Benarkah Vaksin Hanyalah Konspirasi Elit Global?

Berbagai berita palsu atau hoaks tentang vaksin beredar luas di berbagai pelosok dunia, tak terkecuali di Indonesia. Sejumlah pihak menyatakan bahwa penerima vaksin meninggal dunia usai disuntik oleh vaksin tertentu. Ada pula yang menyebutkan bahwa vaksin dapat mengubah gen manusia. Lantas, apakah pernyataan-pernyataan tersebut benar atau hanya mitos belaka?

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan seluruh dunia hampir lebih dari setahun ini telah menyebabkan kita semua kelelahan. Harus mengurung diri di rumah dan tidak dapat bertemu dengan orang lain secara langsung tentu membuat kita bosan. Selain itu, banyak sektor-sektor di Indonesia yang harus terkena dampak dari pandemi. Meskipun begitu, masih ada kaum yang menyebarkan hoaks bahwa virus Covid-19 ini adalah konspirasi elit global.

Suatu studi yang dilakukan oleh Universitas Indonesia menyatakan bahwa sekitar 21 persen responden (150 orang) meyakini bahwa Covid-19 adalah konspirasi yang diciptakan oleh elit global. Kabar baiknya, telah ditemukan vaksin yang dapat melindungi kita dari virus Covid-19. Selama ini, penggunaan vaksin telah menyelamatkan jutaan nyawa setiap tahunnya.

Seakan semua itu belum cukup, beredar hoaks bahwa vaksin yang dibuat untuk melawan Covid-19 adalah palsu. Sebenarnya, apa itu vaksin dan bagaimana vaksin dapat melawan virus seperti Covid-19?

Vaksinasi adalah cara yang sederhana, aman, dan efektif untuk melindungi kita dari penyakit berbahaya sebelum kita terpapar. Vaksin menggunakan sistem pertahanan alami tubuh untuk membangun ketahanan terhadap infeksi tertentu dan membuat sistem kekebalan kita lebih kuat. Vaksin bekerja dengan mengenali dan melawan virus yang mereka targetkan. Jika nanti tubuh terpapar agen penyebab penyakit tersebut, tubuh kita sudah siap untuk memusnahkannya dan mencegah timbulnya penyakit.

Apakah vaksin dapat menyebabkan kita terkena Covid-19? Jawabannya TIDAK. Tak satu pun dari vaksin Covid-19 yang resmi dan direkomendasikan mengandung virus hidup yang menyebabkan Covid-19. Artinya, vaksin Covid-19 tidak dapat membuat Anda sakit Covid-19.

Semua jenis vaksin Covid-19 mengajarkan sistem kekebalan kita bagaimana mengenali dan melawan virus yang menyebabkan Covid-19. Terkadang proses ini bisa menimbulkan gejala, seperti demam. Gejala ini normal dan merupakan tanda bahwa tubuh sedang membangun perlindungan terhadap virus penyebab Covid-19.

Biasanya tubuh membutuhkan waktu beberapa minggu setelah vaksinasi untuk membangun kekebalan tubuh terhadap Covid-19. Artinya, masih ada kemungkinan seseorang tertular virus penyebab Covid-19 sebelum atau setelah vaksinasi. Hal ini karena vaksin belum punya cukup waktu untuk memberikan perlindungan.

Dapatkah vaksin mengubah genetik (DNA) saya? Jawabannya TIDAK. Vaksin mRNA Covid-19 tidak mengubah atau berinteraksi dengan DNA kita dengan cara apa pun. Vaksin messenger RNA—juga disebut vaksin mRNA—adalah vaksin Covid-19 pertama yang diizinkan untuk digunakan di Amerika Serikat. Vaksin mRNA mengajarkan sel kita bagaimana membuat protein yang memicu respon imun. mRNA dari vaksin Covid-19 tidak pernah memasuki inti sel, di mana DNA kita disimpan. Ini berarti mRNA tidak dapat memengaruhi atau berinteraksi dengan DNA kita dengan cara apa pun. Sebaliknya, vaksin mRNA Covid-19 bekerja dengan pertahanan alami tubuh untuk mengembangkan kekebalan terhadap penyakit dengan aman.

Oleh karena itu, vaksin telah diciptakan seaman mungkin untuk melindungi kita terhadap penyakit. Efek samping dari vaksinasi Covid-19 mungkin terasa seperti flu dan bahkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi gejala tersebut akan hilang dalam beberapa hari. Penting bagi semua orang untuk menggunakan alat yang tersedia untuk membantu menghentikan pandemi ini setelah kita mempelajari lebih lanjut tentang cara kerja vaksin Covid-19 dalam kondisi dunia nyata.

 

Referensi:

  1. https://www.who.int/news-room/q-a-detail/vaccines-and-immunization-what-is-vaccination
  2. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/facts.html
  3. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/8-things.html
  4. https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/covid-19-vaccines

Penulis: Laureen Celcilia

Share your thoughts