dr. Mila Maidarti, Sp.OG

dr. Mila Maidarti, Sp.OG membawakan seminar Preconceptional Counselling

Tingginya jumlah ibu di Indonesia yang terlambat mempersiapkan kehamilannya merupakan salah satu alasan mengapa konseling sebelum kehamilan penting dilakukan. Hal tersebut dikemukakan oleh dr. Mila Maidarti, Sp.OG pada seminar yang beliau bawakan yaitu “Importance of preparing for pregnancy and pre-conceptional counseling”. Seminar tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara simposium The 5th Fast Learning Obstetrics and Gynecology Workshop and Seminars (FLOWS) yang dilaksanakan di Auditorium lantai 8, Gedung A, RSCM pada hari Sabtu, tanggal 23 Juli 2016 silam. Simposium ini merupakan simposium yang diadakan oleh Panitia Lulusan Dokter FKUI 2016-2017 yang bekerja sama dengan Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI. Simposium FLOWS tahun ini membawakan tema “Golden Generation”, yang memiliki tujuan untuk memberikan informasi mengenai masalah seputar kehamilan dan persalinan kepada tenaga kesehatan sehingga dapat menurunkan angka mortalitas dan morbiditas ibu dan anak di Indonesia.

Konseling untuk kehamilan sebelum konsepsi memiliki definisi yaitu suatu rangkauan intervensi yang dilakukan sebelum kehamilan terjadi, mulai dari ifentifikasi masalah, sampai modifikasi faktor risiko yang terlibat dengan tujuan mempersiapkan kehamilan pada perempuan tersebut. Apabila disimpulkan, konseling pra-konsepsi mencakup dua hal yaitu identifikasi masalah dan intervensi.

Terdapat beberapa alasan mengapa konseling sebelum kehamilan ooenting dilakukan. Pertama, masalah seputar kehamilan dan kelahiran di dunia masih sangat tinggi. Data menunjukkan bahwa, di Amerika 12% bayi lahir prematur dan 8% bayi lahir dengan berat tubuh rendah. Kedua, banyak faktor risiko yang sebenarnya dapat dimodifikasi sebelum kehamilan terjadi demi kehmilan yang lebih sehat. contohnya adalah penggunaan obat teratogenik yang daoat dihentikan penggunaannya sebelum ingin merencanakan kehamilan. Ketiga, banyak ibu hamil yang terlambat datang kepada tenaga medis untuk mempersiapkan kehamilannya. Kebanyakan dari ibu tersebut datang ketika kehamilan sudah melewati umur 4 minggu, padahal 4 minggu pertama adalah minggu-minggu dimana banyak organ sedang terbentuk sehingga membutuhkan asupan gizi khusus.

Konseling sebelum konsepsi atau preconceptional counselling (PCC) memiliki banyak manfaat. Apabila dilakukan kepada remaja, PCC dapat mengurangi adanya unintended pregnancy. Manfaat lainnya adalah mencegah LBW atau  low birth weight  dan kecacatan kongenital pada bayi. PCC yang berupa konseling juga dapat membuat pasangan suami istri lebih siap dalam menjadi orangtua. Selain itu, PCC juga dapat mencegah terjadinya infertilitas dengan cara memodifikasi faktor risiko.

Faktor risiko yang dapat menimbulkan masalah pada kehamilan adalah BMI, tekanan darah, gula darah, adanya penyakit-penyakit seperti diabetes mellitus atau berbagai macam penyakit menular seksual. Pada PCC, dilakukan assessment pada faktor risiko tersebut. selain itu juga dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan lab.

PCC yang dapat diimplementasikan kepada seluruh perempuan yang ingin memiliki anak dapat membantu mengoptimalisasikan kesehatan perempuan. PCC juga dapat mencegah kecacatan pada bayi dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya. oleh karena itu, sudah seharusnya kita menggeser paradigma kesehatan kehamilan di Indonesia, dari yang menyehatkan ibu hamil menjadi mempersiapkan ibu yang akan hamil. indah

Indah Fitriani
Mahasiswi FKUI 2015
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr