Clopidogrel direkomendasikan sebagai obat pendamping aspirin untuk menangani serangan jantung.

https://cdn1.medicalnewstoday.com/content/images/hero/321/321699/321699_1100.jpg

   Gambar: medicalnewstoday.com

Clopidogrel merupakan obat golongan inhibitor agregasi platelet. Clopidogrel dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan aspirin. Clopidogrel diberikan pada pasien yang sudah pernah mengalami serangan jantung, nyeri dada berat, stroke, atau pada pasien dengan kelainan sirkulasi lainnya yang dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Clopidogrel diadministrasikan secara oral dan diabsorbsi di saluran pencernaan. Efek antiplatelet clopidogrel bergantung pada dosis yang diberikan. Setelah lima jam pemberian 300 mg clopidogrel, sebanyak 80% aktivitas platelet diinhibisi. Clopidogrel merupakan prodrug yang diaktivasi melalui bantuan enzim sitokrom P450 isoform CYP2C19. Oleh karena itu, pemberian obat lain yang dimetabolisme oleh enzim CYP450 harus dilakukan dengan hati-hati apabila bersamaan dengan clopidogrel agar tidak terjadi interaksi.

Mekanisme kerja clopidogrel dalam menghambat agregasi platelet melalui inhibisi jaras ADP platelet. Clopidogrel menginhibisi reseptor ADP platelet secara ireversibel. Clopidogrel tidak memiliki efek pada metabolisme prostaglandin. Clopidogrel sebagai obat pencegah trombosis kini diindikasikan secara standar pada pasien yang menjalani coronary stent.

Clopidogrel memiliki beberapa efek samping. Efek samping utama yang dapat terjadi adalah perdarahan akibat adanya inhibisi agregasi platelet. Kondisi tersebut dapat menyebabkan feses berwarna hitam atau berdarah, mimisan, muntah darah atau muntah kehitaman, urin merah atau kehitaman, dan perdarahan yang tidak normal yang menyebabkan kelemahan tubuh. Efek samping lainnya yang dapat ditimbulkan oleh clopidogrel adalah alergi, sakit perut berat, penglihatan kabur atau terganggu, sesak napas, jantung berdebar, dan mata atau kulit kuning.

Pemberian clopidogrel diindikasikan pada pasien yang mengalami serangan jantung, stroke, dan penyakit pembuluh darah lainnya disertai terjadi trombosis atau pembekuan darah. Clopidogrel dapat diberikan sendirian, dikombinasikan dengan aspirin, atau sebagai pengganti aspirin pada pasien yang alergi aspirin. Clopidogrel dikontraindikasikan pada pasien yang mengalami perdarahan karena akan memperparah keadaan yang terjadi. Selain itu, clopidogrel juga dikontraindikasikan pada pasien yang alergi terhadap clopidogrel.  sef

LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr