Ilustrasi Transfusi Darah

Ilustrasi Transfusi Darah

Tanggal 8 Mei yang lalu diperingati sebagai Hari Palang Merah Sedunia, menjadi penanda pentingnya peran Palang Merah Indonesia (PMI), yang merupakan anggota International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies, sebagai organisasi yang bergerak di bidang pelayanan darah yang memadai, aman, dan berkualitas[i]. Pelayanan darah yang dilakukan oleh Palang Merah Indonesia meliputi transfusi darah, suatu proses memasukkan darah utuh atau komponen darah ke dalam aliran darah [ii].

Mengapa Perlu Transfusi Darah?

Transfusi darah diperlukan untuk membantu pasien dengan kondisi kesehatan yang memerlukan darah dari orang lain untuk mengatasi gangguan kesehatannya. Transfusi darah terbagi menurut komponen darah yang diberikan, antara lain transfusi darah utuh, sel darah merah, plasma, trombosit, dan kriopresipitat/plasma beku.

Transfusi darah utuh/sel darah merah diberikan pada kondisi yang memerlukan tambahan darah, seperti perdarahan (baik pascakecelakaan/trauma, spontan, sepsis, atau penyebab lainnya) maupun gangguan fungsi ginjal yang menyebabkan anemia (karena ginjal membentuk eritropoietin yang menjadi hormon pemicu sintesis sel darah merah)

Transfusi plasma (bagian cair dari darah) diberikan pada kondisi yang berkaitan pada pembekuan darah, seperti gangguan pembekuan darah (a.l. hemofilia, perdarahan aktif, thrombocytopenic purpura) atau overdosis obat antipembekuan darah (terutama warfarin). Sementara itu, transfusi trombosit diberikan pada individu yang mengalami kekurangan jumlah trombosit dan akan menjalani prosedur pembedahan atau memiliki kelainan koagulasi. Perlu diingat bahwa transfusi trombosit tidak diberikan pada keadaan kekurangan trombosit akibat infeksi (misalnya demam berdarah) jika tidak terjadi perdarahan nyata atau jumlah trombosit telah berkurang pada batas yang berisiko menyebabkan perdarahan.

Siapa yang Dapat Memberikan Darah?

Darah yang akan diberikan pada pasien-pasien di atas berasal dari pendonor. Pendonor memberikan darahnya secara suka rela dan harus lolos kriteria yang ditentukan.

Syarat menjadi pendonor adalah[iii],[iv]:

  • Sehat jasmani dan rohani
  • Usia 17-65 tahun
  • Berat badan di atas 45 kg
  • Memiliki kadar hemoglobin 12,5 hingga 17,0 g/dL
  • Terakhir menyumbangkan darah 12 minggu yang lalu dan maksimal 5 kali dalam 2 tahun

Berikut adalah kriteria larangan untuk menjadi pendonor:

  • Wanita hamil dan menyusui (setelah sembilan bulan pascapersalinan baru diperbolehkan)
  • Individu dengan riwayat gangguan jantung (termasuk hipertensi), pernapasan, sistem saraf (epilepsi dan kejang), pengguna jarum suntik (narkoba), HIV/AIDS, sifilis, pecandu alkohol, penyakit darah, diabetes mellitus, penyakit ginjal kronis, kanker, dan sedang dalam periode pemeriksaan kesehatan (misal menunggu hasil lab permintaan dokter)
  • Individu yang akan melakukan pekerjaan operator mesin setelah melakukan donor darah karena dapat mengalami pingsan yang tertunda–delayed faint–sehingga berpotensi terjadi kondisi berbahaya.

Darah yang disumbangkan selanjutnya akan melalui serangkaian pemeriksaan untuk mengurangi reaksi yang tidak diinginkan dengan darah resipien, antara lain:

  • Pemeriksaan golongan darah
  • Pemeriksaan alloantibodi pada sel darah merah
  • Adanya infeksi HIV, hepatitis B, C, sifilis, malaria, CMV, dan T-cell leukemia virus

Setelah membaca kriteria di atas, apakah Anda termasuk orang yang dapat mendonorkan darah? Jika iya, Anda dapat mengunjungi kantor PMI terdekat atau mengikuti acara donor darah yang dapat dilihat di http://ayodonor.pmi.or.id/mobileunit.php

 

 

Referensi:

[i] http://www.pmi.or.id/index.php/tentang-kami/tujuan-strategis.html

[ii] Dorland W. Dorland’s illustrated medical dictionary. 32nd ed. Philadelphia, PA: Elsevier/Saunders; 2012. hlm 1952

[iii] Hoffbrand AV, Moss PAH. Hoffbrand’s Essential Haematology 7th ed. Hoboken, NJ : John Wiley & Sons; 2016

[iv] Ayodonor.pmi.or.id

LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr