WHO telah menetapkan bahwa setiap tanggal 3 Maret merupakan perayaan hari pendengaran sedunia atau yang disebut World Hearing Day. Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM) tidak mau ketinggalan untuk turut serta merayakan World Hearing Day 2017. Setiap tahunnya, acara peringatan ini diselenggarakan oleh Departemen Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala, Leher  (THT-KL) RSCM. Pada tanggal 3 Maret 2017, World Hearing Day 2017 diselenggarakan di RSCM Kiara dengan mengangkat tema Indonesia Mendengar, Masa Depan Gemilang.

Testimonial Penerima Implan Koklea pada World Hearing Day 2017

World Hearing Day 2017

Perayaan World Hearing Day 2017 ini dihadiri oleh banyak peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pasien dengan gangguan pendengaran, keluarga pasien, tenaga medis, serta berbagai pihak yang peduli terhadap isu ini. Berbagai departemen di RSCM pun turut serta dalam memeriahkan acara ini. Departemen-departemen tersebut membuka stan sebagai bentuk kepedulian dalam mendukung orang-orang dengan gangguan pendengaran. Dokter-dokter yang ahli dibidangnya memberikan banyak informasi kepada pengunjung stan.

Acara ini dibuka dengan sambutan dari dr. Tri Juda Airlangga, Sp.THT-KL selaku Ketua Departemen THT-KL RSCM. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dr.dr.C.H. Soejono, SpPD, K-Ger, MEpid, FACP, FINASIM selaku presiden direktur RSCM. Dalam pidatonya, terlihat betapa besarnya dukungan beliau terhadap acara ini. Beliau telah menghimbau seluruh departemen di RSCM untuk mengikuti acara ini dan turut berkolaborasi dalam upaya membantu pasien dengan gangguan pendengaran. Beliau juga menghimbau agar seluruh tenaga medis bersama dengan seluruh komponen masyarakat turut berupaya meningkatkan kepeduliaan masyarakat terhadap pentingnya fungsi pendengaran.

World Hearing Day 2017 dimeriahkan dengan acara talkshow mengenai gangguan pendengaran. Pembicara yang diundang merupakan dokter-dokter spesialis dari berbagai bidang. Pembicara pertama adalah Dr.dr.Semiramis, Sp.THT-KL(K) yang membahas mengenai alat bantu dengar dan implan koklea sebagai rehabilitasi atau habilitasi tuli sensurineoral. Acara talkshow dilanjutkan dengan materi tentang deteksi dini gangguan pendengaran sejak masa kehamilan, bayi dengan risiko tinggi gangguan pendengaran, infeksi telinga tengah, dan program terapi komunikasi anak.

Setiap tahunnya sebanyak 1 hingga 6 per 1000 bayi lahir di dunia, mengalami gangguan pendengaran. Namun, banyak masyarakat yang tidak segera menyadari gangguan yang dialami bayinya. Faktanya, tiga tahun pertama kehidupan merupakan fase terpenting dalam kehidupan seseorang untuk dapat menjadi orang dengan hidup yang produktif dalam masyarakat nantinya. Pada masa ini, merupakan masa dimana terjadi pertumbuhan dan perkembangan manusia yang pesat. Seorang bayi akan banyak belajar mengenai lingkungannya, dan pendengaran adalah salah satu sumber utama dimana seseorang dapat menerima informasi. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi hal yang sangat penting agar koreksi gangguan pendengan dapat dilakukan sedini mungkin sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang selayaknya anak-anak pada umumnya.

Peringatan World Hearing Day bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya fungsi pendengaran. Selain itu, diharapkan masyarakat menjadi lebih peduli terhadap mereka yang memiliki gangguan pendengaran. Hal penting lain yang harus dilakukan adalah mendorong masyarakat untuk memeriksa fungsi pendengaran dari anak-anak mereka sedini mungkin serta  terus memerhatikan proses tumbuh kembang mereka, agar tidak ada lagi gangguan pendengaran yang terlambat ditangani.

Pada penghujung acara, pasien yang telah menggunakan alat bantu dengar ataupun yang telah mendapatkan implan koklea beserta keluarganya, menceritakan pengalamannya dalam berjuang melawan gangguan pendengaran. Peran keluarga, dan orang-orang di sekitar pasien sama pentingnya dengan peran seorang dokter. Dokter hanya bisa memberikan alat bantu dengar ataupun melakukan tindakan operasi, namun dukungan dari pihak lainnya sangat penting dalam membantu pasien belajar dan beradaptasi hingga mendapatkan fungsi pendengaran yang optimal.

Rahma Maulidina Sari
Koor Finans, Sirkulasi, dan Promosi- Direksi Media Aesculapius 2016
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia angkatan 2013
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr