Era Millenium Development Goals (MDGs) telah usai. Namun perjuangan untuk pengentasan masalah nutrisi masih terus diupayakan dunia. Komitmen dunia –termasuk Indonesia- adalah dengan diusungnya sustainable development goals (SDGs). Implementasi SDGs untuk tujuan pengetntasan kelaparan (zero hunger) diantaranya; penyediaan hasil penelitian dalam bidang pertanian untuk mendapatkan hasil panen yang produktif dan berkelanjutan. Tentunya, teknologi adalah salah satu buah dari penelitian pangan.

Teknologi pangan dicanangkan untuk pemenuhan makanan pendamping ASI (MP-ASI) berkualitas di Indonesia. MP-ASI dibutuhan pada bayi yang telah mendapatkan ASI eksklusif sebelum masuk dalam pemberian makanan keluarga. Tercatat hanya 37% diantara anak usia 6 – 23 bulan yang mendapatkan praktik pemberian makan pada bayi dan anak yang tepat. Kurangnya kemampuan, pengetahuan orang tua serta akses mendapatkan MP-ASI berkualitas dalam praktik pemberian nutrisi bayi dan anak merupakan penyebab utama malnutrisi.

Teknologi pangan dibutuhkan untuk pemenuhan nutrisi anak tentunya terintegrasi dengan persyaratan MP-ASI yang baik sesuai dengan pedoman pemberian MP-ASI menurut global strategy for infant and young feeding practice 2002 yaitu; tepat waktu pemberiannya, cukup kandungan nutrisi, aman dan sesuai cara pemberiannya. teknologi pangan yang diolah dengan baik dengan berbagai tekstur dan pilihan menu nantinya diharapkan dapat didistribusikan dengan standar yang baik., Kebutuhan alokasi hasil teknologi pangan MP-ASI yang memadai sangat dibutuhkan untuk menjadi solusi bagi para orang tua yang beragam kemampuan dan pengetahuannya.

Perkembangan teknologi pangan saat ini perlu disadari kepentingannya bukan hanya dari sisi komersil melainkan juga peranan pentingnya dalam pengentasan malnutrisi. Optimalisasi dengan berbagai disiplin seperti pelayan kesehatan, media informasi, hingga struktur ekonomi dan politik sangat penting agar pengetahuan praktik pemberian makan bayi dan anak yang tepat dapat disandingkan dengan perkembangan teknologi pangan dan akhirnya mengurangi secara signifikan hingga mengentaskan malnutrisi di Indonesia.

Referensi

1From mdgs to sdgs: general introduction.[internet]. cited on 18/10/2017. www.who.int/gho/publications/mdgs-sdgs/MDGs-SDGs2015_chapter1.pdf.

2RI, B. P. Riset Kesehatan Dasar. Bakti Husada.2013

3Mwaniki EW, Makhoka AN. Nutrition status and associated factors among children in public primary schools in dagoretti, nairobi, kenya. Africa: African Health Sciences 2013; 13(1): 39 – 46

4Codex Alimentarius Commission. Guidelines on Formulated Complementary foods for Older Infants and Young Children . 2013.

5Global strategy for infant and younf child feeding.[internet]. www.who.int/nutrition/publications/infantfeeding/9241562218/en/

LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr