Glaukoma

https://img.webmd.com/dtmcms/live/webmd/consumer_assets/site_images/articles/health_tools/visual_guide_to_glaucoma_slideshow/493ss_getty_rf_glaucoma_illustration.jpg

Glaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua tertinggi di Indonesia. Namun, glaukoma masih cukup asing di telinga penduduk Indonesia. Mari mengenal glaukoma!

Definisi glaukoma

Glaukoma adalah sekelompok gangguan penglihatan yang luas dan beragam. Persamaan dari setiap gangguan ini terletak pada gangguan saraf penglihatan secara progresif yang disertai dengan berkurangnya lapang pandang. Peningkatan tekanan intraokular merupakan faktor kunci dari gangguan ini.

Apa itu tekanan intraokular?

 

Aliran Aqueous Humor

Pembentukan dan aliran aqueous humor dalam bola mata. Sumber : https://sites.google.com/site/crvoquickstart/_/rsrc/1301084883648/neovascular-glaucoma/Neovascularization%20-%20Posterior%20Chamber.jpg?height=300&width=400

Tekanan intraokular adalah tekanan di dalam bola mata. Bola mata dapat diibaratkan sebagai sebuah ruangan berbentuk sedikit lonjong. Di bagian depan, terdapat suatu struktur yang disebut otot siliar. Pada salah satu sisi otot siliar, terdapat processus ciliaris yang merupakan pemanjangan dari otot siliar. Struktur ini berfungsi untuk membentuk cairan jernih secara konstan, yang disebut aqueous humor.

Setelah dibentuk, cairan ini akan dialirkan dan diserap kembali oleh suatu struktur di bagian depan bola mata yang disebut kanal Schlemm. Cairan ini memiliki peran dalam menjaga tekanan intraokular dengan mengisi ruangan di bagian depan bola mata. Normalnya, tekanan intraokular adalah 11–21 mmHg.

Bagaimana hubungan antara tekanan intraokular dengan glaukoma?

Sebagian besar penderita glaukoma akan mengalami peningkatan tekanan intraokular di atas 21 mmHg, dikenal dengan kondisi hipertensi okular. Hal ini dapat terjadi apabila aqueous humor di dalam bola mata ada dalam jumlah berlebih dan mendesak bola mata serta berbagai struktur di dalamnya. Peningkatan tekanan intraokular ini juga dapat menyebabkan kematian sel saraf penglihatan yang selanjutnya menyebabkan gangguan pada lapang pandang. Mata dengan hipertensi okular dapat dibayangkan seperti balon yang diisi terlalu banyak air.

Adanya hipertensi okular merupakan gejala yang cukup khas pada penderita glaukoma. Namun, tidak semua kasus glaukoma disertai dengan adanya hipertensi okular, seperti pada kasus normal-tension glaucoma.

Apa saja gejala yang dapat muncul?

Penglihatan kabur, berkurangnya lapang pandang, nyeri dan kemerahan pada mata, nyeri kepala, mual dan muntah merupakan beberapa gejala glaukoma. Awal munculnya gejala pada pasien glaukoma dipengaruhi oleh jenis glaukomanya. Dua jenis glaukoma yang paling banyak terjadi adalah glaukoma primer dengan sudut terbuka (primary open-angle glaucoma) dan glaukoma primer dengan sudut yang tertutup (primary angle-closure glaucoma). Pada glaukoma dengan sudut terbuka, gejala akan muncul ketika penyakit sudah parah. Hal ini disebabkan oleh peningkatan tekanan intraokular yang terjadi dalam waktu yang lama. Berbeda dengan glaukoma sudut terbuka, gejala pada glaukoma dengan sudut tertutup muncul dengan lebih cepat. Hal ini disebabkan oleh peningkatan tekanan intraokular yang terjadi dengan cepat.

Apa saja pengobatan yang tersedia?

Berbagai metode pengobatan dapat dipilih untuk mengobati glaukoma, seperti penggunaan obat, terapi laser, dan pembedahan. Obat yang dapat digunakan meliputi golongan turunan prostaglandin, beta-blocker, penyekat karbonat anhidrase, dan agen osmotik. Trabekulektomi merupakan salah satu teknik pembedahan yang dapat dipakai, sedangkan trabekuloplasti, iridotomi, dan iridoplasti merupakan berbagai jenis terapi laser yang dapat digunakan.

 

 

Referensi

  1. Bowling B. Kanski’s Clinical Ophthalmology E-Book: A Systematic Approach. Elsevier Health Sciences; 2015. 306-66 p.
  2. WHO | Causes of blindness and visual impairment [Internet]. WHO. [cited 2018 Mar 18]. Available from: http://www.who.int/blindness/causes/en/
  3. Gupta D, Chen PP. Glaucoma. Am Fam Physician. 2016 Apr 15;93(8):668–74.
Mahasiswa FKUI 2015
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr