“Jangan Maklum dengan Pikun.”

Itulah tulisan yang tertera besar-besar pada baju yang dikenakan oleh Ibu Sita Cundamani, salah seorang caregiver dari penderita penyakit Alzheimer dan juga Ibu Tuti, salah satu anggota Yayasan ALZI Alzheimer’s Indonesia, saat sedang memberikan talkshow pada acara Have Fun Go Med (HFGM) Liga Medika 2017. Pada talkshow yang digelar pada hari Sabtu tanggal 29 April 2017 tersebut, hadir pula Dr. dr Ria Maria Theresa SpKJ sebagai narasumber medis dan juga artis muda Indonesia, Tatjana Saphira, yang turut membagikan pengalamannya. Acara yang digelar di Komunitas Salihara, Pasar Minggu ini merupakan salah satu rangkaian kampanye kesehatan yang diadakan oleh HFGM Liga Medika 2017, yang berfokus pada penyakit Alzheimer.

141414

Tatjana Saphira, aktris muda dan public figure, ikut membagikan cerita tentang kakeknya yang ternyata mengidap Alzheimer

Orang tua dan pikun berkaitan erat, dan masyarakat seringkali memaklumi hal tersebut. Dr. Ria menegaskan, bahwa pikun bukanlah proses penuaan yang wajar. Pikun adalah tanda-tanda penyakit. Alzheimer’s disease adalah kelainan neurodegeneratif yang menyebabkan orang tua mengalami penurunan fungsi kognitif, perubahan emosi dan perilaku, serta kehilangan memori, yang sering dikenal orang dengan “pikun”. Dr. Ria lalu memaparkan 10 tanda dan gejala penyakit Alzheimer. Alzheimer adalah penyakit progresif, bertahap dari waktu ke waktu dan menyebabkan lebih banyak bagian otak yang rusak. Karenanya gejala yang muncul akan menjadi semakin parah.

141415

Ibu Sita sedang yang menceritakan kondisi ibunya yang juga mengidap Alzheimer dan pengalamannya mengurus sang ibu

Tak sedikit orang tua yang mengidap penyakit Alzheimer ini. Contohnya Tatjana yang bercerita bahwa kakeknya ternyata mengidap penyakit Alzheimer. Rasa sedih tentu sempat menghinggapinya. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk lebih peduli dengan kakeknya dan semua penderita Alzheimer, khususnya di Indonesia, dan berencana untuk mengadakan kampanye kesehatan terkait hal ini. Begitu juga dengan Ibu Sita, yang bercerita mengenai pengalamannya merawat ibunya yang juga mengidap Alzheimer.

Meskipun begitu, penyakit ini nampaknya masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Itulah salah satu alasan berdirinya Yayasan ALZI Alzheimer’s Indonesia ini. Ibu Tuti, perwakilan dari Yayasan ALZI, mengatakan bahwa tak hanya menyediakan program bagi para pengidap Alzheimer, Yayasan ALZI juga menyediakan tempat bagi para caregiver atau “pengasuh” untuk berbagi cerita mengenai kesulitan-kesulitan yang dialami selama merawat pasien Alzheimer, dan juga membantu menawarkan solusinya.

Penyakit Alzheimer ini memang tidak dapat diobati. Dr. Ria menuturkan, obat yang diberikan kepada pasien hanya untuk memperlambat penyakit ini agar tidak menjadi semakin parah, bukan untuk mengembalikan memori pasien. Meskipun begitu, penyakit ini dapat dicegah, salah satunya dengan mulai menerapkan hidup sehat sejak dini. Olahraga, makan makanan bergizi, dan stimulasi otak yang rutin dapat membantu menghindarkan kita dari penyakit Alzheimer saat kita tua nanti.

Yang dapat kita lakukan sebagai caregiver adalah memberikan kasih sayang kepada orang-orang penderita penyakit Alzheimer. “Ajaklah mereka berbicara dan berinteraksi, karena mereka tetap membutuhkan kasih sayang dari kita,” ujar dr. Ria.

Mahasiswa Tingkat 3 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Redaktur Media Aesculapius.
Koor Web beranisehat.com 2016-2017.
LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr