Benarkah Vaksin AstraZeneca Dapat Membuatmu Terdeteksi sebagai Bluetooth?

Melalui sebuah video yang beredar di dunia maya, seorang pria yang belum teridentifikasi mengklaim bahwa vaksin COVID-19 AstraZeneca membuatnya dapat terdeteksi oleh perangkat bluetooth. Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun TikTok bernama @al_janabi. Saat ini, video tersebut telah dihapus dari akun TikTok tersebut, tetapi cuplikannya masih beredar di media sosial lainnya.

Berikut adalah pernyataan langsung dari pria tersebut:

“The only problem is that everywhere I go, everything is trying to connect to me man, like Bluetooth connect to me. I get in the car, my car is trying to connect to me. I go home, my computer tries to connect. Like, my phone is trying to connect.”

Pria tersebut mengklaim bahwa berbagai perangkat elektronik seperti sistem audio mobil, komputer, dan telepon genggamnya berusaha untuk membuat koneksi bluetooth dengan dirinya. Untuk menguatkan klaimnya, pria tersebut menunjukkan sebuah notifikasi di telepon genggamnya dan sebuah televisi yang berisi permintaan koneksi bluetooth dari perangkat bernama “AstraZeneca_ChAdOx1-S”.

Apakah benar bahwa seseorang yang telah memperoleh suntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca dapat terdeteksi oleh perangkat dengan fitur bluetooth?

Mari kita kenali vaksin Covid-19 AstraZeneca lebih dalam. Vaksin yang dikembangkan oleh kolaborasi University of Oxford dan AstraZeneca ini bekerja dengan memperkenalkan kode genetik protein SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19 pada sel tubuh. Dengan begitu, tubuh dapat memproduksi protein virus di dalam tubuh yang akan dikenali dan diberantas oleh sistem imun sehingga tercipta kekebalan. Artinya, jika tubuh seseorang menemukan protein tersebut saat terinfeksi SARS-CoV-2, di kemudian hari, sistem imun sudah mengenalinya dan dapat langsung menghancurkannya sebelum virus menyebabkan infeksi.

Vaksin ini mengandung vektor adenovirus yang memiliki “resep” untuk membuat glikoprotein spike, yaitu suatu komponen dari SARS-CoV-2. Kandungan lain yang terkandung dalam vaksin yaitu L-histidine, magnesium klorida heksahidrat, polisorbat, dan etanol. Tidak ada chip apapun, termasuk chip bluetooth, yang terkandung di dalam vaksin Covid-19 AstraZeneca. Tidak ada komponen vaksin tersebut yang mampu menghantarkan atau menerima gelombang radio jarak pendek seperti sinyal bluetooth.

Munculnya kesimpangsiuran informasi terkait adanya chip, termasuk chip bluetooth, pada vaksin Covid-19 berawal dari klaim bahwa Bill Gates hendak memasukkan microchip ke dalam vaksin Covid-19 untuk mengakhiri pandemi. Namun, klaim tersebut telah dibantah oleh Bill Gates sendiri melalui pernyataan Bill and Melinda Gates Foundation kepada BBC.

Perlu diketahui pula bahwa hampir semua perangkat bluetooth memungkinkan penggunanya untuk mengganti nama perangkat tersebut sesuka penggunanya, baik menggunakan huruf, angka, maupun tanda baca. Jadi, siapa pun bisa saja mengganti nama sebuah perangkat Bluetooth menjadi “AstraZeneca_ChAdOx1-S”. Perangkat tersebut akan terdeteksi sebagai “AstraZeneca_ChAdOx1-S” oleh perangkat bluetooth lainnya. Alhasil, wajar saja bila orang di sekitar yang tidak mengetahui bahwa ada orang yang dengan sengaja mengganti nama perangkatnya menjadi nama tersebut akan mengira bahwa sinyal bluetooth tersebut dipancarkan oleh orang yang menerima vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Jadi, apakah vaksin Covid-19 AstraZeneca dapat membuat seseorang menjadi dapat terdeteksi oleh perangkat Bluetooth atau memancarkan sinyal Bluetooth? Jawabannya adalah tidak. Mari terus gunakan akal sehat kita dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama seputar Covid-19. 

Referensi:

https://www.usatoday.com/story/news/factcheck/2021/05/27/astrazeneca-covid-19-vaccine-doesnt-enable-bluetooth/7452794002/

https://vk.ovg.ox.ac.uk/vk/covid-19-vaccines

https://www.gov.uk/government/publications/regulatory-approval-of-covid-19-vaccine-astrazeneca/information-for-uk-recipients-on-covid-19-vaccine-astrazeneca#contents-of-the-pack-and-other-information

Penulis: Albertus Raditya Danendra
Editor: Alexander Rafael Satyadharma

Share your thoughts