Sumber: http://urbanatural.in/remedies/in-view-of-heavy-viral-fever-taking-toll-of-thousands-of-adults-and-children/?i=1

Demam. Sumber: http://urbanatural.in/remedies/in-view-of-heavy-viral-fever-taking-toll-of-thousands-of-adults-and-children/?i=1

Demam adalah suatu keadaan peningkatan suhu tubuh di atas batas normal. Masih banyak perdebatan terkait batas suhu normal, tetapi suhu tubuh yang melebihi 37,7 derajat Celcius sudah dapat dikategorikan sebagai demam. Sebenarnya, demam merupakan respons fisiologis tubuh yang berfungsi sebagai mekanisme pertahanan terhadap hal-hal yang dianggap ‘berbahaya’ oleh tubuh, seperti infeksi, trauma, dan inflamasi. Beberapa penelitian mengatakan bahwa demam juga memiliki beberapa manfaat, seperti meningkatkan imunitas, meningkatkan aktivitas antibiotik tertentu, dan mencegah secara langsung pertumbuhan beberapa bakteri. Jadi, demam sebenarnya tidak berbahaya jika masih di bawah 40 derajat Celcius.

Ternyata, demam juga memiliki pola tertentu. Pola-pola ini dapat digunakan untuk membantu memperkirakan penyebab demam tersebut. Pada dewasa, terdapat empat pola demam yang berbeda. Mari kita bahas satu persatu!

1. Demam Kontinu (Continuous/Sustained Fever)

Demam kontinu ditandai dengan demam yang terjadi secara terus-menerus tanpa ada perubahan temperatur yang signifikan (<1 derajat Celcius) dalam kurun waktu 24 jam. Salah satu penyakit dengan pola demam ini adalah demam tifoid. Pada demam tifoid, terdapat karakteristik demam yang kontinu dengan suhu yang meningkat tiap harinya (step ladder fever). Selain itu, demam kontinu juga dapat terjadi pada penyakit infeksius lainnya, seperti endokarditis bakterial, tuberkulosis, dan pneumonia bakterial. Penyebab non-infeksius seperti tumor dan demam akibat obat juga dapat menyebabkan demam kontinu.

2. Demam Remiten (Remittent Fever)

Pada demam remiten, terjadi pola demam yang naik-turun. Akan tetapi, ketika demam turun, suhu tubuh tidak mencapai batas suhu tubuh normal. Perubahan suhu tubuh pada demam remiten dapat mencapai lebih dari 2 derajat Celcius. Penyakit-penyakit penyebab demam remiten biasanya adalah penyakit infeksius, seperti endokarditis infeksius, riketsia, dan brucellosis.

3. Demam Intermiten (Intermittent Fever)

Berbeda dengan demam remiten, pada demam intermiten terdapat penurunan suhu yang mencapai batas normal. Jadi, ada periode dengan demam selama beberapa jam, diikuti dengan periode tanpa demam. Salah satu penyakit dengan pola demam ini adalah malaria. Pada malaria falciparum, misalnya, terjadi kenaikan dan penurunan suhu tubuh hingga batas normal tiap 24 jam. Jadi, seseorang dengan malaria falciparum akan mengalami demam selama 24 jam, kemudian demamnya akan reda selama 24 jam, lalu terus mengikuti pola naik-turun tersebut. Pola demam ini juga dapat ditemukan pada tuberkulosis, leptospira, dan skistosomiasis.

4. Demam Relapsing (Relapsing Fever)

Demam relapsing sebenarnya mirip dengan demam intermiten dan remiten. Namun, periode tanpa demam atau demam dengan suhu rendah dapat berlangsung selama berhari-hari. Contohnya adalah malaria vivax, yang mana polanya mirip seperti malaria falciparum, namun kenaikan dan penurunan suhunya terjadi tiap dua hari (48 jam). Selain itu, limfoma, borrelia, dan demam gigitan tikus (rat-bite fever) juga dapat menjadi penyebab demam relapsing.

 

Perlu diingat bahwa diagnosis tidak dapat ditegakkan hanya dengan melihat pola demamnya saja. Sering kali, pola-pola demam ini sulit dibedakan antara satu dengan lainnya. Untuk itu, dokter perlu melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik dengan teliti agar dapat menegakkan diagnosis yang tepat dan memilih tata laksana yang sesuai.

 

Referensi:

1. Ogoina D. Fever, fever patterns and diseases called ‘fever’ – A review. Journal of Infection and Public Health. 2011 Aug 1;4(3):108–24.

2. Dall L, Stanford JF. Fever, Chills, and Night Sweats. In: Walker HK, Hall WD, Hurst JW, editors. Clinical Methods: The History, Physical, and Laboratory Examinations. 3rd edition. Boston: Butterworths; 1990. Chapter 211. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK324/

LineFacebookTwitterGoogle+PinterestTumblr