Namun, fungsi lensa silinder ini kurang begitu dibahas pada pendidikan sekolah, lebih banyak dibahas mengenai fungsi lensa cembung dan cekung biasa, sehingga tidak banyak diketahui di masyarakat

Mata silinder, atau istilah medisnya Astigmatisma adalah kondisi di mana mata tidak memiliki kelengkungan lensa atau kornea yang bulat sempurna, sehingga bayangan pada sudut yang berbeda akan jatuh pada jarak yang berbeda.

Sebagai contoh pada ilustrasi, mata dengan silinder akan menjatuhkan bayangan horizontal (garis pink) di depan retina, sedangkan bayangan vertikal (garis hijau) akan jatuh tepat di retina. Kondisi ini yang menjelaskan mata silinder seringkali tidak dapat membedakan garis lurus pada sudut tertentu karena garis tersebut akan terlihat lebih buram.

Astigmatisma 01

Akibatnya, ketika mata tersebut melihat garis mendatar (pink) akan terlihat lebih buram dibandingkan garis vertikal (hijau), sehingga gambar akan terlihat sebagai berikut:

 

 

Astigmatisma 03

Lantas, bagaimana lensa silinder bekerja? Lensa silinder pada dasarnya berfungsi sama dengan lensa plus-minus biasa, yakni membantu merubah jalannya cahaya agar jatuh pada retina. Namun yang membedakan adalah lensa biasa akan menjatuhkan cahaya dari seluruh sudut ke titik yang sama, sedangkan lensa silinder akan menjatuhkan cahaya pada sudut yang berbeda ke titik yang berbeda.

Astigmatisma 04

Pada kasus sebelumnya, bayangan pada sumbu mendatar jatuh di depan retina, sehingga lensa silinder akan membiaskan cahaya hanya pada sumbu mendatar saja agar bayangan sumbu mendatar dapat jatuh di retina. Bayangan pada sumbu lain tidak dibiaskan, seperti kaca normal di mana cahaya hanya berjalan lurus.

Ohya, sumbu yang terganggu tidak selalu sumbu mendatar ya, pada berbagai orang sumbu yang terganggu bisa bermacam-macam, maka dari itu pada pasien dengan silinder sudut lensanya harus disesuaikan dengan sumbu penglihatan yang terganggu. Sehingga mata silinder harus diuji dengan melihat berbagai garis pada berbagai sudut, lalu dibandingkan garis mana yang paling tajam….. seperti gambar di bawah ini

Astigmatisma 05

Jadi, bisa disimpulkan….. kalau sebenarnya lensa silinder itu sama dengan lensa plus-minus biasa, namun hanya bekerja pada sumbu tertentu….. sehingga mata silinder perlu kacamata khusus yang disesuaikan dengan sumbu penglihatan yang terganggu 🙂

 

Referensi:

Yanoff M, Duker JS. Ophthalmology. 14th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Mosby; 2014.

LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr