Bagaimana Kondisi Obesitas pada Remaja di Indonesia?

Obesitas secara garis besar merupakan peningkatan massa tubuh berlebih.1 Namun, belum diketahui seberapa banyak peningkatan massa lemak tubuh tersebut untuk dikatakan obesitas.1 Berdasarkan kurva CDC 2000 maka definisi dari berat badan berlebih adalah jika indeks massa tubuh (IMT) anak termasuk dalam persentil 85 sampai 95.2 Kemudian, jika IMT anak berada di atas atau sama dengan persentil 95 maka dikategorikan sebagai obesitas.2 Kondisi obesitas pada anak sudah menjadi epidemi secara global.1

Grafik CDC 2000

Gambar 1. Grafik CDC 2000 untuk Anak Laki-Laki Usia 2-20 Tahun2

Secara garis besar prevalensi berat badan berlebih (overweight) dan obesitas telah meningkat di mana diestimasi terdapat 170 juta anak (berusia kurang dari 18 tahun) memiliki kondisi berat badan berlebih (overweight).3 Prevalensi tertinggi berada pada negara dengan pendapatan menengah ke atas. Namun, hal ini juga terjadi di seluruh negara dengan laju peningkatan prevalensi tertinggi pada negara berpendapatan menengah ke bawah.3 Kondisi remaja Indonesia (usia 13-15 tahun) yang memiliki kategori obesitas mencapai 2,5% dan berat badan berlebih mencapai 8,3%.4 Kemudian, pada usia 16-18 tahun diketahui bahwa remaja dengan berat badan berlebih (overweight) mencapai 7,3% dan yang obesitas mencapai 5,7%.4 Tingginya kasus berat badan berlebih atau obesitas menandakan bahwa upayap preventif maupun kuraitf yang berkembang sekarang belum mampu memberikan pengobatan yang baik.

 

Lalu, kenapa kalau gemuk? Bukannya gemuk itu sehat?

Beberapa orangtua malah menginginkan anaknya gemuk karena lucu dengan pipinya maupun perutnya. Namun, hal ini sangat tidak baik. Anak dan remaja yang memiliki kondisi obesitas akan memberikan efek buruk bagi tubuh terutama pada organ-organ spesifik.

Obesitas mampu menyebabkan tekanan darah dan nilai kolesterol darah yang tinggi di mana hal ini merupakan faktor risiko dari penyakit kardiovaskular. Selain itu, obesitas juga meningkatkan risiko kerusakan toleransi glukosa sehingga berdampak pada diabetes melitus tipe 2. Selain itu, dapat juga terjadi masalah pernapasan (seperti: asma dan sleep apnea), masalah sendi, penyakit hati berlemak, batu ginjal, GERD, stres psikologis dan kerusakan fungsi emosi, sosial dan fisik.3

Protein-sparing Modified Fast Diet sebagai Cara Efektif Menurunkan Berat Badan

Diet ini merupakan diet tinggi protein dan rendah karbohidrat.5 Program yang dilakukan dalam diet ini antara lain sebagai berikut:6

Tabel 1. Program Protein-sparing Modified Fast Diet

Tabel 1

Berdasarkan suatu jurnal yang ditulis oleh Bakhach M, diet ini baik dilakukan. Pada penelitian terdapat 12 pasien remaja yang dilakukan pengamatan berkala (6 pasien dengan interval 3 bulan sekali dan 6 pasien dengan interval 6 bulan sekali). Hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata penurunan berat badan saat kunjungan bulan ke-6  sebesar 11,19 kg (9,8% dari berat badan awal). Berikut grafik pendukungnya:6

Gambar 2

Gambar 1. Hasil Penurunan Berat Badan 6 Pasien Remaja dalam Jangka 3 Bulan dan 6 Bulan6

Hal ini menujukkan bahwa diet yang disebut protein-sparing Modified Fast Diet merupakan salah satu diet yang cukup baik dan cepat untuk menurunkan berat badan pada remaja yang obesitas. Oleh karena itu, diet tipe ini dapat diberikan pada remaja untuk menurunkan tingkat obesitas pada remaja di Indonesia maupun di dunia.

 

Daftar Pustaka

  1. Spruijt-Metz D. Etiology, treatment and prevention of obesity in childhood and adolescence: a decade in review. Journal of Research on Adolescence [Internet]. 2011 [cited 15 October 2017];21(1):129-152. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21625328
  2. About child and teen BMI [Internet]. Cdc.gov. 2015 [cited 15 October 2017]. Available from: https://www.cdc.gov/healthyweight/assessing/bmi/childrens_bmi/about_childrens_bmi.html
  3. Population-based approaches to childhood obesity prevention [Internet]. Geneva: World Health Organization; 2012 [cited 17 October 2017]. Available from: http://www.who.int/dietphysicalactivity/childhood/WHO_new_childhoodobesity_PREVENTION_27nov_HR_PRINT_OK.pdf
  4. Riset kesehatan dasar 2013 [Internet]. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2013; 2013 [cited 17 October 2017]. Available from: http://www.depkes.go.id/
  5. Spear B, Barlow S, Ervin C, Ludwig D, Saelens B, Schetzina K et al. Recommendations for Treatment of Child and Adolescent Overweight and Obesity. American Academy of Pediatrics [Internet]. 2007 [cited 17 October 2017];120(4). Available from: http://pediatrics.aappublications.org/content/120/Supplement_4/S254..info
  6. Bakhach M, Shah V, Harwood T, Lappe S, Bhesania N, Mansoor S et al. The Protein-Sparing Modified Fast Diet. Global Pediatric Health. 2016;3:2333794X1562324.
Mahasiswa S1 Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr