Benarkah Vaksin Covid-19 Sebabkan Gangguan Mental?

Sumber: http://cirt.bulelengkab.go.id/

Klaim bahwa orang yang sudah divaksin Covid-19 mengalami gangguan mental dan fisik, apakah benar adanya?

Media sosial Facebook diramaikan dengan sebuah unggahan video yang mengklaim bahwa vaksin Covid-19 menyebabkan gangguan mental dan fisik. Keterangan tulisan yang melengkapi video tersebut menyebutkan bahwa seseorang yang telah divaksin Covid-19 dapat mengalami perlambatan dalam proses berpikir serta menjadi lebih sensitif dan agresif. Apakah klaim bahwa vaksin Covid-19 dapat menyebabkan gangguan mental tersebut benar?

Sebuah studi yang membandingkan efek jangka pendek vaksin Covid-19 terhadap kesehatan mental antara orang yang divaksin dan tidak divaksin menemukan bahwa pada orang yang divaksin satu dosis, tingkat tekanan mental (mental distress) lebih rendah daripada orang yang tidak divaksin. Mental distress pada penelitian tersebut diukur dengan menggunakan kuesioner Patient Health Questionnaire (PHQ-4). Skor PHQ-4 yang lebih tinggi mengindikasikan mental distress yang lebih tinggi. Pada orang yang divaksin Covid-19, ditemukan penurunan skor PHQ-4 sebesar 4%, penurunan kemungkinan mengalami depresi ringan sebesar 4%, dan penurunan kemungkinan mengalami depresi berat sebesar 15%. Meskipun begitu, penelitian tersebut juga menyatakan bahwa belum tentu vaksin menjadi penyebab langsung dari temuan tersebut.

Berlawanan dengan riset tersebut, terdapat laporan perburukan kesehatan mental setelah seseorang mendapat vaksin Covid-19. Namun, perlu dicatat bahwa perburukan tersebut terjadi pada orang yang memang telah memiliki kecenderungan gangguan mental tertentu, seperti memiliki kepribadian skizotipal yang membuat orang tersebut lebih berisiko mengalami skizofrenia. Selain itu, perburukan kesehatan mental juga rentan terjadi pada orang yang memiliki riwayat gangguan kejang dan cedera otak traumatik sebelumnya. Berkaca dari vaksin selain vaksin Covid-19, terdapat beberapa kejadian psikosis (kondisi yang memengaruhi kemampuan otak dalam memproses informasi) pasca pemberian vaksin, tetapi hal tersebut sangat jarang terjadi.

Kesimpulannya, klaim bahwa vaksin Covid-19 dapat menyebabkan gangguan mental belum terbukti kebenarannya. Diperlukan penelitian lebih lanjut yang berfokus untuk meneliti pengaruh vaksin Covid-19 terhadap kesehatan mental. Munculnya gangguan atau perburukan kesehatan mental setelah vaksinasi Covid-19 belum tentu sepenuhnya disebabkan oleh vaksin itu sendiri, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh riwayat kesehatan mental seseorang di masa lampau, kondisi kesehatan secara umum, dan faktor-faktor lainnya.

Referensi
1. Perez-Arce F, Angrisani M, Bennett D, Darling J, Kapteyn A, Thomas K. Covid-19 vaccines and mental distress. PLoS One. 2021;16(9 September). doi:10.1371/journal.pone.0256406
2. Reinfeld S, Cáceda R, Gil R, Strom H, Chacko M. Can new onset psychosis occur after mRNA based Covid-19 vaccine administration? A case report. Psychiatry Res. 2021;304:114165. doi:10.1016/j.psychres.2021.114165
3. Hilaire PS, Tito E, Muthukumarasamy N, Schauer M. Altered mental status and pronounced febrile response after second mRNA-1273 (Moderna) Covid-19 vaccine administration in a patient with previously documented Covid-19 infection. BMJ Case Rep. 2021;14(9):e244119. doi:10.1136/bcr-2021-244119

Penulis: Albertus Raditya Danendra
Editor: Alexander Rafael Satyadharma

Share your thoughts