Lemahnya sistem regulasi membuat kenyataan pahit resistensi antibiotik di Indonesia kian marak terjadi. Bagaimana kondisi di Indonesia saat ini?

Persepsi Masyarakat Mengenai Antibiotik

Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang menganggap antibiotik sebagai obat dari segala obat. Mereka yakin antibiotik bisa menyembuhkan segala penyakit lebih cepat. Padahal, antibiotik hanya berguna untuk infeksi bakteri saja. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus seperti batuk, pilek, flu, demam berdarah, campak atau cacar air tidak membutuhkan antibiotik. Sekitar 70-80% kasus infeksi pada anak adalah infeksi virus yang tidak memerlukan antibiotik. Luka-luka kecil dan operasi sederhana pun, seperti sunat pada anak laki-laki, juga tidak memerlukan antibiotik. Persepsi tersebut menyebabkan antibiotik tidak tepat sasaran, menjadi salah satu faktor terjadinya resistensi. Selain itu, masih terdapat beberapa faktor lainnya:

  • Tidak tepat dosis sehingga bakteri tidak terbunuh, bahkan justru dapat merangsangnya untuk membentuk turunan yang lebih kuat daya tahannya sehingga resisten terhadap antibiotik. Oleh karena itu edukasi kepada pasien untuk mengonsumsi secara rutin itu sangat penting.
  • Pemakaian antibiotika berlebihan. Penggunaan antibiotik untuk infeksi virus. Banyak pasien berharap atau meminta dokter untuk meresepkan antibiotik ketika terkena flu dan pilek. Padahal, antibiotik hanya untuk mengobati infeksi bakteri, bukan infeksi virus. Antiobiotik hanya diperlukan bila flu dan pilek sudah ditumpangi infeksi sekunder oleh bakteri. Sebagian besar flu dan pilek tidak memerlukan antiobiotik.
  • Terlalu sering mengonsumsi antibiotik juga berdampak buruk pada ”bakteri-bakteri baik” yang menghuni di sistem organ.

Resistensi Antibiotik – Masalah Global

Berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), setiap tahun di Amerika Serikat terdapat 2 juta orang terinfeksi oleh bakteri yang telah resisten terhadap antibiotik dan setidaknya 23.000 orang meninggal setiap tahun sebagai akibat langsung dari resistensi ini. Data WHO menyebutkan bahwa pada tahun 2013 terdapat 480.000 kasus baru multidrug-resistent tuberculosis (MDR-TB) di dunia. Data tersebut jelas menunjukan bahwa resistensi antibiotik memang telah menjadi masalah global yang harus segera diselesaikan karena merupakan ancaman yang tidak hanya bagi lingkungan yang berkaitan tetapi juga bagi masyarakat luas.
Laporan dari Review on Antimicrobial Resistance memperkirakan bahwa jika tidak ada tindakan global yang efektif, resistensi antibiotik akan membunuh 10 juta jiwa di seluruh dunia setiap tahunnya pada tahun 2050. Angka tersebut melebihi kematian akibat kanker, yakni 8,2 juta jiwa per tahun, dan bisa mengakibatkan total kerugian global mencapai US$ 100 triliun.

Resistensi Antibiotik di Indonesia

Lemahnya sistem regulasi membuat kenyataan pahit resistensi antibiotik di Indonesia kian marak terjadi. Bagaimana kondisi di Indonesia saat ini?

Data menunjukkan di Indonesia ada sekitar 135.000 kematian per tahun akibat resistensi antibiotik. Survei tahun 2013 di 6 rumah sakit di Indonesia menunjukkan, bakteri Escherichia coli dan Klebsiela pneumonia telah memproduksi enzim Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) sekitar 40-60 persen.

Penelitian yang dilakukan tim Antimicrobial Resistant in Indonesia (AMRINStudy), menemukan, 70% dokter di Indonesia meresepkan antibiotik secara tidak tepat kepada pasiennya. Salah satu penyebabnya adalah banyak masyarakat yang memaksa dokter untuk diberikan antibiotik, walau penyakitnya tidak membutuhkan antibiotik. Selain itu, antibiotik juga mudah dibeli di apotek atau toko obat modern. Padahal, seharusnya antibiotik tidak boleh dijual bebas, dan dalam penggunaannya, harus berdasarkan resep dokter. Pemahaman dokter tentang pemberian antibiotik juga masih perlu ditingkatkan.

Oleh karena itu, gunakan antibiotik secara rasional agar mengurangi angka resistensi terhadap antibiotik.

 

Referensi:

  1. Hadi U, Kuntaman K, Qiptiyah M, Paraton H. Problem of antibiotic use and antimicrobial resistance in Indonesia: are we really making progress? IJTID. 2013;4(4):5-8.
  2. Ventola CL. The antibiotic resistance crisis. PT. 2015;40(4):277-83.
  3. Center for Disease Prevention and Control. Antibiotic/antimicrobial resistance. [Internet]. Available from: https://www.cdc.gov/drugresistance/index.html
  4. Hadi U, Keuter M, Asten H, Broek P. Optimizing antibiotic usage in adult admitted with fever by a multifaceted intervention in an Indonesian governmental hospital. Trop Med Int Health. 2008 Jul;13(7):888-99
  5. O’Neill J. Antimicrobial Resistance: Tackling a crisis for the health and wealth of nations. UK: AMR; 2014.
  6. World Health Organization. Antibiotic resistance, antibiotic usage and infection control. Jakarta: Directorate General of Medical Care Ministry of Health, Republic of Indonesia; 2005.
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr