Ketika Anda memperhatikan adanya luka yang tiba-tiba muncul tanpa disadari sebelumnya di daerah kelamin, Anda perlu berhati-hati karena mungkin saja itu tanda dari infeksi menular seksual. Apakah itu infeksi menular seksual?

Infeksi menular seksual adalah infeksi yang ditularkan, terutama melalui hubungan seksual, baik dengan pasangan lain jenis (heteroseksual) ataupun sesama jenis (homoseksual). Banyak kasus infeksi menular seksual yang tidak memiliki gejala sehingga penderita tidak menyadarinya dan akhirnya dapat menularkan kepada orang lain. Riwayat seksual seperti sering berganti-ganti pasangan seksual menjadi faktor risiko terhadap penyakit infeksi menular seksual. Salah satu tanda bahwa mungkin Anda sedang menderita infeksi menular seksual dapat berupa luka pada area kelamin.

Secara umum, ada tiga penyakit infeksi menular seksual yang memiliki tanda berupa luka pada area kelamin, yaitu sifilis (raja singa), ulkus mole/chancroid, dan herpes genitalis. Mari kita kenali satu persatu penyakit ini!

Sifilis atau raja singa merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Karakteristik luka biasanya hanya ada satu buah, berbentuk bulat atau lonjong, tepi teratur, tidak ada nyeri, dan permukaannya bersih.

Ulkus mole/chancroid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Haemophylus ducreyi. Karakteristik luka biasanya berjumlah lebih dari satu, tepi tidak teratur, terasa sangat nyeri dan permukaannya kotor.

Herpes genitalis merupakan penyakit infeksi pada kelamin yang disebabkan oleh virus Herpes simplex. Karakteristik luka biasanya berjumlah lebih dari satu, diawali dengan bintil-bintil berisi cairan yang terasa gatal dan seperti terbakar.

Jika Anda memiliki luka pada area kelamin yang tiba-tiba muncul tanpa disadari sebelumnya, segerakan diri Anda untuk melakukan konsultasi kesehatan kepada Dokter terdekat agar mendapatkan penanganan yang optimal.

Rujukan
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Infeksi menular seksual: Pedoman praktis diagnosis & tatalaksana. Jakarta: Kemenkes RI; 2015.

Apri Haryono Hafid
Anggota Desk Buku – Direksi Media Aesculapius 2014-2015

FKUI 2012

LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr