Varian Omicron, Hanya Rekayasa Belaka?

Tersebar kabar adanya sebuah buku terbitan 2020 yang telah membahas mengenai varian Omicron, jauh sebelum varian tersebut ditemukan pada November 2021. Benarkah? 

 

Pada bulan Desember lalu, komunitas pengguna Telegram yang tergabung dalam sebuah grup bernama congor_istana dikejutkan oleh sebuah unggahan yang menyatakan bahwa sebenarnya varian Omicron merupakan rekayasa manusia. 

Sumber: https://covid19.go.id/

Narasi tersebut didasari oleh gambar tangkap layar mengenai istilah Omicron yang sudah ada dan ditulis pada tahun 2020 dalam sebuah buku berjudul Understanding Omicron Variant: All You Need To Know About Omicron Variant, Where It Comes From, Answers To Questions You Have, And Lots More Update To Keep You Well Informed karya Dr. Theresa Bishop. Kemunculan klaim senada yang mengomentari penulisan “Copyrights © 2020” pada halaman kedua buku tersebut juga disampaikan oleh para pengguna media sosial Twitter yang turut menduga varian ini sudah direncanakan kemunculannya sejak 2020.

 

Ketika dilakukan penelusuran lebih lanjut, ternyata buku yang menjadi dasar teori konspirasi tersebut merupakan buku hasil terbitan sendiri yang diedarkan secara eksklusif melalui platform toko buku virtual Amazon pada tanggal 5 Desember 2021. Keabsahan informasi yang dimuat dalam buku ini turut mengundang pertanyaan karena profil pengarang buku tersebut diragukan kebenarannya. Buku tersebut ditulis oleh Dr. Theresa Bishop, seseorang yang mengaku sebagai dokter dan peneliti yang menulis bahwa ia telah melakukan banyak penelitian dan penanganan pasien terkait Covid-19 pada awal kemunculannya. 

 

Namun, keanehan muncul lantaran tidak ada informasi mengenai buku ini pada platform lain dan tidak ada juga hasil studi mengenai Covid-19 yang diterbitkan oleh seseorang bernama Theresa Bishop. Di samping itu, platform Amazon sendiri memang memperbolehkan siapapun untuk menerbitkan buku pada platformnya tanpa harus melewati proses penyuntingan seperti yang biasa dilakukan oleh perusahaan penerbit konvensional. 

 

Selain itu, hak cipta buku tersebut juga tidak jelas keabsahannya. Penelusuran ISBN (kode unik internasional yang dimiliki setiap buku yang diterbitkan) buku ini menunjukkan bahwa buku ini memiliki alamat penerbitan di gedung kantor Amazon yang terletak di South Carolina, Amerika Serikat (AS). Namun, hasil penelusuran pada cocatalog.loc.gov tidak menemukan adanya pendaftaran hak cipta (copyright) atas buku tersebut di AS pada tahun 2020;  penulisan hak cipta buku tersebut kemudian direvisi menjadi tahun 2021, meskipun masih terdapat berbagai kesalahan penulisan yang belum dikoreksi. 

 

Ketidakjelasan asal muasal buku ini juga diperparah dengan ditemukannya berbagai kesalahan penulisan. Beberapa cuplikan paragraf dalam buku tersebut memuat kesalahan penulisan seperti, “Virus penyebab munculnya SARS adalah SARS-COV 2. Virus yang menyebabkan munculnya VOC adalah SARS-CoV 2”. Hal ini mendorong pembaca untuk memberikan ulasan negatif atas buku tersebut. 

 

Mengingat kredibilitas buku ini yang masih sangat meragukan, buku ini tidak dapat menjadi dasar informasi yang tepat terkait Covid-19 dan varian baru Omicron yang sedang menyebar luas akhir-akhir ini. Satgas Covid-19 sendiri dalam laman resminya telah menegaskan bahwa buku berisi informasi tentang varian Omicron sebagai rekayasa manusia, yang dinarasikan telah terbit pada tahun 2020, merupakan berita bohong. Agar tidak mudah termakan hoaks, sebaiknya masyarakat lebih waspada dan selalu mengecek kembali keabsahan sumber informasi yang diterima serta tetap menjaga diri dan keluarga dari penularan varian baru Covid-19 dengan menjaga kebersihan, menggunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

 

Referensi:

  1. World Health Organization. Classification of omicron (b.1.1.529): sars-cov-2 variant of concern [Internet]. 2021 Nov 26 [cited 2022 jan 5]. Available from: https://www.who.int/news/item/26-11-2021-classification-of-omicron-(b.1.1.529)-sars-cov-2-variant-of-concern
  2. Satuan Tugas Penanganan Covid-19. [Salah] buku berjudul “understanding omicron variant” oleh dr theresa bishop terbit tahun 2020 sebelum varian omicron ditemukan di dunia [Internet]. 2021 Dec 31 [cited 2022 Jan 5]. Available from: https://covid19.go.id/p/hoax-buster/salah-buku-berjudul-understanding-omicron-variant-oleh-dr-theresa-bishop-terbit-tahun-2020-sebelum-varian-omicron-ditemukan-di-dunia
  3. Reuters Fact Check. Fact check-no evidence omicron variant book existed before december 2021 [Internet]. 2021 Dec 25 [cited 2022 Jan 5]. Available from: https://www.reuters.com/article/factcheck-coronavirus-amazon-idUSL1N2T90ON
  4. Heyndyk RM. False: a book being sold on amazon about the omicron variant has a copyright date of 2020, a year before the variant was first reported [Internet]. 2021 Dec 16 [cited 2022 Jan 5]. Available from: https://www.logically.ai/factchecks/library/f0c86263

 

Penulis: Rafaella Shiene Wijaya
Editor: Alexander Rafael Satyadharma

Share your thoughts

Yuk berlangganan SKMA!

Anda akan memperoleh berita dan artikel terkini mengenai isu, perkembangan, dan tips-tips seputar kedokteran dan kesehatan.

Klik link berikut untuk berlangganan SKMA digital!

http://linktr.ee/medaesculapius