Sejak tahun 2008, tanggal 19 Juni diperingati sebagai Hari Kewaspadaan Sel Sabit Sedunia. Apakah penyakit sel sabit sebenarnya?

#1 - Banner Beranisehat

Penyakit sel sabit atau sickle cell disease merupakan penyakit berupa gangguan bentuk sel darah merah. Normalnya, sel darah merah berbentuk bulat pipih dengan cekung di bagian tengah (bikonkaf). Bentuk ini dipengaruhi zat di dalam sel darah merah, yaitu hemoglobin. Sifat hemoglobin yang terbentuk diatur oleh seperangkat molekul genetik yang diwariskan dari kedua orang tua. Pasien penderita penyakit sel sabit mendapat gen hemoglobin abnormal sehingga hemoglobin yang terbentuk tidak dapat berfungsi dengan baik. Hemogblobin abnormal ini disebut hemoglobin S.

Hemoglobin S dalam satu sel darah merah dapat bergabung satu sama lain sehingga bentuk sel darah merah yang seharusnya bulat pipih menjadi seperti bulan sabit. Sel sabit tidak fleksibel dan cenderung menempel di dinding pembuluh darah. Akibatnya pembuluh darah tersumbat dan oksigen tidak dapat mencapai jaringan. Selain itu, karena bentuknya yang abnormal, sel sabit lebih cepat dihancurkan dibandingkan sel darah normal.

Di Indonesia belum ada angka pasti yang menunjukkan jumlah pasien penyakit sel sabit. Namun, bukan berarti penyakit ini dapat disepelekan.


Mengapa Penyakit Ini Patut Diwaspadai?

#1 – Penyakit Ini Diturunkan Oleh Orang Tua

#2 - Isi 1

Seseorang disebut pembawa sifat atau carrier bila hanya mendapat satu gen hemoglobin abnormal. Seorang carrier tidak menunjukkan gejala penyakit sel sabit. Gejala muncul bila seseorang mendapat dua gen hemoglobin abnormal dari kedua orang tuanya, satu dari ibu dan satu dari ayah. Oleh karena itu, pada negara dengan angka penderita anemia sel sabit yang tinggi, seperti India, Kongo, dan Senegal, pasangan yang akan menikah perlu melakukan konseling pernikahan dan genetik.

#2 – Terapi yang Menguras Isi Kantong

Hingga saat ini, transplantasi sumsum tulang merupakan satu-satunya terapi yang dapat menyembuhkan pasien penyakit sel sabit. Namun, terapi ini mahal dan berisiko kematian. Selain itu, donor sumsum tulang yang cocok dengan pasien cukup sulit ditemukan.

Terapi yang sering diberikan saat ini bertujuan untuk mengurangi gejala dan mencegah komplikasi namun tidak menyembuhkan penyakit, seperti pemberian obat antinyeri, antibiotik, dan hidroksiurea, obat yang menstimulasi produksi hemoglobin jenis tertentu yang dapat mencegah terbentukan sel sabit. Selain itu, pasien memerlukan transfusi darah rutin.

#3 – Terlambat Terapi Berujung Penyesalan

#4 - Isi 3

Bila pasien terlambat mendapat terapi, penyakit dapat bertambah berat dan menimbulkan berbagai komplikasi, seperti pembengkakan kaki dan tangan, nyeri hebat akibat penyumbatan aliran darah, kerusakan organ limpa, kebutaan, stroke, batu empedu, malnutrisi, dan gangguan pertumbuhan.


Dalam Rangka Hari Kewaspadaan Sel Sabit Sedunia, Apa yang Dapat Kamu Lakukan?

#5 - Isi 4

Kamu dapat berpartisipasi dengan ikut menyebarluaskan informasi terkait penyakit ini. Bila kamu memiliki sanak atau teman yang mengalami penyakit ini, kamu dapat mendorongnya untuk terus memeriksakan dirinya dan berobat ke fasilitas kesehatan. Kamu juga dapat berpartisipasi dalam kegiatan sosial untuk pasien penyakit sel sabit, seperti acara galang dana atau donor darah. Selain itu, kamu perlu memeriksakan diri dan pasanganmu (terutama sebelum kamu memutuskan memiliki keturunan) bila salah satu saudaramu ada yang menderita penyakit ini.

 


Referensi:

  1. National Heart, Lung, and Blood Institute. Sickle cell disease [internet]. 2017 [cited 2018 June 21]. Available from: ncbi.nih.gov/health-topics/sickle-cell-disease.
  2. American Society of Hematology. State of sickle cell disease: 2016 report. USA: The American Society of Hematology; 2016
  3. Mayo Clinic. Sickle cell anemia [internet]. 2018 AMrch 8 [cited 2018 June 24]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sickle-cell-anemia/diagnosis-treatment/drc-20355882
  4. CDC. Sickle cell disease [internet]. 2017 Aug 9 [cited 2018 June 6 ]. Available from: https://www.cdc.gov/ncbddd/sicklecell/treatments.html

 

 

 

 

Dewi Anggraeni
Desk Produksi
Media Aesculapius
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr