Benarkah ODGJ Kebal Covid-19?

Belakangan ini, media sosial dihebohkan oleh pernyataan bahwa orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) kebal Covid-19 dan tidak pernah ada klaster Covid-19 di rumah sakit jiwa seluruh dunia. 

ODGJ
http://news.unair.ac.id/2020/04/07/stigma-internal-pada-orang-dengan-gangguan-jiwa/

Pernyataan kontroversial ini terlempar sebagai candaan antara dua figur publik dalam tayangan kanal YouTube Deddy Corbuzier pada tanggal 24 Juni 2021 yang menghadirkan komika Mongol. Dalam tayangan yang sudah ditonton lebih dari 1,4 juta kali ini, mitos lama bahwa orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tidak mungkin jatuh sakit tenar kembali dalam konteks infeksi Covid-19

Klaim tersebut muncul dalam konteks pembicaraan “mencontoh gaya hidup ODGJ” dalam masa pandemi ini agar masyarakat tidak banyak pikiran dan tidak mudah terinfeksi Covid-19. Postingan serupa sebenarnya sudah pernah disebarkan di Facebook oleh akun bernama Shiwa pada September 2020 yang menyatakan bahwa vaksin yang efektif adalah darah ODGJ karena tidak pernah ada ODGJ yang terkena Covid-19. Nyatanya, pernyataan ini merupakan hoaks yang sudah pernah dibantah kebenarannya dalam laman resmi pemerintah, Covid19.go.id.

 

Benarkah ODGJ tidak bisa jatuh sakit?

Pernyataan yang disampaikan terkesan simpel, tetapi rawan menimbulkan mispersepsi, stigmatisasi, dan diskriminasi bagi kaum ODGJ. Faktanya, stigma yang telah lama beredar ini tidak benar. Menurut Yao dkk., penderita gangguan jiwa memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap infeksi seperti pneumonia akibat Covid-19. Hal yang sama juga diungkapkan dalam studi Wang dkk. pada tahun 2020 yang menyatakan, ODGJ memiliki risiko hingga 7 kali lebih tinggi untuk tertular dan menularkan Covid-19 dibandingkan dengan orang tanpa gangguan jiwa. Risiko kematian pasien ODGJ dengan Covid-19 juga meningkat hingga 2 kali lipat dibandingkan orang tanpa gangguan kejiwaan. 

 

Peningkatan risiko infeksi dan kematian akibat Covid-19 ini dapat disebabkan oleh adanya gangguan kognitif dan kewaspadaan pada pasien gangguan jiwa. Akibatnya, ODGJ memiliki kesadaran yang rendah akan pentingnya protokol kesehatan. Selain itu, faktor lainnya yang amat berpengaruh ialah stigmatisasi serta lingkungan ODGJ yang tertutup dan ramai penghuni yang mengakibatkan pasien ODGJ sulit atau terlambat mengakses pertolongan medis Hal ini didukung oleh bukti ditemukannya puluhan klaster baru Covid-19 pada lingkungan panti sosial dan rumah sakit jiwa, baik di Tiongkok maupun Indonesia.

 

Berita mengenai pasien gangguan jiwa dengan Covid-19 hingga saat ini memang masih kurang terekspos oleh publik, tetapi hal ini tidak berarti tidak ada ODGJ yang menderita Covid-19. Oleh karena itu, jangan sampai anggapan yang salah bahwa ODGJ memiliki ‘kekebalan super’ sehingga tidak mungkin sakit ini terus hidup dan berkembang luas di masyarakat. Mitos tersebut akan membuat ODGJ semakin terpinggirkan dan sulit mendapat akses kesehatan.

Referensi:

  • Covid19.go.id. [Salah] selama covid19 ada tidak ada orang gila yang kena covid19 [Internet]. 2020 Sep 15 [cited 2021 Jun 25]. Available from : https://covid19.go.id/p/hoax-buster/salah-selama-covid19-ada-tidak-ada-orang-gila-yang-kena-covid19
  • Yao H, Chen JH, Xu YF. Patients with mental health disorders in the Covid-19 epidemic [Internet]. Lancet Psychiat. 2020 [cited 2021 Jun 25];7(4):e21. Available from : https://doi.org/10.1016/S2215-0366(20)30090-0
  • Wang QQ, Xu R, Volkow ND. Increased risk of Covid-19 infection and mortality in people with mental disorders: analysis from electronic health records in the United States [Internet]. World Psychiatry. 2020 Oct 7 [cited 2021 Jun 25]; 20(1):124-30. Available from : https://doi.org/10.1002/wps.20806
  • Nemani K, Li C, Olfson M, Blessing EM, Razavian N, Chen J, Petkova E, Goff DC. Association of psychiatric disorders with mortality among patients with Covid-19. JAMA Psychiatry. 2021 Apr 1;78(4):380-386. doi: 10.1001/jamapsychiatry.2020.4442. PMID: 33502436; PMCID: PMC7841576.
  • Chun JY, Jun JY, Choi J, Jo M, Kwak K, Jeong Y, Lee J, Park J, Lee KH, Nam Y, Choi YJ, Lee YM, Kim NJ. Coronavirus disease 2019 outbreak in a psychiatric closed ward: what we have to learn. Front Psychiatry. 2021 Jan 22;11:579235. doi: 10.3389/fpsyt.2020.579235. PMID: 33551861; PMCID: PMC7862577.
  • Amindoni A. Covid-19: Panti sosial dan rumah sakit jiwa jadi klaster baru Covid-19, bagaimana ratusan penyandang disabilitas mental terpapar virus corona? [Internet]. Jakarta : BBC. Available from : https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-55583864

Penulis: Rafaella Shiene Wijaya
Editor: Albertus Raditya Danendra

Share your thoughts